Jeruk Mandarin Lambang Keberuntungan

Henky Honggo

 

Penganan Di Hari Imlek

Datangnya musim semi adalah hari yang ditunggu tunggu oleh masyarakat Tionghoa. Tahun baru Imlek (春節 chūn jié), ini merupakan hari pertama musim semi. Suka cita dan harapan menjadi doa untuk menjalankan kehidupan setahun ke depannya. Banyak sekali hal yang dilakukan untuk menyambut tahun baru Imlek ini, mulai dari sembahyang kepada langit dan leluhur sampai penyediaan penganan untuk keluarga dan handai taulan.

 

Makna Jeruk Mandarin

Salah satu penganan yang disiapkan dalam tahun baru Imlek adalah jeruk mandarin. Budaya ini sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Mengapa demikian? Jeruk mandarin dalam bahasa Tionghoa disebut dengan 橘子 (jú zi), namun lebih sering ditulis dengan 桔子 (jú zi). Huruf (jú) tidak berbeda jauh dengan huruf (jí) yang artinya keberuntungan, makanya orang lebih suka menggunakan huruf ini. Setiap perayaan tahun baru Imlek, dilakukan pemberian jeruk atau setidaknya saling tukar menukar jeruk antar keluarga. Ini dipercaya sebagai lambang keberuntungan.

Seorang gadis jika ingin mengunjungi keluarga atau teman untuk bersilahturahmi, harus membawa keranjang yang berisi jeruk mandarin, ini sebagai oleh-oleh kunjungan. Saat pulang, gadis ini pun mendapat jeruk mandarin dari pihak keluarga yang dikunjungi untuk dibawa ke rumah.

Untuk anak kecil, harus memberi salam kepada orang tua juga nenek dan kakek. Setelah itu orang tua memberikan uang yang dibungkus dengan kertas merah atau angpao (紅包 hóng bāo), dan jeruk mandarin kepada anak-anak. Selain itu, orang tua memberikan makanan lain yang disukai anak-anak, yang memiliki arti keberuntungan.

Jeruk mandarin ini juga dapat digunakan sebagai buah untuk meminta maaf. Misalnya, anak dari keluarga pertama memarahi atau memukul anak dari keluarga kedua pada hari Imlek. Maka orang tua dari anak keluarga pertama harus memberikan jeruk mandarin kepada pihak keluarga kedua, sebagai ucapan permintaan maaf. Keluarga kedua menerima jeruk mandarin tersebut dan memaafkan anak dari keluarga pertama. Setelah itu berdoa meminta keselamatan dan jauh dari bencana sepanjang tahun ke depannya.

 

Persiapan Imlek

Menurut penanggalan lunar, bulan ke dua belas tanggal dua puluh empat, seluruh dewa “naik” ke atas langit untuk memberi “laporan” semua pekerjaannya. Pada hari tersebut, setiap keluarga melakukan pembersihan seluruh rumah atau tempat tinggal. Tidak cuma rumah saja, tetapi jalanan juga dihiasi dengan beraneka ragam jenis bunga. Ada kepercayaan bahwa bunga juga merupakan lambang keberuntungan. Di depan pintu juga dihiasi lampion berwarna merah.

Tepat pada hari pertama Imlek, di atas meja tamu tidak hanya disediakan jeruk mandarin, tetapi ada jeruk keprok, buah kanah (橄欖 gǎn lǎn), juga permen manis lainnya. Untuk tamu juga disediakan teh untuk bersulang.

Para orang tua melakukan sembahyang tanda penghormatan kepada leluhur. Pada hari Imlek ini, kebanyakan orang makan vegetarian, atau paling tidak, pagi hari tidak makan daging.

Hari kedua dan ketiga Imlek diisi dengan berbagai pertunjukkan misalnya wayang orang, wayang potehi, permainan gendang, juga atraksi tarian lainnya. Para orang tua yang melihat acara ini, memberikan angpao sebagai lambang keberuntungan kepada para pengisi acara.

 

Syukuran Penangkap Ikan

Para nelayan yang biasanya mempunyai kehidupan di laut, melakukan ritual menanam ubi, bawang merah, bawang putih, kol dan umbi-umbian lainnya. Ini sebagai wujud syukur kepada yang Maha Kuasa. Di atas ujung kapal ditempel tulisan 一帆風順 (yī fān fēng shùn) yang artinya perjalanan yang lancar. Dalam geladak kapal ditempel tulisan 萬事如意 (wàn shì rú yì) dan 老少平安 (lǎo shǎo píng ān) yang artinya sukses dan semua orang aman tentram dan damai sejahtera. Di kapal tersebut juga dihidupkan petasan dan sembahyang kepada leluhur dan para dewa untuk meminta ketenteraman dan kedamaian hidup. (henky honggo)

 

 

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerRSS

3 Comments to "Jeruk Mandarin Lambang Keberuntungan"

  1. Lani  21 January, 2017 at 10:33

    James, Al: baru tahu klu ada makna/sejarah dibelakang jeruk Mandarin krn tahunya hanya makan saja hahaha………..di Hawaii banyak banget, kdg buahnya berjatuhan dihalaman rumah krn tdk sanggup mengkonsumsi sendiri………..hrs dibagikan ke tetangga teman…………aku suka aneka macam jeruk………kecut manis segaaaaaaaaaaaaaaar.

  2. James  20 January, 2017 at 15:07

    Al, jeruk Mandarin ya suka banget dong, apalagi kalau manis, Sabtu depan baru Imlek sembari nungguin yang mau kasih AngPao buat saya

  3. Alvina VB  20 January, 2017 at 10:14

    Thank you for sharing….jadi tahu kenapa kok org Chinese demen ama jeruk mandarin, terutama menjelang imlek. Para khentirs doyan jeruk mandarin gak?

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *