My Less Messy Eve’s Curse: Menstrual Cup

Sasayu

 

Hola!! Everything You Need to Know About Menstrual Cup

Random thought kali ini mengenai “tamu” yang datang setiap bulan untuk para kaum hawa. Some could experience excruciating pain during the time of the month, some like me are blessed with higher tolerance of pain and just feel slight fatigue and tired. Tapi kali ini saya tidak akan membahas derita ataupun betapa kuatnya sosok seorang wanita, c’mon we bleed every month and we don’t die, we are pretty badass huh?

 

Warning: Note ini akan menampilkan anatomi tubuh dan alat reproduksi yang bagi orang-orang yang berpikiran sempit akan dianggap tidak pantas/haram/porno. Kalau kalian merupakan sebagian dari kaum tersebut yah sudah skip saja tidak perlu dibaca, and GROW UP!! Please deh, It’s a freaking organ that brought you to this world.

menstrual-cup

Tujuan saya menulis note ini untuk informasi dan edukasi bahwa datang bulan bukanlah merupakan topik yang tabu untuk dibicarakan. Kali ini lebih tepatnya saya akan membagikan pengalaman pribadi menggunakan menstrual cup (MC) selama delapan bulan terakhir dan hidup bebas dari pembalut/sanitary pads. Di sini saya akan menjelaskan apa sih menstrual cup, mitos-mitos yang beredar, bagaimana cara menggunakannya, kenapa saya memilih menggunakan menstrual cup, keuntungannya dan di mana kalian bisa mendapatkannya. Pokoknya saya akan mencoba membahas secara tuntas tentang benda yang satu ini.

Oke, berawal dari seringnya saya travelling dan setiap kali travelling saya akan membawa banyak cadangan pembalut. Di koper saya akan bertebaran bungkus-bungkus putih pembalut. Lama-lama saya merasa agak ribet kemana-mana harus sedia pembalut minimal 5-10 bungkus, dengan dua jenis pula, day and night. Manalagi saya punya preferensi merek tertentu dan harus yang bersayap. Lalu, setahun terakhir ini, saya lebih sering berpergian wisata laut, ga enak banget kalau snorkeling atau diving terus lagi datang bulan, berasa mengganjal di pantat dan setelah keluar dari air, pantat terasa lebih dingin dengan air yang terserap pembalut. It’s actually gross, your blood mixed with water terus menetes kemana-mana. Selain itu setiap saya ke WC untuk buang air kecil, pasti mau ganti pembalut, mencuci pembalut, terus nanti musti bawa kertas kecil untuk membungkus pembalut yang kotor. Ribet, apalagi di beberapa WC masa kini tidak tersedia spray bidet.

menstrualcup-3 menstrualcup-2

Lalu saya makin lama makin merasa bersalah dengan sampah plastik dan zat kimia yang harus saya buang setiap bulan bersama dengan darah kotor. Benar-benar tidak sustainable. Mulailah saya mencari-cari alternatif, kalau ganti ke tampon, sama saja bohong, belum lagi resiko terkena Toxic Shock Syndrome (TSS) lebih besar apabila menggunakan tampon. Kalau kembali lagi ke jaman dulu, pakai kain, beh, ribet banget musti cuci-cuci dan ngabisin air, belum lagi kalau bocor.

Akhirnya saya menemukan alternatif lain, yaitu menstrual cup. Duhhh, telat banget ya, padahal benda ini pertama kali dipatenkan tahun 1932 oleh McGlasson dan Perkins. Yang membedakan dari pembalut biasa ataupun tampon, MC ini tidak menyerap darah tetapi menampung. Pada awalnya dibuat dari bahan karet/latex, jadi tidak akan cocok dipakai oleh penderita latex allergy seperti saya ini. Untungnya saat ini, MC dibuat dengan menggunakan material medical-grade silicone.

Beberapa keuntungan dari MC:

MC akan selalu dijual dengan kantong cerah warna-warni

MC akan selalu dijual dengan kantong cerah warna-warni

  1. REUSABLE. Bisa dipakai berulang-ulang. Tergantung dari merk dan produsen, MC bisa digunakan 5-10 tahun.
  2. MORE SUSTAINABLE. Ya karena bisa dipakai berulang-ulang, jadi ga nyampah banyak-banyak, jauh lebih ramah lingkungan. Pakai tampon pun, tetap ada plastic applicator.
  3. LEBIH HEMAT. Selama delapan bulan terakhir saya tidak membeli pembalut sama sekali. Kalau misalnya pembalut yang benar-benar nyaman 1 packnya seharga 25.000, dan setiap bulan menghabiskan 1 pack. Saya sudah bisa menghemat Rp. 300.000/tahun. Kalikan itu dengan 33-43 tahun; masa subur wanita sebelum menopause, tidak lupa ditambah dengan inflasi harga.
  4. DAYA TAMPUNG LEBIH BESAR. Tergantung dari ukurannya, MC bisa menampung 24-37 mL. Recommended guide adalah mengeluarkan dan membuang darah kotor setiap 6-12 jam. Dan saya tidak perlu sering-sering ke kamar kecil untuk ganti pembalut. Kalaupun ke WC untuk buang air kecil, saya tidak perlu kuatir tangan ataupun pakaian terkena bercak darah, tinggal buang air kecil (saluran menstruasi dan saluran kencing berbeda ya, buat yang masih belum tahu), melap vagina, cuci tangan dan melanjutkan aktifitas seperti biasa. Biasanya, saya akan membuang darah kotor ketika di rumah.
  5. KEMUNGKINAN BOCOR LEBIH KECIL. Dengan ukuran size yang sesuai, kecil kemungkinan akan bocor.
  6. TERASA TIDAK MENGGUNAKAN ALAT. Karena alatnya dimasukkan ke dalam vaginal canal dan tidak berada di luar seperti pembalut, jadi ya tidak terasa menggunakan apa-apa. Bebas deh dari iritasi bergesekan dengan pembalut.

Bagaimana cara menggunakannya? Bisa dilihat di bagan bawah ini. Pertama, pastikan mencuci tangan dan membersihkan MC. Beberapa menyarankan merebus MC di air mendidih selama beberapa menit untuk proses sterilisasi. Lipat membentuk U-shape, lalu masukkan ke dalam vaginal canal. Lalu putar 360 derajat supaya MC mengembang dengan sempurna.

 

Instruksi Penggunaan Menstrual Cup

menstrualcup-6 menstrualcup-4

Sepertinya terlihat mudah, tetapi butuh latihan beberapa kali untuk terbiasa menggunakan MC. Awal-awal pemasangan akan terasa sedikit sakit, cuma lama-lama akan terbiasa. Setelah terpasang, tidak akan terasa apa-apa. Intinya, relax your muscle dan latihan.

Untuk mengeluarkannya, di ujung MC terdapat stem yang ditujukan untuk memudahkan proses penarikan. Tekan bagian bawah MC dan perlahan-lahan keluarkan MC dan buang isinya. Cuci bersih dengan menggunakan sabun, bilas dan pasang kembali.

MC ini biasanya terdiri dari dua size, satu sebelum melahirkan dan ukuran lebih besar untuk wanita yang sudah melahirkan.

Pertanyaan yang sering saya dengar, apakah menggunakan MC menyebabkan tidak perawan lagi? Menurut medis, keperawanan tidak ditentukan oleh ada tidaknya selaput hymen. You are not a virgin anymore when there is sexual intercourse. Bla..bla..bla…biological stuffs. Pertanyaan lagi dari seorang teman, panjangnya MC apakah sampai menembus selaput hymen? Slight pause with a long sigh…It’s a menstrual cup, not a dildo, and the last time I check it’s definitely not an erected penis. Jadi jawabannya TIDAK, memakai MC tidak membuat kamu kehilangan keperawanan.

Di usia berapa sepantasnya menggunakan MC? MC bisa mulai digunakan di usia ketika mulai menstruasi, tetapi kembali lagi ke preferensi masing-masing. Kalau kalian di bawah umur, mungkin sebaiknya konsultasikan dulu ke orang tua.

Di mana bisa mendapatkan MC? Kalau saya lihat beberapa situs e-commerce sudah menjual MC, merk yang paling terkenal Diva Cup, harganya 550 ribu di bukalapak dan toped, yang jual herannya kok cuma ada di Medan. Merk yang saya punya Eva Cup by Anigan, waktu itu menitip teman di US dengan harga yang jauh lebih murah, pas dapat diskon beli dua seharga Rp. 200rb dari harga asli 30USD.

Sekian note saya kali ini, semoga sedikit memberi pencerahan tentang produk feminine hygiene yang satu ini. Feel free untuk bertanya-tanya dan sharing pengalaman pribadi mengenai serba-serbi mengenai datang bulan.

Salam wanita sehat, we are made different but we are beautiful!

 

Sasayu

 

Source:

http://www.newhealthadvisor.com/How…

http://amonthwithoutplastic.blogspot.co.id/…

http://rubycup.com/blog/menstrual-c…

 

 

About Sasayu

Dari kecil passion'nya adalah makanan, bahkan sampai cicak pun dilahapnya tanpa basa-basi. Petualangannya melanglang buana, menjelajah benua Eropa mengantarnya meraih gelar dan ilmu dalam Food Technology dan Food Science. Setelah lulus dari Helsinki, kembali ke Tanah Air untuk melanjutkan kerajaan kecil keluarga: PONDOL - Pondok Es Cendol, spesialis masakan Jawa Tengah yang cukup melegenda di Jakarta.

Arsip Artikel

10 Comments to "My Less Messy Eve’s Curse: Menstrual Cup"

  1. Linda Cheang  6 February, 2019 at 09:25

    Sasayu, aku malah menemukan OrganiCup, menstrual cup yg kasih kantong kainnya dari belacu, warna broken white.

    Jadi, tak selalu kantong warna cerah

  2. Esti Fatma  7 August, 2017 at 06:20

    Kak, kalo pake MC pas pipis harus dicopot kah?
    *belom pernah pake MC..heheheh

  3. Lani  20 December, 2016 at 07:35

    Sasayu: boleh dibilang info ini buatku wes telaaaaaaaaat! Aku sdh terbebaskan dr menstrurasi.

    Aku dl pakai tampon, lebih praktis dibandingkan dgn pemakaian sanitary napskin.

  4. Alvina VB  9 December, 2016 at 03:32

    Sasayu, udah pernah denger cuman blm berani coba, soalnya kl masalah beginian sedikit gaptek, ha..ha….
    Ha..ha…James, aya-aya wae…

  5. Sasayu  8 December, 2016 at 23:27

    @James: makasih lho udh dibilang kenthir…hahahaha. Harusnya kedua kaum saling memperhatikan ya…

  6. Linda Cheang  8 December, 2016 at 17:19

    horeeeee, ada juga alternatif non ribet selain pembalut wanita dan tampon untuk menstruasi.

    OK, aku nanti meluncur ke lapaknya.

    Ma kasih, Sasayu

  7. James  8 December, 2016 at 16:54

    inilah suatu kesibukkan yang tidak dimiliki kaum adam, hanya kesibukkan Prostat juga tidak dimiliki kaum hawa

    kalau para Kenthirs ada dua2 nya berarti lengkap di Baltyra

  8. Sasayu  8 December, 2016 at 15:51

    @uchix, sama2 sudah berkunjung ke lapak sayaa. Sudah mulai semakin banyak yang menggunakan MC, terutama teman2 saya yang punya hobi menyelam.

    @arrifani: iya mba, mirip2 seperti penggunaan tampon.

  9. uchix  8 December, 2016 at 15:41

    pernah dibahas sama seorang youtuber, tertarik pakai, sangkain hanya ada di LN ternyata disini ada juga, trimakasih infonya

  10. ariffani  8 December, 2016 at 15:26

    wow.. aq masih bingung cara makenya. .. jadi di masukkan ke lubang vagina begitu??

    bukannya apa2 ketika sesuatu berhubungan dengan vagina, melahirkan dn sejenisnya. perut saya langsung mulas.. hehehehhehee..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.