Lima Objek Wisata Anti Mainstream, Hawa Sejuk dan Nuansa Bening yang Ngangenin

Nabilah K

 

Anda seorang pecinta alam sejati? Jika iya Anda harus datang ke tempat wisata di Indonesia yang masih jarang dikunjungi. Ada beberapa alasan mendasar mengapa tempat tersebut masih jarang dikunjungi. Pertama, banyak orang yang belum mengetahui lokasi dan keberadaannya, dan kedua karena akses menuju tempat tersebut yang tidak mudah.

malahayati.ac.id

malahayati.ac.id

Adapun salah satu cara yang memudahkan Anda mencapai tempat-tempat tersebut ialah  menggunakan pesawat terbang. Ada baiknya Anda menggunakan maskapai penerbangan Batik Air dengan cara beli tiket Batik Air murah terlebih dahulu. Tentu perjalanan Anda semakin mudah plus kesempatan mendapat harga murah.

Maskapai yang masuk dalam Lion Air Group ini akan membantu memenuhi kebutuhan perjalanan udara Anda dengan menyediakan full service di bidangnya.  Semenjak melayani penerbangan komersilnya di tahun 2013, kini layanannya membuka rute penerbangan di berbagai kota, termasuk di Jakarta, Yogyakarta, Manado, Denpasar, bahkan Jayapura juga kota-kota besar lainnya di Indonesia.

Nah, jika Anda termasuk traveler yang antimainstream, berikut informasi menarik mengenai berbagai tempat wisata daerah di Indonesia yang masih jarang dikunjungi:

 

Watu Lumbung Yogyakarta

Berlokasi di Kretek, Bantul, obyek wisata satu ini menawarkan pilihan wisata seru yang masih jarang diketahui. Tempatnya cukup nyaman, dikelilingi oleh keindahan alam dengan nuansa pesisir selatan Yogyakarta. Tak hanya keindahan alam, sejuknya udara, tradisi dan budayanya saja, semua aktivitas masyarakatnya juga mengisyaratkan nilai-nilai budaya yang masih dipegang teguh secara turun-temurun.

 

Air Terjun Telun Berasap

merdekapost.net

merdekapost.net

Berada di Desa Telun Berasap, kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, Air Terjun Telun Berasap adalah air terjun yang memiliki aliran sangat deras. Suara air yang menghantam bebatuan terjal di bawahnya sudah terdengar dari kejauhan, bahkan sebelum Anda berada dekat dengan air terjun itu.

Pemberian nama Telun Berasap oleh masyarakat sekitar ini disebabkan adanya aliran air yang jatuh dari ketinggian kira-kira 50 meter. Sehingga menciptakan pecahaan air serupa asap bila menerpa tebing batu di bawahnya. Keindahan air terjun ini akan bertambah ketika ada sinar matahari yang menyinari butiran air, hingga sering kali menghasilkan warna-warni pelangi yang cantik.

Dengan akses yang jauh dari kota Jambi menyebabkan wisata Air Terjun ini sangat jarang dikunjungi orang-orang. Jika ada  wisatawan yang berkunjung ke sana, biasanya memang berasal dari masyarakat sekitar atau kota terdekat. Jika Anda benar-benar memiliki jiwa petualang sejati, melewati perjalanan yang jauh untuk menjadi salah satu penikmat keindahan alamnya tentu jadi perkara mudah.

 

Desa Adat Panglipuran Bali

Desa yang berada di ketinggian 700 m di atas permukaan laut ini berada di Pulau Bali. Namanya lebih dikenal sebagai Desa Adat Panglipuran.  Keunikan desa ini tidak hanya karena kondisi udaranya yang masih sangat sejuk, tetapi juga pemandangan menarik berupa desain bangunan khas Bali yang masih kental. Menariknya, desa ini juga dikelilingi oleh hutan bambu yang cukup rimbun.

 

Danau Kaco

Masih di Jambi, ada satu lagi tempat tujuan wisata yang sayang untuk Anda lewatkan, yaitu Danau Kaco. Berada di Desa Lempur, Kecamaran Gunung Raya, Danau Kaco adalah danau yang masih terasuk kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat. Keunikan dari Danau Kaco terletak pada airnya yang seolah dapat memancarkan cahaya, terutama saat bulan purnama.

terselubung.in

terselubung.in

Jika Anda salah satu orang yang penasaran seberapa terang danau ini dapat mengeluarkan cahaya, Anda bisa mengunjungi Danau Kaco pada saat bulan purnama. Tanpa perlu menggunakan cahaya senter , cukup hanya mengandalkan cahaya terang dari Danau Kaco ini kegelapan tidak akan menyelimuti.

Jika dilihat dari kejauhan, cahaya dari Danau Kaco terlihat seperti lampu sorot yang diarahkan ke langit. Bebatuan dan ikan yang hidup di dalamnya dapat terlihat dengan jelas. Dari kejauhan air yang memenuhi danau ini terlihat berwarna biru kehijauan.

Untuk mencapai Danau Kaco Anda harus menyusuri perjalanan hutan selama 3-5 jam. Selama di perjalanan, Anda akan disuguhi pemandangan khas hutan yang masih sangat asri, berupa pepohonan hijau, sungai-sungai dan beberapa air terjun.

 

Teluk Kiluan Lampung

Salah satu lagi tempat yang pas untuk dikunjungi oleh Anda, yaitu Teluk Kiluan. Terletak di Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, Teluk Kiluan adalah pantai yang terkenal dengan lautnya yang dihuni banyak lumba-lumba. Walau jalan untuk mengakses Teluk Kiluan tidak begitu mulus dan jauh, semua lelah akan terbayarkan ketika sesampainya Anda di tujuan.

Untuk menikmati keindahan yang terdapat di Teluk Kiluan, Anda bisa mencoba snorkeling. Kekayaan bawah laut berupa terumbu karang Teluk Kiluan dapat Anda nikmati di sini. Selain snorkeling, Anda juga bisa menyewa jukung atau perahu yang banyak ditawarkan oleh masyarakat sekitar.

Hanya membutuhkan waktu sekitar 25 menit menuju  ke tengah laut, jika Anda beruntung, Anda bisa menyaksikan ratusan lumba-lumba beratraksi ke  atas permukaan laut yang jernih.

Beberapa pilihan  wisata tersebut tentu sangat mengasyikan. Happy traveling!

 

Note Redaksi:

Selamat datang dan selamat bergabung, Nabilah K. Senang mendapat kontribusi artikel perjalanan seperti ini. Ditunggu kirimannya lebih banyak lagi ya. Semoga betah dan kerasan di BALTYRA.com

 

 

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerRSS

5 Comments to "Lima Objek Wisata Anti Mainstream, Hawa Sejuk dan Nuansa Bening yang Ngangenin"

  1. djasMerahputih  28 November, 2016 at 15:35

    Welcome Nabilah..
    Absenin Tji Lani yang sedang Silent Travelling..

    Salam Kenthir

  2. James  28 November, 2016 at 14:31

    Nabilah welcome to Baltyra

    Al, dah hadir nih biar lambat dikit, kemana Kona nih ? masih di Indo yah ? ketinggalan Baltyra dia tuh gak sempet ngintip di Indo

  3. Alvina VB  28 November, 2016 at 13:19

    Selamat bergabung Nabilah….
    Ditunggu tulisan pariwisata y.a.d.

    Kemana nich para kenthirs kok blm nongol ya?

  4. Handoko Widagdo  28 November, 2016 at 12:38

    Selamat datang Nabillah. Ayo ajak Baltyra terus jalan-jalan ya.

  5. Russell Siregar  28 November, 2016 at 11:14

    Great…

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *