Anti Zwarte Piet

Audry Djayasupena – Belanda

 

Di Belanda sudah beberapa tahun ini, setiap akhir tahun ribut-ribut  berdebat masalah Zwarte Piet. Bagi mereka yang merasa berkulit hitam bahwa itu rasis dan diskriminasi, mereka menuntut bahwa zwarte piet tidak boleh lagi berkulit hitam harus juga berkulit putih, karena sekarang bukan lagi jaman perbudakan.

Bagi sebagian orang  terutama yang berkulit putih  tidak setuju dengan pendapat itu, karena itu adalah acara legendaris  bagi anak-anak yang setiap tahun memang zwarte piet berkulit hitam sebagai pembantu Sinterklaas membagikan kado setiap bulan Desember  saat pesta  menjelang Natal. Tentu pemerintah Belanda dibuat pusing dalam hal ini dan mencari  jalan terbaik agar warganya tidak ada yang tersakiti perasaannya dan  anak-anak bisa tetap menikmati acara Sinterklaas yang diadakan setiap menjelang  Natal di bulan Desember dengan zwarte piet bukan white piet.

Bagi anak-anak sendiri mereka tidak tahu kalau ada perdebatan tentang  warna kulit zwarte piet ini, yang anak-anak tahu adalah kalau ada Sinterklaas dan Zwarte Piet berarti pesta acara bagi-bagi kado. Zwarte Piet jaman sekarang beda pada jaman dulu, kalau jaman dulu zwarte piet menakutkan suka bawa pecut mukul anak-anak nakal, kalau anak-anak yang baik maka akan diberi permen.

zwarte-piet-1 zwarte-piet-2

Tetapi zaman  sekarang orangtua kalau ingin menyenangkan anaknya bisa spesial memanggil Sinterklaas dan Zwarte Piet datang ke rumah menemui anak-anaknya di rumah untuk memberikan cadeau yang diminta anaknya. Seolah-olah Sinterklaas dan Zwarte Piet datang ke rumah mendengar permintaan kado mereka anak-anak kecil itu padahal sebelumnya orangtua sudah menemui Sinterklaas yang akan diundang ke rumah dengan memberi cadeau dari orangtuanya untuk anaknya nanti kalau Sinterklaas dan Zwarte Piet datang. Anak-anak kecil masih bisa dibohongin dengan cerita legendaris seperti itu.

Mulai tahun 2014 zwarte piet jadi berwarna mukanya dipoles dibuat warna warni untuk menghindari perasaan rasis jadi tidak ada lagi yang tersinggung. Masa kanak-kanak adalah masa yang sangat indah dengan kemeriahan suasana menjelang natal dengan cadeau-cadeau yang mereka inginkan bisa terpenuhi  bagi anak-anak yang orangtuanya mampu tentunya. Tetapi bagi anak-anak yang kurang mampu cukup cadeau sekedarnya dari orangtuanya. Bagi orangtua yang kurang mampu mereka datang ke toko barang bekas mencari cadeau mainan untuk anak-anaknya.

Di Belanda sendiri walau kesejahteraan hampir sama tapi banyak juga yang miskin cukup membeli pakaian bekas atau mainan bekas bagi anak-anaknya. Biasanya mereka miskin karena orangtuanya nggak bisa menggunakan uang dengan baik maka ekonominya jadi serba kekurangan.

 

Groetjes

Audry Djayasupena

 

 

About Audry Djayasupena

Dulu dikenal dengan nama La Rose Djayasupena, kemudian menggunakan nama Pingkan Djayasupena dan sekarang menjadi Audry Djayasupena. Tinggal di Negeri Kincir Angin. Pemikirannya yang 'progresif' terlihat dari artikel-artikel dan buku-bukunya. Sudah menerbitkan karyanya berupa beberapa buku, di antaranya yang cukup 'sangar' judulnya adalah "Bedroom Fantasy".

My Facebook Arsip Artikel

6 Comments to "Anti Zwarte Piet"

  1. Swan Liong Be  8 December, 2016 at 00:46

    Lha kalo clown atau pelawak diCircus selalu wajahnya putih samasekali tidak ada assosiasi dengan diskriminasi, kan bisa diartikan orang putih selalu mbanyol??!!

  2. Handoko Widagdo  5 December, 2016 at 14:21

    Seandainya Gus Dur yang jadi Perdana Menteri belanda maka beliau akan berkata: “Silakan wajahnya dicat merah putih, kuning, biru hijau. Gitu saja kok repot!”

  3. Swan Liong Be  3 December, 2016 at 18:11

    Dulu semasa kecil kami nyanyi lagu “Zie ginds komt de Stoomboot uit spanje weer aan..”
    or something like that. Waktu itu kami sbg. anak² gak mikirin soal ras, hanya takut sama zwarte Piet yang bawa sapu lidi,hehehe…., yang jadi Zinterklaas biasanya pastoor belanda dari parochi stempat. Zaman sekarang zwarte piwer harus diganti dengan bonte piet kalo warnawarni.

  4. James  3 December, 2016 at 05:10

    @ Audry Pingkan, kalau Zwarte Piet gak Hitam jadi seperti Badut Clown dong

    bagaimana kalau diganti oleh salah satu Kenthirs ?

  5. Pingdjay  2 December, 2016 at 23:11

    Alvina: Iyaa ganti nama soalnya mau ganti tahun jadi hidup baru semangat baru… Hehehe. Makasih

  6. Alvina VB  2 December, 2016 at 21:59

    Ha..ha….mengingat zwartepit jadul emang kudu item, sekarang warna kulit selalu dikaitkan dgn diskriminasi…. ya jadi berwarna-warni dech zwartepit jaman sekarang. Bu Pingkan = Audry sekarang?

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *