Ketika asa tak menyingkap kata

Inong Nuzuli

 

Remuk redam rasa membawa langkah menuju batas, mamandang hampa dalam tatapan harap, menyingkap temaram yang mulai redup, mengharap kuasa untuk datang mendekat

Tidak akan hadir rembulan di siang hari, tak akan terang malam oleh mentari, tak akan dapat jika dikejar dan tak akan bisa dinikmati jika dipaksakan

Nurani rasa akan tumbuh di setiap kala, saat masa akan menepikan cahaya, saat ombak lelah berkejaran saat mata tak sangup memandang batas

Goresan tinta menjadi kata, ungkapan makna menoreh jiwa, menyatukan harap dalam cinta, menanti kepastian dari sang pencipta

 

 

6 Comments to "Ketika asa tak menyingkap kata"

  1. Handoko Widagdo  5 December, 2016 at 14:26

    Setidaknya dikumpulkan dulu Inong. Nanti setelah cukup banyak baru dibukukan.

  2. Dj. 813  4 December, 2016 at 21:08

    Saat pikiran berker-kejaran dengan ombak di pantai .
    Buih lah yang akan kita dapat, walau untuk semntara saja .
    Hahahahahaha . . . ! ! !

  3. nuzuli  3 December, 2016 at 12:25

    Pak Han, terima kasih… masih belum baus untuk dibukukan, karena tidak kontinyu nulisnya

  4. Handoko Widagdo  3 December, 2016 at 09:18

    Sudah waktunya dibukukan.

  5. James  3 December, 2016 at 05:20

    Al, hadir nih cuma sekalian mampir dan absenin diri doang, makasih

  6. Alvina VB  2 December, 2016 at 22:09

    Puistis euy….
    Absenin para kenthirs yg blm muncul…

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *