Castro Berpeci, Bung Karno Bertopi

Prabu

 

FIDEL ALEJANDRO CASTRO RUZ, punya kenangan humor segar saat bertemu Bung Karno. Pria kelahiran Birán, Kuba, 13 Agustus 1926 ini sempat bertukar “mahkota”; Castro pakai pecinya Bung Karno. Dan Bung Karno pakai topinya Castro.

Gimane ceritanye moment bersejarah ini terjadi?

Begini. Saat itu usai pidato Pancasilanya di sidang PBB yang membuat gempar dunia, Bung Karno bilang pada Kennedy, “I’ll go to Cuba”. Kennedy kaget, lalu mengernyitkan jidatnya, “Don’t go! Kita lagi musuhan”.

Kuba dan Amerika, saat itu suhu politiknya sedang panas-panasnya. CIA ingin Castro mampus sejak rejim Batista berhasil ia gulingkan.

Namanya juga Bung Karno yang keras kepala. Tanpa unggah ungguh dan berempati tentang masalah ke dua negara tsb, Bung Karno lalu kekeuh menjawab, “Bangsa Indonesia yang harus pertama kali ke Kuba untuk memperlihatkan pada dunia, bahwa bangsa Indonesia menganut politik bebas aktif.

Lalu berangkatlah Bung Karno ke Kuba.

Sampai di Havana yang sedang terbakar api revolusi, Bung Karno disambut meriah oleh rakyat Kuba. Kisah keberanian Bung Karno dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa dan negaranya, rupanya telah menjadi dongeng paling heroik di negeri cerutu ini.

Di Istana Kuba, Bung Karno berkata pada Castro “Tuan Castro, you know. Inilah yang menyatukan Indonesia” kata Bung Karno sambil menunjukkan peci-nya.

Tak mau kalah, sambil senyum Castro bilang, “(Hehehe…) Yang Mulia Presiden Sukarno, Inilah yang membuat Batista merangkak keluar Istana dan digebukin pantatnya sama Amerika” kata Castro sambil menunjukkan topi pet-nya bergambar bintang.

Lalu, bergemalah tawa mereka.

Dasar Castro, ke-kepoan-nya terus berlanjut. Ketika matanya ngeliat tongkat yang dibawa Sukarno, ia nyeletuk, “Tuan Presiden. Kenapa Tuan selalu bawa stick drum? Padahal dunia tahu, tuan bukan seorang drummer?

Menanggapi celetukan demikian, dengan gaya kocaknya Bung Karno lalu mengelus-elus tongkatnya dan memberikan pada Castro, “Kalau kamu pegang ini akan keluar jin”.

Meledaklah tawa semua orang di istana Kuba saat melihat tingkah Castro mengelus-elus tongkat komando Bung Karno yang tentu saja tidak keluar jin.

castro-soekarno

Sebelum jamuan berakhir, dua tokoh pemberani dan berkontribusi besar dalam bangsa dan negaranya ini lalu bertukar “jimat” yang selama ini menjadi aura kekuatannya. Castro memakai pecinya Soekarno, dan Soekarno pakai topi petnya Castro.

Selamat Jalan Castro, semoga kalian bisa jumpa kembali di istana-Nya.

RIP CASTRO, 25/11/2016

 

 

About Prabu

Sosok misterius yang sejak kemunculannya tidak banyak orang yang mengenalnya. Walaupun misterius, sosok satu ini sekaligus ramah dan sangat terbuka pertemanannya. Sang Prabu dan Permaisuri sering blusukan menyapa kawula BALTYRA.com dan menggebrak dunia, kebanyakan dengan coretan karikaturnya sekaligus artikel-artikelnya yang bernas, tajam dan berani.

My Facebook Arsip Artikel

4 Comments to "Castro Berpeci, Bung Karno Bertopi"

  1. djasMerahputih  28 November, 2016 at 15:28

    “Tuan Presiden. Kenapa Tuan selalu bawa stick drum? Padahal dunia tahu, tuan bukan seorang drummer?”
    ————
    Kalo diucapkan sekarang bisa ditafsirkan sebagai PENISTAAN Presiden oleh kaum sumbu pendek..!!

    Selamat jalan CASTRO..!!

  2. James  28 November, 2016 at 14:35

    dua orang sahabat lama

  3. Alvina VB  28 November, 2016 at 13:13

    Bung Prabu: Bedanya lagi Castro gak berhasil dibunuh CIA (waulaupun berulang kali ada rencana pembunuhan ttp gagal) sampe dia meninggal sendiri baru-baru ini. Sedangkan Soekarno berhasil dijatuhkan dan meninggal dalam pantauan/pengawasan boneka CIA di tanah air waktu itu.

  4. Handoko Widagdo  28 November, 2016 at 12:36

    Selamat jalan Kamerad Cantro. Berbahagialah di seberang sana. Jangan buat revolusi ya di seberang sana.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *