Tempe

Hennie Triana Oberst – Shanghai

 

Tempe itu paling enak kalau dibungkus dengan daun pisang. Tapi karena memang daun pisang sangat langka didapat maka tempe yang diperdagangkan di luar negeri dibuat dengan kemasan plastik. Mau tidak mau lidah juga terbiasa dengan tempe tanpa aroma daun pisang.

Tinggal di luar Indonesia untuk waktu yang lama, sering membuat lidah rindu juga dengan makanan yang enak ini. Di Jerman sekarang ini relatif gampang menemukan Tempeh di toko khusus yang menjual bahan makanan Asia. Bisa dibilang hampir setiap hari ada, walaupun jumlahnya lumayan sedikit.

Awal-awal tinggal di Cina, tepatnya di Beijing, aku pikir lebih gampang mendapatkan bahan makanan khusus ini. Begitu juga ketika kami pindah ke kota lainnya, di Shanghai. Mikirnya karena lebih dekat dengan Indonesia, dan sama-sama di Asia. Tetapi mimpi makan tempe hasil olahan dapur sendiri redup pelan-pelan. Sampai akhirnya aku ketahui bahwa ada teman yang hobby membuatnya sendiri, ia berbagi hasil olahannya tersebut ke teman-teman dan kenalannya.

Mendapatkannya di supermarket asia seperti yang ada di Jerman masih belum pernah aku temukan di kota Shanghai ini. Beda dengan Tahu, dengan rasa dan tekstur beragam, bisa kita dapatkan di mana-mana.

tempe

Setelah membeli tempe kemarin, bisalah menikmati makanan ini dengan kreasi sendiri, seadanya. Sambal goreng tempe dan kacang tanah. Pedasnya tengah-tengahlah, sesuai selera dan kemampuan ketahanan lidah.

 

Shanghai, November 2016

 

 

10 Comments to "Tempe"

  1. HennieTriana Oberst  23 November, 2016 at 09:54

    Tammy, repot banget ya hehehe.. Tapi dipikir-pikir memang sekarang lebih banyak tersedia bahan makanan yang Indonesia di mana-mana. Untungnya temen kita yang pinter bikin Tempe yang satu itu balik ke negaranya, ada penggantinya, yang Tempenya juga enak seperti sebelumnya. Tetep bisa menikmati Tempe. Tapi kabarnya di Bumbu juga mereka jual Tempe, cuma memang nggak setiap hari tersedia.
    Seneng ya di sana Summer, di sini udah mulai dinginnn…

  2. HennieTriana Oberst  23 November, 2016 at 09:41

    Alvina hehehe…bau Tempe itu yang bikin selera ya Memang Tempe ini kadang rasanya ada yang nggak enak. Kalau di Jerman, ada satu toko Asia d kotaku yang Tempenya enak sekali. Nah kalau di Shanghai ini ada teman Indonesia yang rajin bikin Tempe dan rasanya enak (karena ada yang lain yang pernah bikin, dan nggak enak).

  3. Tammy  23 November, 2016 at 03:29

    Hen, dulu sebelum kenal teman kita yg bikin tempe, aku tiap pulang Aus selalu beli beberapa bungkus utk persediaan. Sekarang jauh lebih enak, banyak barang import, Indomie juga udah masuk supermarket. Inget2 jaman dulu aku tiap pulang koper isinya sambal ABC, kecap manis, bumbu2 instant.

  4. Alvina VB  22 November, 2016 at 22:54

    Tempe di sini dah mulai diasumsi banyak orang sejak vegetarian restaurant mulai pake tempe dan tahu sebagai salah satu menu mereka. Anak saya mulai suka tempe setelah dia jadi vegetarian, duluuuu mana mau, katanya rada2 bau,, halah….
    James: iya, kita makan tempe paling sekali dalam bbrp minggu, nungguin org Ind yg bikin tempe, he..he…soalnya tempe yg di supermarket gak enak, udah dicampur algae atau yg lainnya. Kok rasanya kurang mantep ya?

  5. HennieTriana Oberst  22 November, 2016 at 09:08

    Itsmi, enaklah di Netherland, bahan makanan Indonesia gampang nyarinya. Di Jerman Tempe yang dijual juga produk dari Belanda.

  6. HennieTriana Oberst  22 November, 2016 at 09:04

    Pak Swan Liong Be, iya saya pernah juga lihat mengenai Inggris ini jualan tempe. Bagus juga dia menggembangkan tempe dengan berbagai rasa. Seperti Tahu yang juga sudah banyak di Jerman dengan beragam rasa dan bentuk.
    Sama, di rumah, Tempe digoreng juga laris manis, dicocolin sambil lebih enak lagi. Untungnya anak saya dan suami saya juga suka tempe, apalagi digoreng.

  7. HennieTriana Oberst  22 November, 2016 at 09:01

    Iya James, makanan ini nggak tersedia di seluruh dunia. Tapi memang enak…

  8. Itsmi  21 November, 2016 at 18:32

    Tempe dan tahu di Nederland, hampir ada di setiap supermarket. kalau tahu pasti… murah meriah…

  9. Swan Liong Be  21 November, 2016 at 17:10

    Di London ada seorang WN Inggris jualan tempe dalam macam² variasi. Dia spesial belajar di Yogjakarta bagimana bikin tempe. Tentu ada salah satu Baltyran yang sudah membaca berita tentang sipenjual tempe diLondon (atau dekat London) ini.
    Aku paling suka tempe goreng, bisa makan banyak……sampai bosen, istirahat beberapa hari , bisa makan lagi!!!!!

  10. James  21 November, 2016 at 11:49

    1……makan Tempeh di LN menjadi suatu Makanan yang Mahal

    hayo para Kenthirs mau makan Tempe gak ? sehat loh

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *