Otoshidama

Dewi Aichi – Brazil

 

Otoshidama itu tradisi angpao kalau di Indonesia ya. Tetapi ini terjadi saat tahun baru. Otoshidama yaitu amplop yang isinya duit… ingat ya isinya duit hehe… untuk dibagi-bagi kepada anak-anak. Khusus anak-anak, orang tua dilarang berharap. Jangan ngarep haha…

Dulu banget, ketika pertama kali mengenal kata otoshidama, yang aku lihat pertama kali adalah amplop-amplop cantik dengan aneka warna hiasan…pokoknya cantik banget tuh amplop.

Dulunya, otoshidama (お と し だ ま / お 年 玉), adalah sejenis kinpuu yaitu jenis amplop Jepang yang juga isinya sejumlah uang yang akan diberikan saat ada upacara pernikahan, pembaptisan, kematian, atau kelahiran.

Perbedaan antara keduanya adalah kalau otoshidama itu dikhususkan untuk anak-anak dan remaja, oleh karena itu amplop berilustrasi bertema anak-anak, istilahnya adalah pochibukuro. Otoshidama akan diberikan oleh orang tua, paman bibi, kakek nenek kepada anak cucu ponakan. Ada aturan juga antara tanggal 1 dan 3 Januari.

Dalam menaruh uang ke dalam amplop pun ada tata caranya. Ini harus diperhatikan. Uang dilipat menjadi tiga bagian, lalu dimasukkan ke dalam amplop. Tradisi ini punya tujuan yaitu mengajarkan kepada anak-anak untuk menyimpan sebagian uangnya untuk diperlukan pada saat darurat. Dan sebagian lagi untuk membeli barang yang mereka sukai. Dengan demikian, anak-anak belajar sejak dini bagaimana cara mengatur uang dengan baik dan bijak.

 

 

About Dewi Aichi

Berasal dari Sleman Jogjakarta, saya blasteran (antar kelurahan maksudnya), happily married to a Brazilian guy. Dari Jogja merambah dunia. Pernikahan lintas benua adalah pilihannya. Setelah beberapa tahun di Distrik Aichi, Jepang, sekarang tinggal di Brazil bersama keluarga tercintanya. Tingkat sudrunnya setara dengan saudara-saudara sepersudrunannya seperti Nur Mberok, Elnino, Fire dan jelas Lani van Kona. Di sini saya bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa, saya hanya sekedar menulis apa yang saya rasakan, apa yang saya alami, dan apa yang menarik buat saya untuk ditulis. Jika ini bermanfaat untuk diri saya sendiri dan juga untuk teman-teman, saya sangat bersyukur

My Facebook Arsip Artikel Website

17 Comments to "Otoshidama"

  1. Dewi Aichi  18 January, 2017 at 02:46

    Lani….katanya Alvina…sing tuwek-tuwek ngga dapat angpao haha…jadi Lani, Alvina, pak Han, ngga dapat jatah ya….

  2. Dewi Aichi  18 January, 2017 at 02:44

    pak DJ…saya nunggu angpao dari Mainz pak……segera ya hihi..

  3. Dewi Aichi  18 January, 2017 at 02:43

    James………….yang ngaku kenthir ngga dapat angpao….tapi dapat jamu anti kenthir haha

  4. James  16 January, 2017 at 05:02

    Angpao chinese nanti 28/1/2017

  5. Handoko Widagdo  15 January, 2017 at 17:27

    Terima kasih untuk informasinya Mbak Dewi. Saya hampir salah baca “Oto si Dharma”

  6. Budi Margomuljo  15 January, 2017 at 12:17

    Terima kasih infonya, mbak Dewi. Baru sekarang tahu mengenai angpao versi Jepang..

  7. Alvina VB  15 January, 2017 at 06:21

    Dewi: anak kamu dapet otoshidama gak waktu thn baruan kemarin?
    Kl kamu wi dah ketuean ya gak dapet lah ya…..mbakyu Lani, he..he….gak penting cantik/gak itu amplopnya yg penting isinya…he…..he…..

  8. Lani  14 January, 2017 at 00:38

    DA: aku mau duitnya ndak usah dibunthel dgn bungkusan yg cantik juga ndak apa2……….sing penting isinya……….jeroane amplop………….hahaha

  9. Dj. 813  13 January, 2017 at 23:54

    Angpao . . . . Angpao . . .
    Mana angpao nya tidak sampai Mainz . . .
    Hahahahahahahaha . . . ! ! !

  10. James  13 January, 2017 at 15:03

    1…..Angpao Kenthirs

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.