Ngangsu Kawruh

Dian Nugraheni

 

Terjemahan bebasnya adalah belajar. Belajar tentang apa pun.

Aku mungkin salah satu orang yang “Ngangsu-kawruh-alholic” atau termasuk orang yang sangat bernafsu untuk terus belajar.

Apalagi untuk hal-hal yang berkaitan dengan passion (ku, dalam hal ini).

Belajar tentang apa pun, dari siapa pun. Tapi dari siapa pun-nya itu, untuk hal-hal tertentu, ya sumbernya harus memenuhi kriteria.

Salah satu yang aku sukai, memasak. Ini kisah lama, sekitar 17 tahun lalu, ketika anakku Cedar masih batita, dan aku masih kerja di sebuah perusahaan di Jakarta. Saat itu aku pengen banget buka kedai, tapi yang spesifik. Nah, ada seorang teman menawari, bahwa ada seseorang yang menawarkan untuk mengajari beberapa macam menu masakan Jepang. Dan orang yang akan mengajar ini sepertinya ekspert di bidangnya, bahkan menjamin, setelah les, aku akan layak membuka kedaiku sendiri. Bayarnya waktu itu 4 juta.

Empat juta, waktu itu, kok aku ya nggak punya. Ketika menceritakan hal ini pada orang-orang terdekatku, dengan harapan dapat pinjaman, kok ya ga ada satu pun yang tergerak, bahkan hanya untuk mendengar harapan-harapanku kalau aku ambil kursus membuat masakan ini. Saat itu, aku merasa sangat sedih karena, mau belajar aja kok ga bisa. Ingat ya temen-temen, dulu belom jaman banget internet, atau Youtube, sehingga kita tidak begitu leluasa untuk belajar secara “online.”

Berpikir bahwa ada saja orang-orang yang sepikiran denganku, maka tahun 2014 ketika aku mau pulkam, aku nawarin ke beberapa teman, bahwa aku bersedia berbagi ilmu tentang deli’s food, lengkap dengan buku panduan sederhana yang akan kubuat, plus trik-trik, bagaimana mengganti bahan-bahan bila bahan-bahan yang asli Western itu susah didapatkan, atau mahal beeng harganya di Indonesia.

Tahun itu aku menawarkan bagi-bagi ilmu itu, GRATIS… dan nggak ada satu pun yang nanggapin..he..he..

Ya, gratis aja ga mau, apalagi harus ada kontribusinya ya…Memang semangat itu nggak bisa dipaksakan, paling aku cuma bisa mancing-mancing semangat orang.

Pemikiran lebih lanjut, ohh, mungkin karena semua mudah diakses di jaman internet ini, jadi ga perlu mendengar langsung dari orang-orang yang sedikit banyak punya pengalaman mengerjakan langsung.

Pemikiran lebih konyol lagi, temen-temen di Indonesia semua sudah ayem, makmur, bahkan tanpa bergerak pun, tetap bisa mencukupi kebutuhan mereka, sehingga ga kepikiran, ilmu bikin makanan, ilmu dagang, bisa menjadi alternatif untuk menambah kocek keluarga..

Halaah, wes jangan ambil hati..ini cuma ocehan mbak Dian yang terlalu bersemangat untuk membagi…Itu doang…

ha..ha..teloleeet..Maaak..
Koprol ahhh…

 

(Foto: Biji Salak ubi ungu rasa Cilok…soalnya, beli ubi ungu yang udah diparut, frozen, pas dimasak ternyata dia ada rasa asinnya…Kelar deh Biji Salak, lo, Mak..haha..asiin..!)

 

 

10 Comments to "Ngangsu Kawruh"

  1. Alvina VB  12 January, 2017 at 20:30

    Dian: Belajar terus ya…belajar gak ada batas waktunya, unlimited…. he..he…
    Bukan belajar absen doang James, ttp belajar dari banyak pengalaman/tulisan di rumah ini…

  2. J C  12 January, 2017 at 19:04

    Baca komentar mas Sumonggo dan pak Hand sudah mewakili komentarku…

  3. Lani  12 January, 2017 at 00:47

    Dian: kadang aneh dan bingung ya mau membantu saja kdg msh ditolak, dgn kata lain orang cuek hehehe……..
    Apalagi klu membantunya pakai embel2 hrs diganti duit yg gratis sj masih ditolak hahaha

  4. Lani  12 January, 2017 at 00:45

    Dian: di Hawaii ada 3 macam ketela/ubi rambat dgn warna putih, kuning/oranye dan ungu/ube orang filipin memberi nama.

    Aku plg seneng yg warna ungu, ubinya kecil2 lencir kdg aku beli trs aku kukus saja, enak manis legit.
    Biji salakmu jossssss bikin ngiler.
    Di Kona ada bakpao isi ube/ketela yg berwarna ungu.

  5. Dj. 813  12 January, 2017 at 00:37

    Selamat memasak .

  6. Handoko Widagdo  11 January, 2017 at 17:54

    Melanjutkan Mas Sumonggo:

    Lekase klawan khas; tegese khas nyantosani; sedya budya pangekese dur angkara.

  7. Linda Cheang  11 January, 2017 at 13:49

    koq, malah koprol? wkwkwkwkwk

  8. Sumonggo  10 January, 2017 at 17:22

    Ngelmu iku kalakone kanthi laku
    (mencari ilmu itu tercapainya melalui proses perjalanan lahir-bathin)
    Selamat mencari ilmu.

  9. Sugiarto Goh  10 January, 2017 at 13:20

    GOD BLESS YOU….

  10. James  10 January, 2017 at 12:06

    1…..para Kenthirs belajar absen di Baltyra

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *