Shalat Jumat

Cechgentong

 

Pernahkan kalian shalat Jumat? Bagi Muslim pasti jawabannya pernah dong. Pertanyaan berikutnya adalah pernahkah mendengar Khatib Jumat membicarakan isu-isu yang menyentuh langsung kehidupan umat Islam di lingkungan sekitar mesjid? Maksudnya? Khatib yang dianggap mempunyai ilmu agama seharusnya rasa dan perasaannya lebih terasah dengan isu-isu sekitarnya sebagai makhluk sosial yang Rahmatan Lil Alamin.

Contohnya khotib yang sedang berceramah dimana mesjidnya berada di perumahan akan menyinggung isu-isu yang menjadi masalah di perumahan tersebut misalnya:

kotbah

“Hai saudara-saudaraku seiman, kalian pasti melewati jalan A, banyak sekali sampah berserakan mari kita bersihkan bersama mulai dari Rt, Rw sampai masyarakat sekitar untuk bergotong royong membersihkannya. Perlu ada aksi bersama ya. Dan juga bersihkan selokan air atau gorong-gorong yang bahyak sampah dan sedimennya karena KEBERSIHAN ADALAH SEBAGIAN DARI IMAN.”

“Hai saudara- saudaraku seiman, apabila ada tetangga sakit dan tidak mampu harap dibantu. Laporkan kepada Rt Rw sampai lurah dan diskusikan bersama masyarakat sekitar untuk segera menolongnya.”

“Hai saudara-saudaraku seiman, mulai perhatikan dengan serius tentang pendidikan anak kita. Jangan sampai ada anak putus sekolah karena masalah biaya.”

Apabila berceramah dimana mesjid berada di depan jalan raya.

“Hai saudara-saudaraku seiman, tertiblah berlalu lintas. Jangan serobot sana serobot sini karena membahayakan diri dan orang lain. Jangan jalan melawan arus karena membahayakan anda. Kalau keluar dari gang atau jalan kecil menuju jalan besar, harap kalian lihat kanan kiri jangan nyelonong aja karena membahayakan anda dan orang lain. Pakailah helm, bawa SIM dan STNK karena kita sebagai Muslim harus taat dan tertib berlalu lintas sebagai perwujudan dari ibadah kita sebenarnya. Saat ibadah sholat, tertib dalam berwudhu, tertib rakaat dan bacaannya. Jadi tertib ya…”

Dst…masih banyak isu-isu yang bersinggungan langsung dengan masyarakat di suatu lingkungan yang dapat disampaikan oleh seorang khotib. Tanpa perlu menyinggung agama orang lain. Karena Umat Islam sendiri yang malu kalau kita tidak dapat menyelesaikan permasalahan umat di lingkungan terdekat.

Kalau teman-teman menemui khotib yang rajin menyinggung isu-isu di lingkungan mesjid tersebut, mohon diinfokan karena khotib seperti itulah yang mengerti tentang hakekat habluminallah wa habluminannas.

Udah ah cape bawa gentongnya…

 

 

6 Comments to "Shalat Jumat"

  1. cechgentong  24 November, 2016 at 13:45

    Alvina, yang seperti itu harus belajar lagi tentang Rahmatan Lil ‘Alamin hehehe

  2. Alvina VB  24 November, 2016 at 08:41

    Lanjut komennya ya….
    “masih banyak isu-isu yang bersinggungan langsung dengan masyarakat di suatu lingkungan yang dapat disampaikan oleh seorang khotib. Tanpa perlu menyinggung agama orang lain. Karena Umat Islam sendiri yang malu kalau kita tidak dapat menyelesaikan permasalahan umat di lingkungan terdekat.”
    Sebentar lagi mau Natalan nich, gak heran kl shalat Jumat nanti banyak khotib yg bilang: ‘kita umat muslim tidak boleh menyalami umat nasrani….bla..bla…..’

  3. Alvina VB  24 November, 2016 at 08:40

    Nyusul James dan Djas dah….si mbakyu Lani lagi ngilang di Indonesia dia.
    Chechgentong: kl pesennya shalat Jumat kaya gitu sich, masih bagus ya….sekarang pesen politik masuk dlm salat Jumat juga euy….bunyinya umat muslim tidak bisa dipimpin kafir, he..he….

  4. djasMerahputih  22 November, 2016 at 06:57

    Ustadz yang membumi. Wajah Islam (keselamatan) sesungguhnya.

    Hadir nyusul bang James..

  5. cechgentong  21 November, 2016 at 21:23

    masih pada tidur euy

  6. James  21 November, 2016 at 11:46

    1,,,,,sambil lewat menantikan para Kenthirs muncul terutama yang di Kona masih menghilang ke Indo yah ?

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *