Solo International Mask Festival 2016

Handoko Widagdo – Solo

 

WA dari Bu Probo membawaku ke sebuah pagelaran topeng yang luar biasa indah. Melalui WA Bu probo bertanya apakah saya ada di Solo. Sebab Ancis, anak Bu Probo akan ke Solo untuk menyaksikan festival topeng internasional di Pendopo Prangwedono, Mangkunegaran Solo.

mask-festival-1

Setelah menjemput Ancis di Stasiun Balapan, kami mencari makan malam. Kami segera saja menuju Pendopo Prangwedono yang hanya 100 meter dari tempat kami makan malam. Pendopo masih sepi. Beberapa orang masih memasang topeng-topeng dari Malang dan Solo pada selembar kerai bambu.

mask-festival-2

Ada beberapa topeng seukuran wajah yang dipajang. Ada juga bentuk topeng besar yang dipasang di halaman pendopo.

mask-festival-3 mask-festival-4 mask-festival-5

Selain menikmati topeng, saya juga menikmati suguhan tari yang menggunakan topeng sebagai wahana untuk meragakan kreasi. Pertama-tama kami disuguhi tari Cemamang dari Sanggar Tari Lembu Suro. Tarian yang sangat dinamis ini menggambarkan sekumpulan sapi yang diserang oleh makhluk halus bernama Cemamang. Dengan bersatu padu para sapi tersebut berhasil mengusir si Cemamang. Musik gamelan yang rancak dan menggebrak membuat suasana pendopo yang sudah mulai ramai menjadi semarak. Kejutan dengan mematikan lampu dan para penari bertopeng sapi berjalan dari belakang arah penonton membuat kesan yang luar biasa.

mask-festival-6 mask-festival-7

Tarian kedua dibawakan oleh kelompok adat Wehea dari Kalimantan Timur. Tarian sacral bernama Hedoq menggambarkan harmoni kehidupan makhluk khayangan dengan masyarakat adat Wehea. Prosesi tari yang lebih menyerupai ritual ini membuat sore menjadi lebih bergairah.

mask-festival-8 mask-festival-9

Sesaji Kerata Rupa dibawakan oleh kelompok tari Semarak Candra Kirana.

mask-festival-10

Salah satu pertunjukan tari yang mendapat banyak apresiasi adalah peragaan Didik Nini Thowok, sang penari legendaris dari Jogja yang selalu memadukan gemulai tarian dengan candaan. Tarian Dwi Muka yang meragakan tari Bali, Jawa, Minang dan kontemporer memukau penonton dan sesekali membuat kami tertawa sambil bertemuk tangan. Apalagi saat Iwak peyek bertemu dengan Mister Bean.

mask-festival-11

Peragaan Topeng Kelana oleh Wangi Indria sungguh luar biasa. Tarian penuh tenaga dengan gerakan-gerakan wajah yang sangat dinamis. Wangi Indria adalah penari Indramayu yang sudah tersohor tak hanya di Nusantara tetapi juga di negara manca.

mask-festival-12

Dua kelompok tari membawakan kisah Panji Asmorobangun. Kelompok tari pertama yang membawakan kisah panji adalah kelompok dari Klaten, sedangkan peraga kedua adalah kelompok tari dari malang.

Salam festival topeng internasional ini juga disuguhi tarian manca. Tari klasik dari China berjudul Tabo diperagakan oleh seorang penari perempuan yang gemulai. Tarian ini menggambarkan seorang gadis yang menunggu kekasihnya yang pergi berperang. Rasa rindu diwujudkan dalam tarian yang gemulai dan kadang-kadang menyentak tegas.

mask-festival-13 mask-festival-14 mask-festival-15

Hari pertama peragaan tari ditutup dengan tarian Busojaras dari Hungaria. Tarian Busojaras adalah tarian menyambut musim semi. Tiga penari memakai topeng kambing yang membawa boneka. Tarian diakhir dengan membakar boneka yang menandakan berakhirnya musim dingin.

mask-festival-16 mask-festival-17

Sayang saya tidak sempat menyaksikan pagelaran di malam kedua. Terima kasih Ancis, terima kasih Bu Probo. Karena anda berdua saya bisa menyaksikan sebuah festival yang luar biasa yang terjadi di kota saya.

 

 

About Handoko Widagdo

Berasal dari Purwodadi, melanglang buana ke berpuluh negara. Dengan passion di bidang pendidikan, sekarang berkarya di lembaga yang sangat memerhatikan pendidikan Indonesia. Berkeluarga dan tinggal di Solo, kebahagiaannya beserta istri bertambah lengkap dengan 3 anak yang semuanya sudah menjelang dewasa.

My Facebook Arsip Artikel

10 Comments to "Solo International Mask Festival 2016"

  1. Handoko Widagdo  27 November, 2016 at 18:22

    Djas, benar. Saya beruntung diberitahu oleh Mbak Probo.

  2. Handoko Widagdo  27 November, 2016 at 18:21

    Avy, saat peragaan topeng yang dari Kalimantan suasananya memang sangat magis.

  3. Handoko Widagdo  27 November, 2016 at 18:20

    Maturnuwun Mas Djoko yang suka pakai topeng.

  4. Handoko Widagdo  27 November, 2016 at 18:20

    Peraga baru ya Mas Sumonggo.

  5. Handoko Widagdo  27 November, 2016 at 18:19

    James, tahun lalu kayaknya ada Kabuki. Tapi tahun ini tidak ada.

  6. djasMerahputih  26 November, 2016 at 06:23

    Wajah, ternyata mba Avy juga bisa nari ya.. (plok, plok, plok..)

    Keren liputannya mas Hand. Event langka. Untung dapat info dari Bu Probo..

    Absenin Tji Lani yg sedang mudik..
    Salam Kenthir..

  7. Alvina VB  26 November, 2016 at 00:46

    Thanks buat reportasenya Han, Hebring euy….baru tahu ada International Mask Festival. Apa ini annual event?
    James: pernah 2x menari pake topeng, satu topeng dari Jepang dan satunya lagi dari Bali. Ngilani, pas pake topeng, sekonyong2 menari gak sendirian lagi euy, ttp kaya ada yg nebeng nari gitu, katanya temen kok kamu bisa nari juga ya? saya bilang bukan saya yg nari tuch….he..he….

  8. Dj. 813  25 November, 2016 at 03:37

    Oooooo . . .
    Jadi orang Solo senang pakai topeng , ruppanya .
    Matur Nuwun mas Handoko .

  9. Sumonggo  24 November, 2016 at 22:37

    Sekuel film The Mask tidak lagi dibintangi Jim Carrey, tetapi Mas Didik … he he …

  10. James  24 November, 2016 at 16:10

    1…….jadi ingat Kabuki Jepang memakai Topeng juga

    hayo semua Kenthirs pada Menari dengan memakai Topeng

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *