Catfish

Audry Djayasupena – Belanda

 

Catfish bagi  pembaca yang suka menonton  acara MTV pasti mengenal  program acara Catfish ini  yang diasuh oleh Nev Schulman en Max Joseph.

Acara Catfish di MTV adalah acara mengungkap orang-orang yang mempermainkan perasaan orang lain dengan menggunakan foto orang lain di media social lalu mereka berpacaran padahal belum saling ketemu selain chatting atau ngobrol lewat telefoon.

catfish

Yaaa di media social kita bisa menjadi siapa saja bersembunyi di balik layar monitor dan berselancar untuk mencari kesenangan dengan berbagai alasan. Hati kita sudah dibuat berbunga-bunga  ketika menemukan seseorang di media social yang klik dengan kita berbagi kesenangan maupun kesedihan. Sayangnya ketika kita mudah percaya dengan lawan bicara kita di balik layar sebrang sana dengan jujur, tetapi ternyata dia nggak sejujur kita memperlihatkan jati dirinya.

Walau kita bisa saling telefoon dan chatting tapi ketika kita ingin mengajaknya video call lewat skype atau ingin bertemu fisik dengannya tapi dia selalu menolak dengan berbagai alasan. Makin menolak kita pasti makin penasaran ingin cari tahu siapa dia sebenernya sebelum perasaan ini semakin mendalam bahkan mungkin hancur karena merasa dipermainkan selama ini.

Mereka-mereka ini yang menjadi korban media social karena rasa penasaran lalu menghubungi Nef dan Max di acara Catfish ini agar mereka berdua membantu untuk bisa mengungkapkan siapa sebenernya selama ini orang yang sudah bikin mereka jatuh cinta setengah mati tapi selalu menghindar kalau diajak ketemuan secara fisik ataupun melalui video call.

Maka dimulailah perburuan ini oleh Nef dan Max untuk mencari kebenaran siapa mereka yang bersembunyi di balik layar monitor. Dengan menggunakan bantuan Google maka Nef dan Max akan mencari tahu foto siapa itu dan nomer telefoon atas nama siapa semua bisa dengan mudah tentunya di jaman teknologi ini. Ternyata setelah ditelusuri nomer telefoon menggunakan nama lain, bukan nama yang dikenal melalui media social dengan wajah di foto yang tidak sesuai dengan foto yang diberikan pada korbannya.

Sedangkan foto-foto yang selama ini dia gunakan menggunakan foto orang lain dengan nama yang berbeda tentunya karena Nef dan Max menghubungin lewat facebook atau media social lainnya ternyata mereka tidak mengenal orang itu dan merasa bahwa foto-fotonya sudah digunakan orang lain. Setelah semuanya jelas maka Nef dan Max akan menghubungi nomer telefoon yang selama ini digunakan korban berkomunikasi untuk mengajak ketemu. Sebelumnya tentu Nef dan Max memperkenalkan diri dulu kalau mereka adalah dari MTV pembawa acara Catfish.

Tidak mudah tentu mengajak bertemu secara fisik untuk mempertemukan mereka berdua karena dia nggak percaya diri kalau ketemu langsung secara fisik, karena dirinya tidak sesuai dengan foto-fotonya selama ini. Setelah dibujuk dan dijelaskan kalau korban hanya ingin mencari kebenaran dan sangat ingin bertemu karena korban selama ini sudah jatuh cinta dan menderita perasaan. Nef, Max  menjelaskan kalau mereka sudah terbang jauh dengan pesawat untuk menemuinya. Setelah mendengar penjelasan maka  akhirnya luluh juga  lalu ada kesepakatan untuk bertemu di suatu tempat ataupun dateng langsung ke rumahnya, tentu saat-saat pertemuan membuat semuanya juga penonton Catfish ikut deg-deg-an.

Daaaan…. . pertemuanpun terjadi. Ternyata memang secara fisik tidak sesuai dengan foto-fotonya selama ini, lalu Nef dan Max  menanyakan kenapa berbohong dengan menggunakan foto-foto orang lain menyakiti dan bermain-main dengan perasaan orang lain? Lalu memberi kesempatan mereka berdua berbicara dan meninggalnya beberapa menit.

Umumnya mereka-mereka itu yang berbohong secara fisik di balik layar monitor karena nggak percaya diri dengan fisiknya dan mereka ini adalah korban di dunia nyata yang selalu diejek secara fisik oleh temen-temen di sekolah atau di sekitar likungan pergaulannya. Maka dari itu mereka merasa nyaman menjadi orang lain di balik layar monitor untuk membalas dendam perlakuan yang tidak adil pada dirinya di dunia nyata.

Tetapi ada juga yang bukan masalah fisiknya ketika mereka dipertemukan. Ada yang akhirnya menjalin terus pertemanan ada juga yang akhirnya pacaran beneran dan mau menerima apa adanya ketika bertemu secara fisik.

Pembaca sebaiknya kita jangan mengejek fisik temen, saudara, dan orang-orang di sekitar kita terhadap orang-orang yang fisiknya tidak seindah kita. Siapapun mereka jangan dilihat fisiknya tapi hatinya, hargailah orang-orang yang tidak secantik atau setampan kita. Jagalah perasaannya jangan sampai menyakiti dan mengolok-ngoloknya karena suatu saat kitapun akan punya keturunan mungkin saja keturunan kita nggak seindah diri kita, bukan begitu?

 

Groetjes,

Audry Djayasupena

 

 

About Audry Djayasupena

Dulu dikenal dengan nama La Rose Djayasupena, kemudian menggunakan nama Pingkan Djayasupena dan sekarang menjadi Audry Djayasupena. Tinggal di Negeri Kincir Angin. Pemikirannya yang 'progresif' terlihat dari artikel-artikel dan buku-bukunya. Sudah menerbitkan karyanya berupa beberapa buku, di antaranya yang cukup 'sangar' judulnya adalah "Bedroom Fantasy".

My Facebook Arsip Artikel

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerRSS

3 Comments to "Catfish"

  1. Linda Cheang  9 December, 2016 at 14:18

    judulnya koq, Ikan Lele? hehehehe

  2. Alvina VB  9 December, 2016 at 04:39

    Setuju ama James, mending bergaul ama yg nyata aja dech, yg di balik layar kadang gak sesuai dgn omongan/ kenyataannya. Di sos-med esp. FB mah apa juga bisa dibikin, mulai lagi berita yg wah dan aneh2…jauh dari yg beneran sampe foto2 yg diambil entah dari mana… pas muncul orgnya….really???
    what the……pada kecewa dah….

  3. James  8 December, 2016 at 17:01

    Audry, rasanya lebih srek dengan dunia nyata saja yah dari pada lewat Catfish begitu, jadi langsung gitu

    halo para Kenthirs apa komentar kalian ?

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *