Ngemut Duit Wae

Fire – Yogyakarta

 

Musim penghujan enaknya makan gorengan seperti tahu susur dan tempe goreng. Makan gorengan enaknya sambil nyeplus lombok.

Tapi lamanya musim hujan ternyata juga berdampak harga cabe makin “pedas”. Harga cabe ceplusan yang menjadi teman makan gorengan saja bisa meroket hingga limapuluh ribuan per kilo. Seorang kerabat suatu kali pergi berbelanja ke pasar. Ada emak-emak yang sedang berbelanja di pasar mengomelkan harga cabe, “Duit seribu bisa buat beli cabe, nggak ….” Ditimpali oleh guyonan seorang pedagang, “Ngemut duit, wae …” Semoga saja melejitnya harga cabe ini bukan karena maraknya fenomena cabe-cabean …. wakakak …..

Dulu, di dekat kampus saya ada penjual gorengan dengan gerobak dagangannya. Kalo ada yang membeli gorengan, Pak Penjual langsung meraup begitu saja cabe untuk ceplusannya tanpa menghitung. Kadang kita beli gorengan lima, dapat cabe sepuluh, hiks .. cabenya surplus, gorengan habis tinggal ngemut cabenya doang … wakakak… Maklum harga cabe sedang murah-murahnya.

Suatu kali harga cabe meroket, terjadi perubahan. Pak Penjual gorengan nggak lagi menyediakan cabe ceplusan. Tetapi sambel kemasan dalam botol plastik. Jadi kalo tadinya makan gorengan biasanya tangan kiri pegang tahu susur, tangan kanan pegang cabe ceplusan. Berubah, cukup tahu susur saja dioleskan sambel dari botol kemasan. Bagaimanapun sensasinya berbeda. Ada kenikmatan yang hilang. Makan gorengan tanpa nyeplus lombok? Kurang nendang rasanya ….

Ada juga seorang Bapak Penjual Bakso, yang memilih tetap menyediakan sambel racikan sendiri, bukan menggantinya dengan sambel kemasan. Tetapi kali ini para pelanggan nggak bisa foya-foya menciduk sambel, karena Pak Penjual Bakso mengawasi dan selalu mengingatkan untuk menghemat sambel.

Untungnya para mahasiswa yang menjadi pelanggan setianya cukup pangerten, mungkin mereka turut berempati juga dengan kesusahan Pak Penjual Bakso. Apalagi para penjual bakso sudah sering direpotkan dengan bermacam isu negatif, dari isu bakso yang dibuat dari daging tikus, sampe daging celeng. Sampe konon ada pedagang yang jengkel karena “diinterogasi” terus oleh seorang pembeli.

“Ini bukan daging tikus, kan?
“Bukan …”
“Bukan daging celeng, kan?
“Bukan …”
“Terus daging apa, Pak?”
“Daging wong ….”

Agar menghemat pengeluaran anggaran rumah tangga untuk membeli cabe, saya mencoba menanam cabe sendiri. Setelah membeli sejumlah bibit cabe bermacam jenis. Lalu mengikuti petunjuk persemaian cabe tersebut. Saya memanfaatkan sejumlah pot plastik ukuran kecil dan botol plastik bekas. Ada yang sudah bisa mulai tumbuh, tapi lebih banyak yang masih ogah tumbuh.

Yang sudah tumbuh entah kapan bakal panen. Semoga saja kita sudah bisa menikmati hasilnya sebelum lebaran kuda …. Lalu, selama tanaman cabenya belum panen, apa yang bisa menemani kita makan gorengan? Yo, nyeplus duit wae ….

 

 

About Fire

Profile picture'nya menunjukkan kemisteriusannya sekaligus keseimbangannya dalam kehidupan. Misterius karena sejak dulu kala, tak ada seorang pun yang pernah bertatap muka (bisa-bisa bengep) ataupun berkomunikasi. Dengan tingkat kreativitas dan kekoplakannya yang tidak baen-baen dan tiada tara menggebrak dunia via BALTYRA dengan artikel-artikelnya yang sangat khas, tak ada duanya dan tidak bakalan ada penirunya.

Arsip Artikel

10 Comments to "Ngemut Duit Wae"

  1. Lani  25 January, 2017 at 00:38

    O jadi begitu yg impor masuk bergelap ria ndak bayar pajak………..makane negeri ini mau kayanya kapan????? semuanya dicolong

  2. James  24 January, 2017 at 08:13

    mbak Lani, kalau di Indonesia itu segala sesuatu yang di Impor Murah kok, beras Impor lbh murah dari Beras Lokal, Gula Impor lbh murah dari Gula Lokal, Ikan Impor lbh murah dari Ikan Lokal, sampai2 obat Impor sekalipun lebih murah dari Obat Lokal….karena apa ? karena barang gelap gak kena pajak sedangkan produk lokal kena pajak….tahunya dulu ada temen beli Diamicron (obat Diabetes aslinya) Impor lebih murah dari Diamicron Lokal

  3. Lani  24 January, 2017 at 03:59

    James: murah? mmgnya berapa sekilonya?

  4. Kornelya  23 January, 2017 at 22:01

    Enak jadi polisi ya. Cabe mahal tak masalah, masih ada stock peper spray.

  5. Dewi Aichi  23 January, 2017 at 21:34

    pak Handoko hahahhaha….

  6. Dewi Aichi  23 January, 2017 at 21:32

    Musim penghujan enaknya makan gorengan seperti tahu susur dan tempe goreng. Makan gorengan enaknya sambil nyeplus lombok.

    Aduhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh bagian ini sangat tidak sopan………………..hehhhhhhhhhhhhh….mosok sebut2 tahu susur sama lombok ijo…..

  7. Handoko Widagdo  23 January, 2017 at 18:50

    Kalau kurang pedas silakan baca status di medsos. Pedas semua.

  8. James  23 January, 2017 at 14:51

    Cabe IMPOR murah…

    ci Lani ogah ah ngemut duit sih banyak bakterinya kalo ngemut emas mau tapi bukan emas jawa loh

  9. Lani  23 January, 2017 at 12:05

    Kang Geni: lama2 klu harga cabe semakin melangit benar2 ngga nyeplus cabe tp spt judul artikel ini ngemut duit wae hahaha………..

  10. Lani  23 January, 2017 at 11:56

    James: diminta ngemut duit oleh kang geni kkk

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *