Kota Tua Mainz

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

HALLI…HALLO…

Sekedar jalan-jalan di kota tua, kota Mainz…

kotamainz-1

Kalau tidak salah ingat, Dj pernah juga cerita, namun kali ini Dj. ingin sedikit cerita jalan-jalan saja. Dan bukan soal bengunannya. Siapa tahu ada tempat makan yang spontan kami berdua tertarik untuk makan di sana, hahahahaha…!!!

Mengingat suhu udara akhir musim panas sudah mulai sejuk, tapi udara segar, tetap harus di konsumsi. Mengapa…??? Ya karena udara segar itu sehat dan kita semua membutuhkannya. Setuju…???

Di saat musim panas, di kota tua di Mainz, biasanya banyak seniman yang bermain gitar, Klarinette atau musik yang lainnya. Atau juga atraksi yang lain, sehingga kota tua terlihat semakin hidup, karena sampai jam 10 malam biasanya masih terang. Sayang kali ini tidak demikian…jadi kami hanya ingin jalan-jalan saja. Anehnya, kami ini sudah 41 tahun di kota kecil ini, tapi tidak pernah merasa bosan dan Mainz tetap menarik. Memang ada pepatah untuk orang yang tinggal di kota Mainz.

“MAINZ BLEIBT MEINS, WIE ES SINGT UND LACHT“ (Artinya, Mainz tetap miliku, bagaimana kami bernyanyi dan tertawa).

Maklum kota Karnaval, jadi orangnya juga santai dan banyak humor. Ini adalah moto atau semboyang dari masyarakat di Mainz yang suka Carnaval. Sehingga persatuan sepak bolanya pun (Mainz 05) sering disebut, persatuan sepak bola pelawak. Karena mau menang atau kalah, penontonnya tetap tertawa dan bernyanyi. Bagaimana tidak bahagia hidup di Mainz…Hahahahahahahahahaha…!!! Walau Mainz kota kecil yang penduduknya hanya sekitar 200 ribu kepala saja, namun Mainz adalah ibu kota negara bahagian. Jadi seperti Bandung untuk Jawa Barat, Semarang (Jawa Tengah) atau Surabaya (untuk Jawa Timur) dst.

Okay, kita kembali ke kota tua Mainz, Dj. sedikit ulangi pemandangan di kota Mainz yang sudah tua. Sekarang di jalan ini banyak dibuka Restaurant dan karena udara cukup bagus, maka banyak orang yang duduk diluar (walau dingin). Biasanya yang duduk diluar adalah perokok, karena didalam ruangan dilarang merokok. Jadi demi rokok mereka rela duduk di luar, walau dingin sekalipun, walau makanan juga cepat dingin…Hahahahahahaha…!!!

kotamainz-2 kotamainz-3 kotamainz-4 kotamainz-5

Kota tua Mainz tidak besar, jadi kalau jalan menelusuri ini jalan sekitar 30 menit sudah sampai diujung dan harus balik lagi.

kotamainz-6 kotamainz-7

Sampai di sini kami belum menemukan satu tempat yang malam itu cukup menarik. Yang makanannya saat itu bukan selera kami. Jadi kami masih mau jalan terus….

kotamainz-8

Kamipun kembali ke tempat awal, yaitu dekat gereja tua (DOM).

kotamainz-9

Kami melihat dimana kami pernah makan di Wilma Wunder, tapi hari itu kurang selera.

kotamainz-10

Jadi kami masih jalan lagi dan jalan lagi…Sampai kami melihat sesuatu dan malah membuat kami saling berpandangan…hahahahahaha…!!! Okay, akhirnya kami masuk ke tempat ini.

kotamainz-11

Puji TUHAN…!!! Walau tidak pesan tempat, tapi kami dikasih tempat, karena ini steack House, biasanya harus pesan tempat 2 – 3 minggu sebelumnya. Akhirnya kami diantar oleh pelayan ketempat duduk yang lumayan strategis. Dan setelah duduk, malah kami langsung dikasih menu cardnya, jadi langsung bisa milih minuman
Susi pesan anggur putih dan untuk Dj. anggur merah…

kotamainz-12

Nah ya…PROOOOOOST…!!!

kotamainz-13

Inilah saat kami juga melepas sedikit kelelahan karena sudah banyak jalan…Sambil memilh makanan yang kami inginkan…Mau makan ini…??? Atau itu…??? Ngobrol berduaan, seperti nyonya dan tuan saja… Hahahahahahahaha…Akhirnya kami temukan apa yang kami inginkan…Susi memilih…

kotamainz-14

Dan Dj. lebih suka…

kotamainz-15

Nah ya, saladnya datang duluan…

kotamainz-16 kotamainz-17

Sedikit lama juga menunggu pesanan kami, tapi datang juga dan pelayang meminta maaaf, karena sedikit lama menunggu. Pesanan Susi…Steak dengan kentang yang dibakar, tapi dibungkus kertas aluminium dan hanya 200 gramm saja.

kotamainz-18

Dan untuk Dj. Itu tadi “Rib-Eye-Steak” dan hanya 300 gram saja.

kotamainz-19

Kami cukup puas dengan rasa pun kelembutan steak ini, sungguh mak nyuuuus…!!!

kotamainz-20

Sambil makan, kamipun terus ngobrol…seperti di rumah tidak pernah ngobrol saja…hahahahaha…!!! Dan setelah kenyang dan puas, maka kamipun pamitan mau pulang. Jelas dong, ya harus bayar dulu dong…Hahahahahaha…!!!
Kamipun meninggalkan “El Chico“ dengan perasaan puas.

kotamainz-21

Okay…Itu tadi sedikit jalan-jalan di kota tua di Mainz…Siapa tahu ada dari anda sobat di Baltyra yang akan datang dan ingin mentraktir kami, silahkan datang. Hahahahahahahahaha…!!!

Terimakasih untuk perhatian anda semuanya yang selalu menanti hari Selasa. Dan juga pengasuh Baltyra yang tidak atau belum bosan dangan oret-oretan Dj.

Mohon maaf, bila banyak kata-kata yang kurang berkenan.

Semoga Berkat dan Kasih TUHAN, selalu menyertai kita semuanya.

 

Salam manis dari Mainz.
Dj. 813

mainz-djokopaisan

 

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

15 Comments to "Kota Tua Mainz"

  1. Lani  20 December, 2016 at 07:27

    Mas DJ: Setelah ndekem hampir seminggu dirumah, tdk keluar krn menghindari utk tdk berbicara agar tenggorokan cepat sembuh…………pagi ini bangun aku wis bregas waras……….puji Tuhan!

  2. Dj. 813  18 December, 2016 at 22:20

    Hallo yu Lani . . .
    Mahalo yu, sudah mampir .
    Semoga sudah semakin sehat ya yu .

    Rumah Jerman tua itu kalau di Jerman, disebut ” Fachwerkhaus ”
    Entah apa dalam bahasa Inggrisnya .
    Rumah-rumah tua itu sangat diindungi dan dirawat .

    Takut bisa disrempet becak ya yu .
    Dj. malah sudah pernah disremppet spedamotor saat akan bei salak di pasar Klewer di Solo .
    Tapi untung tidak luka, jadi kami semua malah tertawa .
    Hahahahahahahahaha . . . ! ! !

    Indonesia memang sangat rawan dengan hal-hal yang demikian .
    Apalagi sekarang dijaman modernisasi ini .
    Dengan kemajuan jaman, banyak orang stress .
    Yang dulu bukan masalah, sekarang salah bicara saja bisa jadi rame .

    Okay yu, kalau belum sehat benar, sebaiknya banak istirahat .
    Agar cepat sembuh ya yu .
    Saammanis dari Mainz .

  3. Lani  17 December, 2016 at 08:29

    Mas DJ: pertama-tama kota Mainz mengingatkanku ktk jalan2 di Jerman, krn dari bentuk rumahnya, kotak2 apakah mas tahu apakah ada namanya bentuk2 rumah spt itu?

    Spt misalnya di America ada bentuk rumah dgn model yg sama

    Jadi ingat ktk mudik tdk menemukan tempat utk jalan2 sesantai spt yg ada di artikel, bisa2 disambar becak, atau sepeda motor boro2 mau cari sehat malah kesrempet bisa2 masuk RS dah hahaha

    Mas aku lebih suka saladnya kelihatan segar jelas ini alasan pribadi saja krn mmg ndak makan steak

  4. Dj. 813  16 December, 2016 at 00:20

    Sierli FP 14 December, 2016 at 20:42

    Aku dah tau, buntut2nya pasti makan..hahahahhaa…
    Senang liat om dan tante *-*

    ——————————————————————————–

    Hahahahahahahahahallo Sierli . . . .
    Benar juga ya, ujung-ujung nya untuk bukan yang ujungnya .
    Hahahahahahahaha . . . ! ! !
    Salam sayang dari Mainz .

  5. Dj. 813  16 December, 2016 at 00:18

    Linda Cheang 14 December, 2016 at 15:16

    Oom, kelihatan steak-nya enak, tapi steak-nya ada yang bukan daging sapikah?

    Aku hanya santap daging ayam, ikan dan tentu saja daging BABI! (yang ini wajib) hehehehe

    ——————————————————————

    Hallo Linda . . .
    Terimakasih sudah mampir . . .
    Benar bahkan sangat eunak . . .
    Hahahahahahahaha . . . ! ! !
    Kalau di El Chico ya hanya daging sapi dari Ergentina saja .
    Kalau di Mexico Lindo ada macam-macam .
    Kalau mau daging B2 yang paling enak, ya ke kampoengnya Susi
    di Idar-Oberstein .

    Kami juga sering bikin sendiri dari daging B2 .
    Karena Susi tidak begitu suka daging sapi .

    Lagi pula daging B2 jauh lebih murah daripada daging sapi .
    Hahahahahahahahaha . . . ! ! !

    Salam manis dari Mainz .

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *