Ia Sebagaimana Kita

Dwi Klik Santosa

 

“Saya tidak dapat membayangkan bagaimana perasaan hati saya, ketika menyaksikan bendera negara lain itu dinaikkan dan berkibar-kibar, hanya sebuah keharusan disebabkan oleh kiprah atlet yang menjadi juara karena terlahir dari keringat saya melatih,” begitu ucap Pak Chris.

Sangat saya kenang tentu saja, kata-kata Pak Christian Hadinata, salah satu yang terbaik dan menjadi kebanggaan Indonesia dari ranah bulutangkis, siang itu ketika sedang berdua saja ngobrol dengannya. Terpetik berita, konon pernah beliau didekati oleh timnas bulutangkis Denmark untuk melatih di sana dengan gaji berkali-kali lipat dengan gaji yang didapatnya dari melatih timnas di Indonesia. Begitulah, ketika ada kesempatan, terpaksa hal itu harus saya tanyakan lagi ke beliau. Tak hanya sekali dua kali, bahkan beberapa negara berusaha mendekatinya untuk mendapatkan harapannya. Dan begitulah itu jawabnya.

Setelah menerima jawabnya yang selugas itu, terpaku saya. Dan seperti kehilangan tanya lagi. Mata saya terpejam, berusaha untuk memahami perasaan orang tua yang berkata-kata pelan saja, tetapi seperti memiliki roh yang mampu menggoda batin saya.

Kisah Rexy Mainaki dan Ricky Subagja, pemain ganda kita yang berhasil menyabet emas di Olimpiade Atlanta 1996, dengan perjuangan yang berat dan sedramatis itu, kurang lebih adalah ingatan yang sangat berharga untuk mengingat bagaimana sosok Christian Hadinata sebagai pelatihnya. Yang tak saja barangkali mengajari secara teknis, tapi bagaimana mengisi batin salah satu atlet terbaik kita itu dengan lebih mendekatkan kepada sih ilahi agar diberikan ketenangan dan keberhasilan. Menjadi juara tentu tak saja menjadikan kebanggaan bagi dirinya pribadi, serta bagi penggelut dan pecinta bulutangkis semata, tetapi juga kebanggaan segenap bangsa, negeri darimana tanah dan airnya memberinya kehidupan.

Mungkin tak seberapa yang didapatnya dari hadirnya ingin melatih anak-anak bangsa yang tercecer sebagai talenta di beberapa daerah di Indonesia, akan tetapi ia memiliki kegembiraan yang tersendiri yang barangkali tak bisa diartikan dengan besarnya nilai secara nominal.

“Saya ingin berterima-kasih kepada bangsa ini, yang dulu pernah memberikan apa saja kesempatan bagi saya, hingga mengenal bangsa-bangsa lain di dunia dan menjadi juara. Jika masih bisa saya diberikan lagi kesempatan untuk berbakti, apa yang bisa saya lakukan?”

Begitu lagi kata-kata beliau kepada saya. Dan sekali lagi, menghentikan kehendak untuk banyak bertanya kepadanya. Jika tak banyak waktu mengenal sosok tua yang tenang dan punya aura gembira itu dari berbagai kegiatan yang kami jalani bersama di daerah-daerah di Indonesia dalam rentang waktu 5 tahun ini, barangkali tak akan terbetot seperti itu perhatian dan intuisi saya. Hal yang mengandung kebenaran dan punya bobot kejujuran yang liris disampaikan angin terdengar di telinga batin saya. Mungkin saya ini tidak begitu cocok menjadi wartawan, yang harus cerewet dan punya segudang pertanyaan untuk mendapatkan berita. Tetapi dengan mendapatkan jawaban yang melulu seperti itu, saya akui, lebih banyak membuat saya diam, berusaha mengerti dan memahami, darimana denyut dan nafas orang tua itu berasal, ingin mengalir dan menghembus.

christian-hadinata

ia sebagaimana kita
terlahir sebagai manusia indonesia 
memiliki kecintaan
ingin berguna, berarti dan sejati
begitulah elan itu ingin kutandai 
dan hayati untuk memahami
mencoba mengerti apa sebenarnya
pencarian yang selama ini
ingin kutemukan

 

 

4 Comments to "Ia Sebagaimana Kita"

  1. Dj. 813  16 December, 2016 at 00:29

    Semoga banyak penerusnya .

  2. James  14 December, 2016 at 14:49

    Al, kalau lagi dingin kan enak main badminton jadi panas anget badannya ?

  3. Alvina VB  14 December, 2016 at 11:59

    Terima kasih buat tulisannya mas Dwi. Salut buat Pak Christian Hadinata!
    Gak James, lagi kedinginan, he..he…

  4. James  13 December, 2016 at 18:20

    1….halo para Kenthirs lagi pada main badingdong (badminton) yah ?

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *