[Oase Hidup Malaikat Kecil] Banyak Cerita di 2016 (2)

Angela Januarti Kwee

 

Sama seperti di Solo, petualanganku di Jakarta adalah yang perdana. Meski begitu, aku merasa nyaman karena dikelilingi orang-orang baik yang siap membantuku. Di Jakarta, aku berkesempatan mengunjungi gedung berlantai enam yang menjadi kantor Penerbit dan Toko Rohani Obor. Bertemu sekaligus berbincang dengan keluarga besar Obor menjadi pengalaman yang tak terlupakan.

(Sebagian dari tim Penerbit dan Toko Rohani Obor)

(Sebagian dari tim Penerbit dan Toko Rohani Obor)

Kejutan yang kudapatkan adalah saat admin Facebook Penerbit dan Toko Rohani Obor membuat album khusus berjudul Kunjungan Penulis Oase Rohani ke Obor. Memang sejak 2012 aku dipercaya menjadi salah satu penulis Oase Rohani. Sejak itu pula, aku merasa diriku semakin bertumbuh dalam iman. So, aku sangat berterima kasih untuk kepercayaan yang mereka berikan.

(Promosi buku yang kutulis)

(Promosi buku yang kutulis)

 

Kalau ke tempat baru, wajib hukumnya jalan-jalan, wisata kuliner dan janjian bertemu dengan orang-orang yang kita kasihi. Nah, aku pun melakukan itu di Jakarta.

(Lunch bersama Kak Sulandari, Romo Agus dan Romo Tanto)

(Janjian ketemuan dengan Pak Iwan, perwakilan keluarga besar Baltyra.com Jakarta)

 

Kota kedua yang kupilih adalah Bandung. Masih dalam perjuangan mewujudkan impian, aku memilih Bandung sebagai tempat test seleksi beasiswa karena ingin mencoba suasana dan peruntungan yang baru. Kejutannya adalah ketika test aku bertemu dengan psikolog yang sama saat di Yogyakarta. Ibu tersebut bahkan mengingatku. Sejujurnya, aku punya firasat baik ketika test di Bandung, aku optimis akan lolos karena banyak hal baik terjadi. Tapi, rencana Tuhan berbeda dengan apa yang kupikirkan.

(Meet up Batch 3 – belajar bersama sebelum test)

(Peserta Leaderless Group Discussion 12 A, sebagian dari kami lolos dalam test)

(Usai test dan kelaparan, mari kita makan dulu)

Di Bandung, aku mendapatkan tempat menginap yang nyaman dari sebuah keluarga. Kali ini, aku tidak sendirian. Aku janjian dengan seorang kakak dari Lombok yang sama-sama tidak lolos di Yogyakarta dan berjuang kembali di Bandung. Puji Tuhan, dia lolos dikesempatan kedua dan terakhir ini. Masih teringat sekali, saat pengumuman kelulusan dan mengetahui aku tidak lolos, dia segera menelepon sambil menangis (padahal aku mencoba tegar), mendengar ia menangis sebegitunya, airmataku tidak terbendung lagi. Sekarang, kalau dipikir ulang, rasanya ingin tertawa sendiri.

(Aku dan Kak Laeli bersama Ce Linda dan keluarga)

(Masjid ini dulunya adalah sebuah toko. Sekarang dialihfungsikan oleh muslim keturunan Tionghoa sebagai masjid)

(Sebuah foto di dalam masjid. Ki-ka : Hamka, Karim Oei, Bung Karno – Bengkulu 1938. Di bawah foto tersebut tertulis kalimat bagus sekali: “Orang yang benar-benar Muslim harus cinta tanah air dan cinta pribumi” – Haji Karim Oei Tjeng Hien. Tempo, 23 Februari 1973)

(Salah satu tempat yang kusukai di Bandung. Lokasinya depan Museum Konferensi Asia Afrika)

(Museum Konferensi Asia Afrika)

 

Puas berpetualangan di Bandung, aku dan seorang kakak memilih menuju Jakarta dan berpisah di sana. Kami menggunakan kereta api Argo Parahyangan eksekutif. Cerita lucunya adalah kami berdua tidak menyangka kalau AC di kereta api ini akan dingin sekali (meski penumpang lain kesannya biasa aja). Jadilah kami berdua kedinginan hingga tiba di Jakarta.

(Keretanya nyaman dan bersih)

Mengunjungi Jakarta untuk kedua kalinya tetap terasa menyenangkan. Aku juga berkesempatan melihat pameran batik yang membuatku terkagum-kagum. Andai punya cukup banyak uang, aku ingin memborong batik-batik tersebut :D

(Berkenalan dengan Bu Gina Sutono dan keluarga. Beliau adalah Owner and Founder Batik Tembayat)

(Jadi model dadakan Batik Tembayat. Bersama gadis cantik : Gretta, penerus bisnis keluarga Batik Tembayat. Batik tulis yang mereka produksi menggunakan pewarna alam. Hal menarik lainnya adalah bisnis ini berkontribusi memberdayakan para pembatik. Ada 10 pembatik (usia 90 tahunan) dan 4 pembatik muda yang membantu mereka dalam produksi)

(Batik yang bergambar Yesus dan murid-murid-Nya)

 

Cerita dalam mewujudkan impiannya telah selesai, akan ada cerita lainnya lagi ….(bersambung)

 

 

About Angela Januarti Kwee

Tinggal di Sintang, Kalimantan Barat. Bersahaja namun sangat dalam memaknai kehidupan. Banyak sekali kegiatan yang berkenaan dengan kemanusiaan, kebhinnekaan dan wujud Indonesia yang plural. Menembus batas benua dan samudra membagikan cerita kesehariannya melalui BALTYRA.com

My Facebook Arsip Artikel

6 Comments to "[Oase Hidup Malaikat Kecil] Banyak Cerita di 2016 (2)"

  1. Angela Januarti  15 January, 2017 at 21:23

    James : waktu pertama kali berkunjung ke pameran Batik itu aku juga baru tahu tentang Batik Tembayat.

    Ce Linda : Terima kasih untuk kebaikan cc dan keluarga. Aku pasti akan datang lagi. Semoga semua keluarga selalu sehat ya
    #Makasih juga untuk info tambahannya.

    Pak DJ : Terim kasih pak. Salam pula dari Sintang.

    Kak Alvina VB : Terima kasih. Selamat berkarya juga.

  2. Alvina VB  15 January, 2017 at 05:40

    Wow…hebring euy…cerita kunjungan ke Bandung dan Jakartanya. Ditunggu cerita lanjutannya.
    Selamat berkarya di thn 2017!!!

  3. Linda Cheang  14 January, 2017 at 15:28

    Sedikit info koreksi/tambahan, ya.

    Tempat di Bandung yang kau sukai befoto itu lokasinya di depannya pintu samping Museum KAA, tepatnya di Jl. Soekarno. Sebelum ganti nama, jalan itu bernama Jl. Cikapundung Timur dan kondisinya cukup kumuh.

    Sejak mulai peringatan 60 tahun KAA, jalan tsb ditata ulang, tidak lagi diaspal tapi ditutup batu granit dan tidak boleh lagi untuk kendaraan bermotor apapun melintas di atasnya.

    Sekarang jalan tsb memang jadi satu dari sekian tujuan wisata utama di kawasan Jl. Asia-Afrika.

    Ditunggu kunjunganmu lagi ke ibu kota Asia-Afrika ini

  4. Dj. 813  13 January, 2017 at 23:55

    Sangat menyenangkan melihat wajah-wajah yang bahagia .

    Salam manis dari Mainz .

  5. Linda Cheang  13 January, 2017 at 16:44

    Horeeeee… ada cerita Bandungnya juga.

  6. James  13 January, 2017 at 15:19

    1….asik nih bacanya Angela, duh sudah tidak mengenal lagi jalan Asia Afrika di Bandung tuh, baru dengar itu Batik Tembayat, dah gak sabar tunggu sambungannya

    halo para Kenthirs, pada kemana nih ?

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.