[Duabelas Tahun Tsunami] 26 Desember 2004 – 26 Desember 2016

Alvina VB – Canada

 

Persis hari ini, tanggal 26 December dua belas tahun yang lalu, Tsunami menelan korban banyak jiwa (sebanyak 227.898 jiwa dan puluhan ribu yang terhilang) terutama di ujung barat Indonesia (Banda Aceh), Sri Lanka, India, Thailand, Maldives, Diego Garcia, Seychelles, Somalia dan Kenya. (Mohon lihat diagram 7 jam pertama di mana Tsunami menghantam di banyak negara; sumber diambil dari Singaporean newspaper-The Straits Times).

Kalau pembaca masih ingat Tsunami 2004, pada saat itu di mana kita berada, sedang apa kita saat itu dan bagaimana reaksi kita dan dunia setelah kejadian alam tersebut terjadi. Tulisan ini merupakan pengalaman dan pengamatan saya pribadi setelah Tsunami.

Kami sekeluarga sedang ada di Jakarta (setelah pesta pernikahan adik bungsu saya beberapa minggu sebelumnya), dan siap-siap untuk kembali ke Canada. Pada saat berita Tsunami meluncur dengan hebohnya, kita telah tiba di Changi airport untuk transit, menunggu pesawat berikutnya. Semua mata orang tertancap di layar TV, seolah tidak percaya dengan apa yang telah dan sedang terjadi.

Semua channel TV, baik yang lokal dan internasional menayangkan berita Tsunami yang meluluhlantakan banyak tempat di pesisir pantai di banyak negara dan banyak korban jiwa yang mulai berjatuhan. Terlihat jelas di berita-berita lokal, histeria dan kebingungan mulai terjadi saat banyak keluarga korban kehilangan sanak keluarganya dan tidak dapat menemukan mereka. Korban (terlihat banyak anak-anak kecil) dan mayat mulai dikumpulkan dan banyak keluarga yang histeris,bisa mengenali anggota keluarganya dan banyak pula yang masih terhilang, belum diketemukan.

Saat itu setelah Tsunami terjadi, di negara barat, banyak pemerintahan, perusahaan, NGO, rakyat biasa (termasuk anak-anak di banyak sekolahan) tergerak untuk menggalang dana untuk menolong para korban yang keluarganya hilang, yang rumahnya hilang dan yang masa depannya tidak jelas. Pada saat itu, di seluruh dunia ratusan juta dollar terkumpul untuk para korban Tsunami. US menyumbang 35 juta dollar, Jepang 30 juta dollar, UK 28 juta dollar, Australia dan German masing-masing 27 juta dollar, Perancis 20.4 juta dan Saudi Arabia 10 juta. Canada sendiri berhasil mengumpulkan lebih dari 137 juta dollar (dari rakyat biasa) yang kemudian digabungkan dengan dana pemerintahan sehingga lebih dari 150 juta dollar. Sementara pemerintah Spanyol bersedia memberikan ‘line of credit’ sebagai dana emergensi untuk negara-negara yang terkena musibah, sebanyak 68 juta dollar.

Seperti Tsunami bayangan, dana besar tersebut mengalir ke tempat yang salah, ke organisasi yang kurang kredibilitasnya (walaupun punya nama besar) dan ke orang-orang yang juga salah ditempatkan. Ini bukan rahasia umum lagi, silahkan saja google semua penyelewengan dana dan scandal Tsunami 2004. Saya tidak akan mengupas penyelewengan dana secara detail dan mencaci maki pihak-pihak yang terkait, karena hal tsb akan membuka luka keluarga korban yang tertinggal dan masih hidup sampai hari ini, dan juga para sukarelawan yang terjun langsung di lapangan, setelah Tsunami tanpa ada imbalannya.

Walaupun kejadian tersebut telah 12 tahun lewat, masih segar dalam ingatan saya dampak Tsunami yang boleh dikatakan positive:

1. Hampir semua orang di sini yang tidak tahu di mana Indonesia sebelumnya, jadi tahu letak Indonesia. Mereka juga baru tahu Bali cuma satu pulau kecil di Indonesia dan Bali bukan negara, tetapi bagian dari Indonesia dan bukan sebaliknya.

2. Banyak sekolahan di sini mengajarkan tentang Tsunami dan apa saja yang harus dilakukan kalau ada gejala Tsunami pada saat mereka liburan yang dekat pesisir pantai. Pendidikan seperti ini dapat mencegah terjadinya banyak korban kalau itu terjadi lagi suatu hari nanti.

3. Banyaknya NGO baru yang muncul, yang didirikan oleh anak-anak muda, khususnya di lingkungan sekolah dan masyarakat biasa, karena mereka kecewa dengan penanganan dana oleh organisasi besar dan ternama di Canada dan di dunia terhadap korban Tsunami (bahkan sampai beberapa tahun setelah Tsunami masih banyak orang yang tinggal di tempat penampungan sementara dan banyak keluarga yang terpisah karena “kekurangan dana”).

4. Banyak orang yang biasanya individualistic dan egois, menjadi tergerak untuk membantu dan menunjukan nilai kemanusiannya yang selama ini tidak nampak. Contohnya, ada satu ibu yang saya tahu persis tidak pernah bicara dan sangat individualistic. Saat ketemu muka, dia memanggil saya, karena dia tahu saya dari Indonesia. Pertanyaannya cukup singkat: “apa yang bisa saya bantu untuk negara kamu?”

5. Orang yang jahat dan pembenci sebelum Tsunami, ternyata bisa berbalik baik dan melupakan kebenciannya. Pada waktu saya keluarga kembali ke rumah, kita mengecek answering machine yang penuh dengan pesan urgent untuk menelepon mereka kembali, baik itu dari kawan maupun dari dari orang yang benci/tidak pernah menyukai kita sebelumnya (entah apa alasannya, kurang jelas). Saat kami ketemu muka, mereka semua lega dan memeluk kita, bersyukur kita masih hidup dan mereka sepertinya melupakan kebenciannya dan menyesali perbuatannya.

6. Anak yatim piatu dari negara barat yang kehilangan ayah ibunya saat Tsunami, setelah dewasa mereka membantu anak-anak yatim piatu di negara berkembang, termasuk negara-negara korban Tsunami. Contohnya pendiri perusahaan sendal jepit/flip flop Gandys London. Dan masih banyak lagi keluarga di barat yang mendirikan fondation dan mengeluarkan scholarship/beasiswa atas nama keluarga mereka yang meninggal/.terhilang karena Tsunami.

7. Tidak banyak orang yang tahu kalau Tsunami tidak terjadi, disinyalir bisa jadi ada Jakarta bombing yang untuk ke sekian kalinya. Jakarta bombing telah banyak terjadi sebelumnya: Agustus 2000- bombing di kediaman dubes Filipina, September 2000- Jakarta Stock Exchange, Natal 2000 (banyak gereja di tanah air dan Jakarta salah satunya), Agustus 2003- Marriott Hotel, dan September 2004- Australian Embassy bombing. Setelah Tsunami, polisi di Jakarta menemukan bahan peledak di satu mobil di dekat salah satu hotel berbintang di Jakarta. Kolom berita LN di sini (The Gazette) mencatat Jakarta bombing tidak terjadi karena disinyalir otak teroris tsb kembali ke Aceh untuk mencari sanak keluarganya yang kemungkinan terkena musibah.

8. Silahkan ditambahkan sendiri, kalau masih ingat….sesuai dengan pengalaman pribadi masing-masing pada saat itu, dua belas tahun yang lalu…

 

RIP Korban Tsunami 2004

 

 

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerRSS

10 Comments to "[Duabelas Tahun Tsunami] 26 Desember 2004 – 26 Desember 2016"

  1. Alvina VB  15 January, 2017 at 05:31

    Hennie, banyak cerita sedih spt ini stl Tsunami 2004, ada yg kehilangan 1 kel.nya, ayah ibunya, kakak dan adiknya, dsb. Ini ada cerita yg disharing kawan saya setelah kejadian 2004 dan saya saat itu gak begitu memperhatikan dampaknya, ttp saat ini sudah banyak org yg dengar dan ada org yg berani masukan cerita ini ke CNN group:
    http://www.cnngrup.com/2016/12/heboh-terungkapnya-rahasia-besar-di.html
    Kira-kira ada gak pembaca Baltyra yg pernah dengar cerita ini?

  2. HennieTriana Oberst  9 January, 2017 at 14:52

    Kalau ingat kejadian ini sedih…banget. Banyak teman dan kenalanku yang kehilangan keluarga, dan tak tahu di mana keberadaan mereka sampai hari ini. Waktu kejadian ini adik saya dan keluarganya sedang berkunjung ke Jerman. Mungkin memang sudah begitu jalannya, ipar saya ini resigned dari kerjaannya di Banda Aceh karena akan lama berkunjung ke Eropa. Proyek mereka ada di Banda.
    Teman baik saya kehilangan 3 anaknya, sampai sekarang tak ditemukan.
    Thanks Alvina untuk tulisannya.

  3. Alvina VB  27 December, 2016 at 13:35

    Mbakyu Lani, apa lihat org2 di California pada ngumpulin dana utk korban Tsunami?

  4. Alvina VB  27 December, 2016 at 13:32

    James, bukan hanya pem. Ind aja yg korupsi, organisasi besar di US dan Canada yg nanganin dana juga ikutan korupsi kok. Bahkan ada yg dpt bonus thnan jauhhhh lebih gede dari thn sebelumnya, opo tumon….

  5. Lani  27 December, 2016 at 12:40

    Al:Yang jelas aku sdh di America dan tepatnya msh di California

  6. James  27 December, 2016 at 08:30

    Al, yang Pasti Jumlah Uang yang di Kantongin Koruptor jauh lebih besar dari yang diberikan kepada para Korban, maka dari itu waktu itu Australia memberi Sumbangan dengan syarat harus diberikan ijin menyerahkannya sendiri oleh Team Australia agar jaminan sampai ditangan para korban, karena Indonesia sudah terkenal Korupsinya

  7. Alvina VB  27 December, 2016 at 04:45

    Mas Budi: Selamat Natal & Tahun Baru. Walaupun sudah lama berlalu, ttp dampaknya masih tersisa sampai hari ini.

  8. Budi Margomuljo  26 December, 2016 at 13:35

    Sudah lama berlalu, Tsunami di Aceh tahun 2004.
    Turut berduka untuk para korban.

  9. Alvina VB  26 December, 2016 at 12:51

    Iya mbakyu Lani sudah 12 thn yg lalu. Mbakyu ada di mana Dec 26, 12 thn yg lalu?

  10. Lani  26 December, 2016 at 10:26

    Al: waktu berlari sgt cepat ya………….

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *