Luxus

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

HALLO ANDA SEMUA DI BALTYRA YANG BERBAHAGIA…

Jangan kaget membaca thema di atas…Bagi anda yang tinggal di Indonesia, hal ini mungkin hal yang sangat biasa saja, tapi tidak demikian bagi kami. Tapi yang jelas bagi kami, merupakan hal yang bahkan sangat “LUXUS“.

Kadang kelau cerita tentang hal ini, kami sangat menikmati saat liburan di Indonesia.  Karena hal ini tidak mungkin bisa kami nikmati setiap saat kami di Eropa.

Yaitu potong rambut ke Salon. Kalau di Indonesia, potong rambut di Salon, bisa sekalian memanjakan diri dengan creambath dan juga pijatan untuk lengan dan kaki. Sungguh sangat menyenangkan bisa setiap saat ke salon bila ingin memanjakan diri. Hahahahahaha…!!! Tapi tidak demikian dengan kami di Eropa, ke salon untuk potong rambut cukup mahal, karena ongkos pekerja di Jerman memang cukup tinggi. Ini merupakan hal yang LUXUS bagi kebanyakan orang di Eropa.

Untuk potong rambut pria, sekitar 25 – 30 Euro (sekitar Rp. 400.000,-), belum uang tipnya. Ada sih yang murahan, yaitu di salon orang Turki yang hanya 15 Euro, tapi lihat tempatnya saja sudah kurang nyaman.

Nah ini untuk pria, apalagi untuk wanita. Hal ini sedikit rumit, karena kebanyakan wanita kalau sudah cocok dipotong rambutnya oleh seseorang, dia tidak ingin dipotong oleh orang lain. Benar…???

Ada harga untuk rambut panjang dan rambut pendek dan biasanya wanita ingin mewarnai rambutnya. Nah ini jauh lebih mahal lagi, bisa diatas 100 Euro (Rp. 1,5 jt). Untuk potong rambutnya Susi, kami harus keluar kota, sekitar 50 Km. Karena dulu sudah sering dipotong di Mainz, tapi kemudian orangnya menikah dan tidak kerja lagi. Nah kemudian coba dipotong oleh orang lain, tapi selalu kurang puas. Olehnya saat jalan-jalan di satu Mal di luar kota dan coba potong rambut, kok dia bilang cocok, jadi setiap akan potong rambut, harus ke sana.

Sayang harga di foto di atas tidak nampak semuanya. Dan ini adalah ruang depan salon yang penuh dengan macam-macam keperluan untuk rambut wanita. Nah ini bekas pacar sebelum dipotong rambutnya.

Dan saat dipotong oleh langganannya (foto diambil oleh Dewi yang nungguin mamanya dipotong rambutnya.

Sambil menunggu potong rambut selesai, Dj dan si ragil lebih baik menunggu di Starbucks Coffee.

Dan saat kami di Starbuck Coffe, maka datang kakaknya dan menyuruh adiknya agar sekalian potong rambut, karena rambutnya sudah acak-acakan. Hahahahahahahaha…!!!

Ini kakak adik untungnya selalu rukun.

Adiknya pun nurut dan pergi ke salon untuk pria dengan diantar kakaknya. Di foto dibawah ini kelihatan seolah Daniel dipijat, tapi tidak demikian, hanya memasang kertas di leher agar potongan rambut tidak masuk
di antara baju dan leher. Di Mainz tidak ada yang namanya creambath, kalau ingin bayar lebih, biasanya ditawari, apa mau sedikit dipijat kepalanya. Mungkin hanya 1 menit saja. Hahahahahahahaha…!!!

Foto-foto diambil oleh Eva, saat dia nungguin adiknya dipotong rambutnya dan dia kirim lewat WA ke Dj. yang nunggu di Starbucks Coffee.

Dan akhirnya selesai dan kami kumpul rame-rame di Starbucks Coffee. Disini Dj. sedikit senyum, karena Daniel merasa di tolong kakaknya, maka dia pesankan minuman untuk kakaknya.

Senang sekali, bahkan boleh Dj. katakan satu kebahagiaan, melihat mereka rukun.

Dan diapun mendekati Dj. untuk foto berdua.

Dan inilah kami, keluarga kecil yang menikmati kebahagiaan, walau hanya soal sederhana saja.

Walau potong rambut adalah satu hal yang LUXUS, tapi demi keluarga jalankan besama, toch tidak setiap minggu ini. Hahahahahahahahahaha…!!!

Dj. rasa tidak ada bedanya dengan potong rambut di USA atau di Canada atau di Australia dan yang jelas akan lebih mahal daripada di Indonesia. Jadi…berbahagialah anda yang tinggal di Indonesia, semua serba dimanjakan alam dan lingkungan.

Terimakasih untuk perhatian anda semuanya juga terimakasih kepada pengasuh Baltyra yang selalu menayangkan oret-oretan Dj.

Mohon maaf bila banyak kata-kata yang kurang berkenan.

Semoga Kasih dan Berkat TUHAN, selalu menaungi kita semuanya.

 

Salam manis dari Mainz
Dj. 813

 

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

15 Comments to "Luxus"

  1. Dj. 813  31 December, 2016 at 03:17

    Haallo Linda . . .
    Hatur Nuhun Linda . . .
    Benar sekali, berbahagialah semua yang tinggal di Indonesia . . .
    Murah meriah . . .
    Hahahahahahahahaha . . . ! ! !
    Salam manis dari Mainz .

  2. Linda Cheang  29 December, 2016 at 09:47

    beruntunglah kami yang di Indonesia. Biaya potong rambut murah meriah

  3. Dj. 813  28 December, 2016 at 19:43

    Dimas Josh Chen . . .
    Wid . . . .
    Krist . . .
    Terimakasih untuk jempolnya .

    TUHAN MEMBERKATI . . . ! ! !

  4. Dj. 813  28 December, 2016 at 19:41

    Alvina VB 28 December, 2016 at 05:49

    Ha..ha….James, saya juga pikir Lexus. Mas Dj, emang kl di sini potong rambut/warnai rambut cukup mahal mas krn kan gaji mereka tentunya sesuai dengan skills mereka. Gak gampang ternyata kerja di salon di sini, musti punya certificate sekolah potong rambut. Selain sekolah potong rambut dulu dan praktek potong rambut ratusan org sblm betulan kerja dan gak bisa asalan warnain rambut org, musti sekolah lagi khusus buat colourist ; kl salah bisa2 salonnya diblack-list atau malah disue org lage… Di sini yg murah meriah emang hairdresser Chinese punya, ttp minta ampyunnnn…kebersihannya no. seratus sekian dech….pernah 1x diajak kenalan org Chinese yg bilang: eh..ngapain kamu keluar ratusan dollar kl cuman buat ‘cut & blow’ rambut; ayo ikutan sama saya ke tempat yg jauhhhh lebih murahhhhh. Pas sampe (ini di China-town), ngeliatnya aja udah geli euy….he..he…abis rambut ada di mana-mana dan sisir yg ada penuh sama rambut org, lah kok gak dibersihin sech??? Belum lagi tempat buat cuci rambut kok kaya gitu ya? Tempat duduknya juga ala kadarnya dah….. Saya berkelit aja, wah waktunya mepet, saya mau meeting dulu, lain kali aja dech, udah tahu tempatnya ini…(dlm hati sich aduch biyung….gak janji dech….)
    ———————————————————————-

    Hallo Alvina . . .

    Terimakasih sudah mampir . . .
    Sangat benar, di Jerman, anak-anak yang ingin kerja di Salon juga harus sekolah .
    Biasanya mereka yang tamat sekelas SMP ( di Indonesia ), harus mengikuti sekolah kejuruan .
    Olehnya, mereka tidak bisa asal potong rambut .
    Dan disatu salon, juga harus ada Masternya yang selalu mengawasi pekerjaan mereka .

    Entah kalau di Indonesia, mungkin juga sudah ada pendidikan untuk jadi tukang potong rambut .
    Tapi pernah, kami disatu Mal di Surabaya, Susi tidak puas dengan hasil kerja disatu salon .#Tapi kami tidak mau ribut .
    Olehnya setelah keluar dari satu salon, masuk ke salon sebelah .
    Hahahahahahahaha . . . ! ! !

    Itu tukang potong rambutnya, tanya, siapa yang potong rambutnya . . . ? ? ?
    Dj yang jawab, itu baru saja keluar dari salon sebelah .
    Orang nya bilang, minta kembali uangnya .#Dj. bilang kasihan nanti malah itu orang dapat kesulitan .

    Tapi si pemor´tong rambut tetap bilang, nanti akan saya tanyakan .
    Itu bikin rusak nama perusahaan sebelah .
    Hahahahahahahahaha . . . ! ! !

    Kalau di Mainz, yang Dj lihat, setiap selesai potong rambut, selalu ada orang yang menyapu rambut yang ada dilantai, jadi selalu kelihatan bersih .

    Kalau banyak rambut berserak di lantai, so pasti itu kurang baik untuk dilihat .

    Okay, salam manis dari Mainz .

  5. Dj. 813  28 December, 2016 at 19:30

    HennieTriana Oberst 27 December, 2016 at 14:57

    Frohe Weihnachten mas Dj und Familie!!! Iya ya potong rambut di Indonesia paling enak, bisa sambil memanjakan diri hehehe…
    —————————————————-

    Hallo Hennie . . . .
    Danke dir . . .
    Sooooo Frohe Weihnachten ( Gesegnete Weihnacht zeit ) für Euch .
    Und Gute Rutsch im Neue Jahr 2017 .

    Liebe Grüße aus Mainz

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *