Penggemar Tahu Bersatulah

Ki Ageng Similikithi

 

Para penggemar tahu. Mungkin anda tidak tahu atau tidak mau tahu. Di masa lalu kita bisa menikmati tahu seutuhnya, secara holistik menikmati kegemaran akan tahu. Tetapi beberapa dekade akhir ini telah terjadi penistaan tahu dalam peradaban kuliner Nusantara kotemporer. Penistaan dan marginalisasi secara sistematik, terstruktur dan masip, melampaui batas batas kewajaran peradaban.

http://www.nutritionsecrets.com/fantastic-tofu-recipes/

http://www.nutritionsecrets.com/fantastic-tofu-recipes/

Pertama dengan dikenalkannya “Tahu Pong”, tahu yang kopong, tanpa isi, dindingnya tipis mlembung isi udara. Kalau kebanyakan makan perut bisa kembung. Ada kesan penipuan publik kalau pas makan tahu pong, besar melembung isinya udara. Tidak memperkaya tetapi bisa bikin masuk angin. Alam marah sering datang puting beliung, tidak mau diajak kolusi pertahuan.

penggemar-tahu

Kedua dengan datangnya tahu SUSUR. Menurunnya budaya susuran tembakau sesudah mengunyah kinang, banyak orang melakukan sublimasi dengan membuat tahu susur,. Tahu yang isinya macam-macam sayur. Memang enak tetapi kadang menggerus hak azasi menikmati rasa tahu yang sebenarnya.

Ketiga dengan datangnya tahu ISI, isi bakso, isi daging dan semacamnya. Tahu adalah salah satu pilihan makanan vegetarian kok diperkosa diseseli bahan daging. Selera masa kini karena globalisasi dan perdagangan bebas. Tidak pernah masuk dalam agenda DPR, semua jalan menuruti selera mayoritas. opressive majority.

Bersatulah dan bebaskan tahu dari penistaan pluralisme selera makan. Kembali ke jalan yang benar, rasa tahu asli seutuhnya.

Ngudoroso tahu

Ki Ageng Similikithi

 

 

8 Comments to "Penggemar Tahu Bersatulah"

  1. djasMerahputih  26 November, 2016 at 06:49

    Tahu-tahu baru tahu ada penistaan TAHU juga.
    Wah, bahaya ini. Segera usulkan fatwa dari MPI (Majelis Pertahuan Indonesia). Kita akan demo besar-besaran..!!!

    Demo masak tapi…

    Jadi sok Tahu deh.

  2. Hetty widjaya  25 November, 2016 at 04:19

    Thanks Ki, Jd byk tahu mengenai tahu

  3. Dj. 813  25 November, 2016 at 03:27

    Hallo Ki . . .
    Jadi ingat majan tahu gunting di Surabaya .
    Kasihan tahunya di gunting.gunting oleh penjualnya .
    Tapi dia balasnya ke Dj .
    Besuk nya Dj. yang muntah berak .
    Padahall penjualnya yang gunting, kok balasnya ke Dj.
    Mungkin dia pikir, kalau Dj. tidak beli, maka dia bebas dari gunting .
    Hahahahahahahahahahaha . . .

    Yang digunting dana yang bisa di koorupsi.
    Tapi yang menderita rakyat juga .
    Malah diajak demonstrasi .
    Hahahahahahahahaha . . . ! ! !

    Matur Nuwun Ki.
    Pareng .

  4. Linda Cheang  23 November, 2016 at 10:38

    tahu yang tempe gembos? hehehehe

    kenapa masih permasalahkan varian tahu? hahahahaha

  5. Alvina VB  22 November, 2016 at 22:49

    Pak Budiono: Ha…ha….kok ragam tahu malah dianggap “penistaan dan marginalisasi secara sistematik, terstruktur dan masip, melampaui batas batas kewajaran peradaban”. Kl tahu bacem gimana Pak?
    Saya sangka beragam tahu itu kreatif dan menaikan nilai tahu, yg dianggap murahan, kampungan, jadi kuliner yg up-scale…he..he…Anak saya tadinya gak suka tahu, ttp sekarang dia mulai suka. Gampang aja kl masak tahu, sebelum digoreng, tahu direndam dalam air yg dicampur dgn soya sauce, bawang putih dan jahe yg telah dihancurkan. Digoreng sampai kecoklatan dan diangkat, makannya pake cabe rawit. Kl model kek gini, saya tidak menistakan tahu kan?

  6. HennieTriana Oberst  22 November, 2016 at 20:32

    Hehehe..lucu tulisannya. Tapi bener juga ya, rasa tahunya jadi hilang.

  7. Budiono Santoso  22 November, 2016 at 17:53

    Terima kasih. malah ada tahu cincang. Digerus lembut dicampur daging cincang. katanya enak. tetapi istilah cincang mencincang jauh dari perbendaharaan saya. Terkesan kekejaman

  8. James  22 November, 2016 at 15:15

    1…..ketinggalan GeHu = Toge Tahu

    salam Kenthirs menyerbu Tahu Tofu

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *