Thanksgiving – Thankstaking’s Day

Dian Nugraheni

 

Hari Kamis di minggu ke empat bulan November, dijadikan patokan sebagai dirayakannya Thanksgiving’s Day di Amerika. Hari di mana hampir semua orang yang berkegiatan, bekerja, mendapatkan libur, paling nggak, ya di hari Kamisnya tersebut.

Kota-kota besar akan sepi, karena mereka yang masih punya kampung halaman dan orang tua, atau bahkan keluarga besar, akan menyempatkan diri untuk pulang kampung. Movement pulang kampung di Thanksgiving’s day ini sangat mirip dengan pulang kampung, mudik besar-besaran, ketika Idul Fitri tiba di Indonesia.

Setelah membaca lebih dalam tentang sejarah Thanksgiving’s Day ini, ada beberapa kesimpulan, bahwa sebenernya, yang merayakan Thanksgiving’s day ini adalah para “American”, tepatnya white people, untuk merayakan kemenangan menundukkan bangsa native Amerika, keberhasilan merebut tanah milik para native Amerika beratus tahun lalu, ketika bangsa kulit putih datang untuk pertama kalinya dan disambut baik oleh bangsa native Amerika, bahkan dijamu dengan pesta, layaknya tuan rumah menjamu tetamu. Native Amerika, Native American, adalah sebutan bagi bangsa asli Amerika, yatu bangsa Indian.

Jadi, orang-orang kulit putih yang berasal dari Eropa, kemudian tiba di Amerika, disambut baik oleh penduduk aslinya, native American, bangsa Indian, malah kemudian melakukan hal-hal yang sungguh biadab. Mencuri persediaan pangan, membunuhi penduduk asli, dan merebut tanah, serta mendudukinya.

Maka, bila di satu sisi, orang-orang merayakan Thanksgiving’s Day, maka di sisi lain, penduduk asli Amerika, orang-orang keturunan bangsa Indian yang sekarang ini masih ada, di hari yang sama, mereka berkumpul, menuturkan kembali, peristiwa apa yang sebenernya terjadi kala itu, dan mereka menyebut perayaan hari Thanksgiving ini sebagai peringatan hari berduka, yang mereka sebut sebagai Thankstaking’s Day, hari di mana diingat kembali peristiwa, bahwa tetamu, yang datang dari Eropa kala itu, yang dijamu dengan baik, akhirnya malah menjadi pencuri, perebut, pembunuh, dan perampas bagi banyak segi kehidupan para native American, bangsa Indian.

thanksgiving01 thanksgiving02 thanksgiving03

So, well, again…

Hari ini, for the first time, di dapur si Mak masak panggang Turkey. Itu juga karena ada masBul(e) yang berinisiatif memasaknya. Si Mak cuma motret-motret sambil cicip-cicip.

thanksgiving04 thanksgiving05 thanksgiving06 thanksgiving07

Whatever the story was, dalam skala kecil, keluarga kecil si Mak di Amrik, hari ini kembali menegaskan, bahwa thanksgiving untuk semua hal adalah setiap saat, setiap hari…Kali ini juga si Mak berterimakasih, sudah ada yang mau mengajarkan memasak panggang Turkey di rumah si Mak, dan kemudian menikmatinya bersama dengan penuh syukur.

But, yes, deep in my heart, si Mak sending doa buat para native American yang kala itu, menurut kabar sejarah, menjadi korban ‘genocide’ yang dilakukan oleh para pendatang dari Eropa.

thanksgiving08 thanksgiving09 thanksgiving10

And, from the whole story, mari kita masing-masing berkaca, melihat ke dalam diri kita sendiri, sudah seberapa tinggikah langkah baik yang kita lakukan, dengan harapan, menghargai diri sendiri atas hal tersebut, dan tentu saja ke depan, mari kita tingkatkan itu: sebar damai for everyone…

 

 

5 Comments to "Thanksgiving – Thankstaking’s Day"

  1. Sugiarto Goh  6 December, 2016 at 17:44

    Thank’s for the information …..

  2. djasMerahputih  28 November, 2016 at 15:39

    HAPPY Thanksgiving mba Dian dan keluarga.

    HAPPY Thankskenthir untuk para Kenthirans Baltyra..

  3. James  28 November, 2016 at 14:25

    hhmmm….nyam…nyam… ikutan euy….happy thanks giving day

  4. Alvina VB  28 November, 2016 at 13:17

    Happy Thanksgiving Dian & kel. Ikutan nyerbu shopping mall pas Black Friday gak?

  5. Handoko Widagdo  28 November, 2016 at 12:39

    Happy Thanksgiving day Mbak Dian dan keluarga.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *