Dishwasher

Dian Nugraheni

 

Beberapa hari kemaren agak kagok, mau posting kisah cerita apa gitu. Soalnya kalau nurutin hawa nafsu, maka maunya cuma akan ikutan rame membahas soal hasil pemilu, dan apa-apa yang terjadi setelahnya. Meski sebenernya sangat menarik untuk dibahas, tapi aku takut dikira ikutan menyebarkan rasa kebencian, meski itu fakta. Dan bila dijadikan bahan diskusi, sebenernya sangat bagus, cuma sayangnya, banyak orang langsung aja terbawa arus emosi. Bla..bla..bla.., aku simpen aja deh kisah soal hasil pemilu ini, untuk aku tulis khusus tersendiri menjadi sebuah buku, semoga (kagak malas nulisnya..hahaha)…

Nahh, hari ini dicritain soal Dish-washer aja ya, alias mesin pencuci piring.

Di apartemen baru si Mak, sekarang ada dish-washernya. Dulu pas si Mak tinggal satu tahun di apartemen Wakefield, sebelum Thomas, juga ada dish-washernya, tapi si Mak ga pernah pakai. Juga di apartemen baru ini, si Mak belom pernah pakai, soalnya kepikirannya gini, cucian cuma sedikit, 3 piring, 2 mangkuk, 3 cangkir dan beberapa sendok. Kalau makai dish-washer kayaknya jadi boros air dan listrik. Lain halnya kalau kita simpan cucian piring sampai 3 atau 4 hari ya, lalu dicuci pakai dish-washer, maka akan ngirit air, dan tentu saja ngirit tenaga.

Soal pengiritan air, listrik, bahan kimia (sabun), dan lain-lain ini, aku agak sensitif. Artinya, ya sebisa mungkin, harus ngirit, biar apa-apanya nggak mubazir ya.

Pernah aku bekerja sebagai tukang laundry di sebuah keluarga, si Ibu ini, 3 biji baju kecil babynya aja, langsung dicuci setiap malam, pakai mesin cuci, dan isinya ya cuma 3 biji baju itu.

Ya iyalah dia orang kaya, bisa bayar listrik, beli sabun, dan lain-lain, tapi menurut pikiranku sih, itu bener-bener wasting everything, air, sabun, listrik, tenaga juga. Dan terus terang, aku termasuk salah satu yang ga setuju dengan jenis pemborosan macam itu.

So, well, ini dish-washer di room si Mak, memang nggak dipakai setiap hari, tapi harus tetep dipakai biar ga rusak nganggur, atau malah jadi sarang binatang kecil-kecil. Seminggu sekali lah ya Mak, paling nggak harus dipakai…

dishwasher01 dishwasher02

Di Youtube pernah aku lihat video tentang hal-hal yang “weird”, salah satunya, orang barat bilang bahwa, “bila kamu punya temen dari Asia, dan kamu main ke rumahnya, maka kamu akan temukan, bahwa dish-washernya, tidak pernah dipakai, tapi dialihfungsikan sebagai rak pengering cucian piring…”

That’s very true…hwekekekek…sama dengan si Mak, habis hand-washing cucian piring, lalu ditongkrongin deh perabot tersebut di dalam dish-washer biar kering, baru diangkut, pindahin ke lemari-lemari di dapur…Katrok, ehh, yaa…

 

 

6 Comments to "Dishwasher"

  1. Sugiarto Goh  6 December, 2016 at 17:38

    Setuju…

  2. Dj. 813  4 December, 2016 at 21:28

    Dj.lebih suka cuci dengan tangan, kalau sedikit dan yang kecil-kecil .
    Tapi setiap minggu kami ngumpul dan untuk makan bersama 9 orang .
    Tentu kami memerlukan ,esin cuci .
    Terimakasih dan salam,

  3. Swan Liong Be  30 November, 2016 at 16:46

    Kami berdua juga pake dishwasher, tunggu sampai penuh kemudian baru dipasang.Kalo setiap kali habis makan lalu dicuci manual memang boros pemakaian sabun dan air.Juga kalo sudah punya dishwasher maka I don’t want to miss it; yah serperti TV aja, sekali punya mau tetap punya!

  4. Sierli FP  30 November, 2016 at 15:52

    Wkwkwkwkw….

  5. Alvina VB  30 November, 2016 at 11:23

    Dian n James: Tanpa dishwasher, hidup saya bisa merana donk…..soalnya kerjaan dah banyak kl musti nyuci barang pecah belah pake tangan, saya gak bisa kerjain yg lainnya donk…..bisa tidur subuh ntar….he….he….

  6. James  30 November, 2016 at 08:34

    yah betul sampai sekarang juga sy gak punya Dishwasher bukan karena gak mampu beli tapi ya itulah tidak effisiennya karena cucian piring gelas dan perabot dapur lainnya gak banyak sih

    para Kenthirs mau mandi di dalam Dishwashing Machine ? biar berisih rapih gitu

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.