Bazar Natal

Hennie Triana Oberst – Shanghai

 

Biasanya dua kali setahun diadakan bazar di sekolah anakku, setiap menjelang libur akhir semester. Bertepatan dengan libur Natal dilanjut Tahun Baru, dan akhir tahun ajaran yang lebih panjang, yaitu liburan musim panas. Liburan musim panas ini biasanya sekitar 6 sampai 7 minggu lamanya.

Bagi kelas yang ingin berpartisipasi akan disediakan tempat. Bisa membuka stand apa saja, makanan, minuman, dekorasi, ataupun lainnya. Jika anak masih kecil, sampai tingkat Sekolah Dasar seperti ini, biasanya memang orang tua masih banyak diikutsertakan langsung untuk kegiatan-kegiatan sekolah. Tahun ini aku ikut membantu kembali menjaga stand kelas anakku. Waktunya dibagi-bagi, tiap jam ada 3 orang tua yang berjaga, boleh ibu atau bapaknya, maupun keduanya.

bazarnatal

Karena tidak ingin berulang di setiap kegiatan, kami putuskan untuk tahun ini membuka stand dengan menjual dekorasi Natal dari bahan kertas, salah satunya hiasan berbentuk bintang dari bahan kertas disertai lampu kecil seperti lilin, yang akan menyala dengan tenaga baterai.

Oh iya, sebenarnya ada juga foto bersama Weihnachtsmann (Santa Claus) yang diperankan oleh empat orang Bapak murid secara bergantian. Sayangnya waktu jagaku tidak tepat dengan tugas mereka, jadi fotonya nggak ada.

Keuntungan dari bazar ini akan dimasukkan ke dalam uang kas kelas. Nantinya akan dipergunakan untuk acara kelas akhir tahun, makan bersama, membeli hadiah untuk murid kelas dan hadiah untuk guru kelas.

 

Shanghai, 20161226

 

 

12 Comments to "Bazar Natal"

  1. HennieTriana Oberst  9 December, 2016 at 15:42

    Hallo mas Dj. Pasti sudah makin ramai suasana di sana ya, Weihnachtsmarkt…bikin kangen…
    Iya kalau anak masih kecil begini orang tua sering terlibat langsung. Ternyata orang Jerman terkenal dengan kegiatan bersama seperti ini. Sekolah Chiara menyatu dengan Französische Schule, tapi kegiatan Deutsche Schule memang lebih banyak, terutama ringan tangannya orang Jerman membantu. Itu menurut pendapat orang-orang Perancis itu sendiri.
    Liebe Grüße

  2. Linda Cheang  7 December, 2016 at 15:16

    meriah karena warna-warni

  3. Alvina VB  7 December, 2016 at 07:31

    Mau Natalan memang org rame Bazaar di sana-sini. Untung dah jaman bazaar buat sekolahan anak saya udah lewat jauhhhh, sekarang malah anak saya yg koordinasi bazaar sama temen2nya buat NGO.

  4. Dj. 813  7 December, 2016 at 01:53

    Hallo Hennie . . .
    Benar sekali Henn . . .
    Bahkan di T K dimana Susi ngajar, juga sudah sibuk .
    Inilah Phenomenal . . .
    Dimana orang tua muurid selalu di ikut sertakan .
    Ingat saat anak-anak masih kecil-kecil .
    Walau Susi ada disana, tapi Dj. selalu ikutan aktiv .
    Dj. rasa di Indonesia juga sudah demikian .

    Salam manis dari Mainz.

  5. HennieTriana Oberst  6 December, 2016 at 17:29

    Betul pak Swan Liong Be, saya pun bingung melihatnya. Karena dulu di Indonesia nggak begitu. Saya ingat sampai masa sekolah semua masih harmonis, tiap Natal ya rame-rame mengunjungi kawan, di sekolah juga ikutan bantuin acara perayaan Natal. Malah saya juga dulu selalu bikin kartu Natal dan dijual. Kalau sekarang udah beda, aneh rasanya. Mau ngomongpun saya takut salah. Untungnya nggak tinggal di Indonesia.
    Kalo hadiah nggak pernah ditolak ya

  6. HennieTriana Oberst  6 December, 2016 at 17:26

    Iya ya bagus juga punya koleksi seperti itu, kenangan masa kecil yang indah. Chiara nggak ada karena di Jerman acara foto bareng santa jarang diselenggarakan. Malah dulunya takut kalo ada santa hehehe… Sekarang ini di Shanghai juga udah makin banyak yang jual pernak pernik Natal, dibanding pertama kali ke Cina beberapa tahun lalu.
    Pasar Natal yang di Jerman kecuali di German School aku belum pernah dateng Holly, males..hehehe.. Ntar di Jerman aja, biar lebih terasa suasananya.
    Selamat menyongsong Natal ya!

  7. HennieTriana Oberst  6 December, 2016 at 17:22

    Selamat menyongsong Natal James.

  8. Swan Liong Be  6 December, 2016 at 16:57

    Yang aku perhatikan yakni: Aliran atau agama apapun yang ada didunia , komunis, sosialis, liberal, kapitalis, islam, buddha, shinto dll. menjelang natal semua jadi Kristen resp. katolik dan merayakannya.Peace on Earth!
    Hanya kaum radikal dan fundamentalis agama diIndonesia yang ngotot menentangnya dengan mempersoalkan ucapan Natal. tapi mau trima hadiah natal.hehehe…..

  9. Tammy  6 December, 2016 at 12:48

    Suamiku pingin punya koleksi foto anak dan santa tiap taun. Asalnya bingung pas pindah SH, foto sama santa di mana?? Untungnya international schools pada ngadain Christmas bazaar yg biasanya jg ada foto sama santa. Jadi koleksi fotonya bisa terus. Kalo di Pudong yg terkenal bazarnya concordia dan Dulwich. Jadi kangen!

  10. James  6 December, 2016 at 08:30

    1……para Kenthirs sudah siap ke Bazar Natal ? atau Kona masih di Indo ?

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.