Second Choice

Audry Djayasupena – Belanda

 

Artikel sebelumnya:

Millionaire Mencari Cinta

 

Tulisan ini  lanjutan dari tulisan  “Millionaire Mencari Cinta” dalam tulisan ini saya akan menulis dari sisi para perempuan yang dipilih oleh para millionaire yang sedang mencari jodoh. Seperti yang saya tulis sebelumnya kalau mak comblang Patti Stanger saat mengadakan party si cowok millionaire itu hanya membolehkan memilih dua perempuan yang menurutnya menarik lalu secara bergantian kedua perempuan yang dipilih itu dipertemukan dengan cowok millionaire selama tiga menit.

Setelah perkenalan tiga menit lalu Patti Stanger  si mak comblang diruangan para perempuan yang kumpul diruangan party, mempersilahkan si cowok millionaire itu untuk mengambil keputusan dengan siapa dia mau ngedate dengan cewek  A atau cewek B? Tentu suatu keputusan yang sulit karena dua-duanya menarik buat cowok millionaire ini tapi pilihan ngedate hanya boleh dengan satu cewek maka harus mengambil keputusan segera dengan yang cewek mana.

Ketika si cowok millionaire ini di depan para perempuan itu memilih cewek A terlihat para perempuan yang menjadi saingannya mukanya ada yang kecewa bisa terlihat dari raut mukanya tapi mereka tetap tersenyum. Para perempuan itu menunggu keberuntungan di lain waktu semoga akan terpilih suatu saat kalau Patti Stanger si mak comblang mengadakan party lagi bersama cowok-cowok millionaire yang mencari jodoh.

Perempuan-perempuan yang diundang Patti Stanger si mak comblang ini mereka adalah perempuan yang mempunyai karir macam-macam, mereka ini perempuan-perempuan mandiri walau mereka bukan seorang millionaire tapi mereka sangat percaya diri ketika berhadapan dengan cowok millionaire yang mencari jodoh itu. Rasa deg-deg-an tentu ada saat sesi perkenalan itu normal.

Yang paling menarik dari sikap para peremuan ini  adalah saat si cowok millionaire memutuskan memilih ngedate dengan cewek  A yang telah dipilihnya dan ternyata  cewek A  ini menolak untuk ngedate dengan cowok millionaire tersebut, tentu bikin suprise para perempuan dan juga Patti Stanger si mak comblang, juga si cowok millionaire itu. Ketika ditanya Patti Stanger si mak comblang kenapa menolak? Alasannya yang paling umum kurang  suka, kurang menarik ketika sesi perkenalan misalkan si cowok terlalu arogan dan sebagainya.

Karena  cewek A sudah menolak maka pilihan si cowok millionaire jadi ke cewek B sebagai pilihan kedua. Dan ternyata cewek B juga menolak ketika dipilih, alasannya karena dia nggak mau menjadi pilihan kedua. Cewek B bicara jujur di depan cowok millionaire dan perempuan-perempuan yang ada dalam ruangan party. Saya kagum dengan perempuan yang  menolak  menjadikannya pilihan kedua untuk diajak ngedate karena mereka punya sikap, punya harga diri, punya pendirian, pokok macam-macam deh penilaian saya ketika melihat perempuan itu nggak mau menjadi pilihan kedua. Karena kalau saya menjadi bagian dari mereka dan menjadi pilihan kedua sayapun akan menolaknya. Kalau dibilang gengsi nggak juga deh rasanya hanya mungkin lebih tepat menurut saya untuk membalas rasa kecewa aja saat nggak dipilih yang pertama oleh si cowok millionaire itu, biar bagaimana tentu perempuan lebih suka dipilih yang pertama daripada menjadi pilihan kedua. Iya nggak? Walau ada juga sih cewek yang mau dijadikan pilihan kedua di acara itu tapi jumlahnya satu di antara seratus perempuan.

Memang seharusnya kita sebagai perempuan harus punya sikap, punya pendirian, walaupun itu cowok millionaire bukan berarti bisa dengan mudah mendapatkan perempuan yang dia mau tanpa menjaga perasaan perempuan yang akan dipilihnya. Saya juga salut sama perempuan-perempuan yang nggak mau menjadi pilihan kedua, mereka nggak silau dengan harta para cowok millionaire itu. Mereka hanya ingin dihargai aja, pengen menjadi orang yang  pertama dipilih bukan menjadi pilihan yang kedua.

Perempuan-perempuan barat mereka lebih spontan, percaya diri, dan nggak bertele-tele dalam mengambil keputusan. Masalah harta mencari laki-laki kaya tentunya  hampir semua perempuan  umumnya memimpikan itu, tapi tentu tanpa harus merendahkan diri. Yang paling utama itu adalah respect ketika kita berkenalan dengan lawan jenis setelah itu kita lanjut menilai seseorang lebih dalam hal hati dan hal  financial lalu fisik.

Yang menarik lagi cowok millionaire ini misalkan umurnya antara 40-50 tahun meminta Patti Stanger si mak comblang mencarikan cewek umur 22-25 tahun. Tentu Patti Stanger si mak comblang menyarankan untuk mencari cewek yang seumuran dengan cowok millionaire itu atau kalau muda nggak lebih dari lima tahun. Akhirnya Patti Stanger si mak comblang ini memilih beberapa cewek muda sekitar 22-27 tahun untuk diwawancara apa mereka mau ngedate (mencari pasangan) cowok umur 40-50 tahun?

Sementara para cowok millionaire yang ingin mencari pasangan cewek muda ada di balik kaca yang nggak tembus pandang. Cowok millionaire ini bisa melihat dan mendengar cewek-cewek yang Patti Stanger si mak comblang kumpulkan untuk ditanya sementara cewek-cewek itu nggak melihat dan mendengar si cowok millionaire itu di balik kaca. Daaan…jawaban cewek-cewek muda itu mereka nggak mau ngedate atau mencari pasangan dengan laki-laki tua. Mereka mau dengan yang seumuran atau umurnya di atas mereka sedikit.

Karena cowok millionaire itu sudah menyaksikan sendiri cewek-cewek muda itu menolak maka selanjutnya Patti Stanger si mak comblang mengadakan party mengumpulkan cewek-cewek yang seumuran  atau lebih muda beberapa tahun dengan si cowok millionaire.

Yaaa…kita sebagai perempuan tentu harus punya pendirian, cowok seperti apa yang kita mau untuk masa depan walau cowok-cowok itu kaya yang disodorkan mak comblang tapi kalau nggak sesuai dengan kriteria yang kita mau kenapa harus dipaksakan? Karena mencari pasangan hidup untuk berumah tangga bukan sebatas ngedate aja jadi  harus dipikirkan matang-matang dengan type cowok atau cewek bagaimana untuk masa depan kita, karena berumah tangga itu kalau bisa buat seumur hidup.

 

Groetjes,

Audry Djayasupena

 

 

About Audry Djayasupena

Dulu dikenal dengan nama La Rose Djayasupena, kemudian menggunakan nama Pingkan Djayasupena dan sekarang menjadi Audry Djayasupena. Tinggal di Negeri Kincir Angin. Pemikirannya yang 'progresif' terlihat dari artikel-artikel dan buku-bukunya. Sudah menerbitkan karyanya berupa beberapa buku, di antaranya yang cukup 'sangar' judulnya adalah "Bedroom Fantasy".

My Facebook Arsip Artikel

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerRSS

6 Comments to "Second Choice"

  1. Lani  17 December, 2016 at 08:12

    James: hehehe……..aku ndak pilih yg manapun……..ndak ada yg menyodorkan calon buat diriku ………

    Pertanyaan buat pentulise………mau berganti nama sampai berapa kali? Diganti krn ingin punya nama paling bagus/pas didengar atau karena apa? Pertanyaannya mudah/sulit utk dijawab?

  2. Audry  16 December, 2016 at 18:26

    Eeh sorry kok salah ketik maksudnya:

    James & Handoko : Siiiip gitu kok jadi doble James?

  3. Audry  16 December, 2016 at 13:06

    Alvina : Sendiri dong …

    James&James : Sippp!

  4. Alvina VB  16 December, 2016 at 11:12

    Pingkan eh Audrey dulu dicomblangin/pilih suami sendiri?
    James, mau pilihan sendiri donk…

  5. Handoko Widagdo  15 December, 2016 at 16:31

    Semoga ada yang berlanjut dalam perjodohannya.

  6. James  15 December, 2016 at 12:42

    1….choice only

    hayo para Kenthirs mau pilih yang mana ?

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *