Mangan Ora Mangan, Asal Ngising

Fire – Yogyakarta

 

Sudah lebih dari setahun rumah saudaraku lagi direnovasi. Karena kamar mandi ikut diperbaiki juga, maka klosetnya dicabut dulu dan dititipkan di tempatku.

Jadi kloset-kloset ini hanya “cuti” sementara. Setelah perbaikan rumah selesai, nanti bakal lagi menjalankan tugas sebagaimana mestinya. Biar nanti dinding, lantai, atap berganti, tapi klosetnya tetap yang lama. Mungkin lebih baik demikian, jadi antara kloset dan penggunanya sudah “saling mengenal”. Kan nggak selalu mudah untuk menyesuaikan diri dengan kloset baru, begitu pula bagi sang kloset mesti menyesuaikan diri dengan pantat baru ….

Yang pasti lebih ngirit demikian, daripada beli kloset baru. Terus kloset bekasnya kalo mau dijual kan nggak gampang juga. Kurang tahu seperti apa pasaran kloset bekas. Kalo orang beli mobil bekas, biasanya ikut mempertimbangkan juga bagaimana pengguna mobil itu sebelumnya. Mungkin kalo beli kloset bekas juga mempertimbangkan pantat siapa saja yang pernah bersemayam di kloset tersebut.

Kabarnya Istana Buckingham akan melakukan renovasi yang cukup besar, konon memakan waktu sampe sepuluh tahun. Kalo seandainya renovasi ini termasuk merenovasi kamar mandi, bagaimana dengan nasib klosetnya? Kalo klosetnya ikut diganti juga, berarti ada kloset yang termasuk “benda bersejarah”. Mungkin kloset bekas istana Buckingham bisa laku dilelang di Ebay. Bukankah kloset ini pernah melayani pantat-pantat terhormat. Mungkin banyak bangsawan yang telah menyodorkan pantatnya ke kloset-kloset tersebut, apakah itu Sir Gobang Gosir, Sir Dele Kopong, atau Sir Dele Bodong.

Pastilah kalo dilelang maka yang paling mahal adalah kloset bekas dari ruangan pribadi Ratu Elizabeth. Kita nggak pernah tahu, berapa banyak cerita di balik kloset. Mungkin saja Ratu Elizabeth lebih lama “bertahta” di kloset ketimbang di singgasananya. Kalo kapal perang Inggris biasanya dilabeli awalan HMS yaitu Her Majesty’s Ship, maka kloset bekas Ratu Inggris juga layak dilabeli awalan HMS, alias Her Majesty’s Shit, karena kloset tersebut sudah memberikan pelayanan terbaik kepada Sang Ratu.

Saya ingat dulu di banyak tempat di Indonesia ada sungai yang dijuluki dengan “Sungai Mekong”. Ini nggak ada hubungannya dengan sungai Mekong di kawasan Indochina, karena Mekong di sini artinya “meme bokong” (meme=menjemur). Biasanya aktivitas itu diselenggarakan secara massal pada waktu pagi. Baik yang berlangsung, secara “full-uncensored” maupun yang “mosaic” alias “kotak-kotak”, karena ditutupi pake sarung kotak-kotak… hayoo … yang gemar nonton JAV pasti kenal istilah mosaic … wakakak ….

Sebenarnya bila ditinjau dari kaidah tekno-fashion maka sarung termasuk teknologi “broadband” yang merupakan kombinasi antara privasi dan kenyamanan. Apalagi sambil ngrokok tingwe, maka akan terjadi perpaduan antara aroma tingwe dengan aroma “organik”, yang mampu memunculkan sensasi yang sophisticated. Sehingga sesuai dengan iklan dari sarung tersebut, “resmi bisa, ngising bisa” …

Dengan fitur “unlimited” pada sarung, memudahkan bagi mereka yang sulit ngampet bila sudah kebelet, apalagi dalam kondisi “kathok not included”. Untuk BAB kan ada istilah buang hajat. Nah, dulu sewaktu lagi getolnya musim P4, saya sempat menghapal salah satu pasal yang kira-kira bunyinya begini, “Cabang-cabang produksi yang penting bagi Negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh Negara”. Setiap kali mendengar kata “hajat hidup orang banyak” maka yang terlintas di benak saya adalah “life-show” di “sungai mekong”. Saya ingat sebuah guyonan, mengapa ada larangan mandeg di tengah jembatan Suramadu? Karena dikhawatirkan jembatan Suramadu bakal menjadi jumbleng terpanjang di Asia Tenggara …..

Saya pernah baca berita mengenai milyuner yang melengkapi kamar mandinya dengan berbagai perlengkapan berlapis emas. Apa mungkin termasuk klosetnya juga berlapis emas? Wah, kalo kita punya kloset berlapis emas, bisa jadi malah bebelen … Bila ponsel bisa diamankan dengan sidik jari sang pemilik, maka mungkin kloset peribadi tersebut bisa juga diberikan pengamanan dengan “sidik bokong”, agar benar-benar hanya bisa dipergunakan oleh yang “berwenang”. Ini baru namanya PC, bukan Personal Computer, tapi Personal Closet. Dengan demikian mengurangi kekhawatiran sang juragan, bila petugas pembersih ruangan dicurigai melakukan “uji coba” pada kloset tersebut. Bisa juga sih diamankan dengan nomor PIN, tetapi bila sang pemilik sedang diare, ingatan jadi kacau karena kebelet, tiap kali masukin PIN cuma direspon … “access denied” …. Piye jal?

Bicara soal kebelet memang sulit diampet. Saya baca sebuah kolom cerita lucu di suatu koran. Seorang bapak yang sudah agak lanjut usia begitu turun dari bis berjalan tergopoh-gopoh menyibak kerumunan orang di terminal. Orang-orang pada menyingkir memberi jalan sambil mesam-mesem. Bapak tersebut, sambil memegangi pantatnya berteriak, “Awas … Awas … minggir …. ono bokong arep jebol …” Mungkin beliau ingin segera mencapai toilet.

Cerita ayah saya, di kampungnya dulu ada orang memiliki kolam piara ikan dimana toilet langsung berada di pinggir kolam ikan. Konon ikan-ikan tersebut cepat gemuk dan cepat besar, mungkin mendapat “asupan” yang cukup bergizi. Meski entah kemana pemilik kolam menjual ikannya. Setiap kali ada “nasabah” yang “menyetor”, langsung para ikan tersebut memberikan sambutan yang meriah. Saking ganasnya para ikan tersebut, ada yang
masih gondal-gandul belum sepenuhnya “disconnect”, langsung disambar begitu saja.

Ada gedung tertinggi di Dubai, setinggi 828 meter. Saya nggak tahu apakah sensasi BAB di ketinggian tersebut berbeda dengan di “sungai mekong”. Apakah dengan efek gravitasi maka mereka yang BAB di puncak gedung bisa lebih lancar? Mahal amat kalo untuk ngobati bebelen mesti ke puncak Burj Khalifa. Betapa beruntungnya mereka yang cukup dengan fasilitas “helikopter” di pinggir kali sudah “lancar jaya” ….

Konon banyak orang sibuk yang mengalami kesulitan BAB. Bagaimana lagi dengan para public figur dan pemimpin dunia yang super sibuk. Seandainya Ratu Elizabeth dan Donald Trump kesulitan BAB, saya bersedia membantu masalah mereka tersebut dengan sebuah mantera rahasia warisan leluhur berabad-abad yang lalu. Meski, saya nggak akan bertanggung jawab seandainya gara-gara mengamalkan mantera tersebut, bisa berdampak tukang kebun istana Buckingham dan White House bakal menuntut kenaikan gaji atau mengadu ke serikat pekerja. Berikut bunyi manteranya:

Ayo ngising
Ayo ngising
Neng kebon
Neng kebon
Tutupi godhong pring
Tutupi godhong pring
Ben garing
Ben garing

Supaya mereka nggak kesulitan sehingga bisa “singing while ngising”, kita bikinkan saja mantera versi Inggrisnya kira-kira begini, silakan dikoreksi:

Let’s go shitting
Let’s go shitting
On the yard
On the yard
Close it with the bamboo leaf
Close it with the bamboo leaf
Let it dry
Let it dry

Setelah Donald Trump lancar BAB-nya, mungkin menimbulkan inspirasi baginya untuk memunculkan jargon baru …. “Make America Shit Again” ……

Sebenarnya saya agak khawatir juga membagikan mantera tersebut untuk konsumsi publik. Sebentar lagi bisa saja menjadi viral karena ada bule Kona yang menyanyikannya di Youtube.

Baiklah teman-temanku yang baik hatinya, di tahun baru 2017, banyak yang membuat bermacam resolusi. Saya akan berikan suatu harapan yang cukup “membumi”, agar panjenengan sekalian diberikan banyak “kemudahan dan kelancaran” sehingga kita menjadi pribadi-pribadi yang mampu …. ngising lebih baik lagi …

 

IMHO & FYI GBU ASAP.

NB: Barangkali ada yang berminat dengan kloset bekas di gambar? Penawaran terbatas. Khusus kalangan sendiri (maksudnya: kalangan kenthir sendiri). Om telolet Om.

 

 

About Fire

Profile picture'nya menunjukkan kemisteriusannya sekaligus keseimbangannya dalam kehidupan. Misterius karena sejak dulu kala, tak ada seorang pun yang pernah bertatap muka (bisa-bisa bengep) ataupun berkomunikasi. Dengan tingkat kreativitas dan kekoplakannya yang tidak baen-baen dan tiada tara menggebrak dunia via BALTYRA dengan artikel-artikelnya yang sangat khas, tak ada duanya dan tidak bakalan ada penirunya.

Arsip Artikel

7 Comments to "Mangan Ora Mangan, Asal Ngising"

  1. Dewi Aichi  18 January, 2017 at 01:25

    astagaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa kang….ayo ngising sik hahahhahahaha

  2. J C  12 January, 2017 at 18:54

    Woalaaaaahhh mas Fire wis alih profesi toh? Export kloset bekas ke Kona…

  3. Linda Cheang  10 January, 2017 at 13:49

    Eh, Fire, di kotaku ada 1pasar klithik yg khusus jual kloset bekas hotel bintang-bintang. Kloset bekasnya sudah dibersihkan dan dipoles lagi jadi lebih kinclong.

    Banyak juga orang-orang kaya dan orang-orangan kaya yang beli kloset-kloset bekas tsb, apalagi kalo kloset belkasnya hotel bintang merek tertentu, tapi bukan bintang yang puyer obat sakit kepala, yah

  4. Lani  9 January, 2017 at 23:58

    Sori salah ketik maksudku obat stress paling cespleng……..

  5. Lani  9 January, 2017 at 23:56

    Kang Geni: Sejak baca dari awal artikelmu yg ini aku ngakak guling koming akhirnya jd melu kebelet ngising hahaha….
    Jian artikel yg sgt amat nggilani tp ditulis sgt menarik hingga bisa stress plg cespleng!

    Itu gambar closet bekasnya nggilani banget sampai dipenuhi sawang laba2 dan lumuten jg ingat istilah neyeng krn melihat kukunya si kang Anoew saru……

    Mana-mana bule soko Kona setahuku ora ono anggota Baltyra yg di Kona bule makane kang kulit coklat, rambut ireng kok dikatakan bule? Kapan berubah jd bule memangnya yg di Kona bunglon opo hahahaha ??

  6. HennieTriana Oberst  9 January, 2017 at 14:42

    Hahaha…siapa yang mau beli kloset bekas.. aduhhh

  7. James  9 January, 2017 at 13:17

    1…..emoh kloset seken sih, bagaimana bisa ngising kalo kagak mangan ?

    ha ha ha para Kenthirs pada Ngising dulu yah

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *