Pejabat Ngamuk Nggak Zaman

Audry Djayasupena – Belanda

 

Di Belanda nggak ada atasan atau pejabat yang bentak-bentak bawahannya ngomel di depan kolega apalagi di muka umum, sampe banting-banting kursi, walau kita salah selalu dipanggil ke ruangan kantor lalu bicara baik-baik saling respect.

Belum lama kita lihat di sosial media tayangan seorang pejabat ngamuk di sebuah rumah sakit kan? Kerja  malam di bidang apapun berat, apalagi bekerja di rumah sakit  harus tetap melek walau pasien pada tidur tapi tetep saja harus jaga di depan ruangan suster dengan posisi duduk mata melek dan seger. Kalaupun ada yang ngantuk mau rebahan merem  ayam tapi kan harus gantian jangan semuanya masuk ke ruangan lalu tiduran, tapi harus ada satu atau dua orang yang duduk menunggu diruangan suster station jadi terlihat ada suster jaga bekerja di malam hari bukannya kosong melompong di ruangan itu.

Setiap pekerjaan tentu punya tanggung jawab apalagi kalau di rumah sakit itu pekerjaan yang berurusan dengan nyawa manusia kan? Jadi harus bener-bener punya jiwa sosial dan kemanusian walau gajinya misalkan kecil bukan alasan bekerja asal-asalan, tapi kalau kita sudah memilih profesi itu ya harus dijalanin perkerjaan itu dengan penuh tanggung jawab.

Aku pernah dirawat di rumah sakit Belanda  jadi tahu karena aku sering manggil suster tengah malam kalau mau kencing atau infus abis bunyi alatnya jadi aku harus pencet knop lampu buat manggil suster, mereka dengan cepet dateng mukanya dalam keadaan seger nggak ngantuk, karena suster sekali-sekali pasti ke ruangan ngelongok pasien di kamar kalau ada yang masih melek suka ditanya diajak ngomong.

Misalnya suster bertanya  “Apa ada yang dirasakan sakit?” kalau pasiennya jawab “Iya” maka susternya akan nanya lagi “Kalau sakit kira-kira seberapa sakit pilih angka dari  0-10 ?” lalu pasien jawab misalkan “Sakitnya di angka 5” suster akan tahu seberapa sakit pasien itu merasakan rasa sakitnya lalu ngasih paracetamol misalnya untuk diminum menghilangkan rasa sakit agar pasien bisa tidur lagi.

Kerja malam itu per jamnya itu besar  di Belanda kalau jaga malam umumnya bisa lebih 150%-200% dari kerja siang. Jadi nggak ada alasan ngantuk buat para suster en dokter jaga kalau tugas malam biar pasien pada tidur juga tetep harus siap untuk pasien setiap saat. Makanya kalau tahu harus kerja malam sebaiknya siangnya tidur cukup agar malamnya seger nggak ngantuk ketika bekerja malamnya sekali-kali minum kopi sambil ngobrol sama kolega di ruangan jaga suster lalu keliling kamar pasien ngontrol dengan begitu bisa membunuh rasa ngantuk jadi tetap segar. Kalau duduk aja mukanya manyun ya pasti rasa ngantuk akan datang saat bekerja.

Kesalahan apapun pegawai, aku  nggak setuju dengan cara pejabat Indonesia suka bentak-bentak depan umum caranya nggak manusiawi. Kalaupun disidak ketahuan mereka tidur bangunkan dengan menyalakan lampu suster dan dokter pasti bangun karena silau dan denger suara ada orang masuk ramai-ramai pasti mereka malu tanpa harus bentak-bentak  banting kursi tapi langsung kumpulkan di ruangan lalu . . .

Blaa. . . blaa. . bla… dan bilang ke pegawai itu kalau besok kalian harus menghadap bukan dimaki-maki depan umum biar bagaimanapun caranya harus bijaksana dan penuh wibawa. Sekarang kan bukan zaman perbudakan sudah harus dibuang jauh-jauh cara-cara arogan seperti itu. Bawahan  itu manusia sama seperti kita hanya profesinya aja berbeda tapi bukan berarti atasan bisa seenaknya bentak-bentak.

Aku tahu bangsa Indonesia memang umumnya walau mau kerja tapi tanggung jawabnya itu kurang dalam pekerjaannya. Sebaiknya kalau ada pegawai seperti itu harusnya panggil ke dalam kantor bicara baik-baik kalau masih juga ngga berubah cara kerjanya jalan satu-satunya diberhentikan tanpa harus bentak-bentak di depan umum sudah nggak zaman  tahu! Kalau diberhentikan pasti pegawai lain jadi takut dan akan bekerja dengan tanggung jawab. Revolusi mental itu tentu butuh waktu kalau bukan dicoba dari sekarang kapan lagi menghilangkan cara bentak-bentak ke bawahan? Jadi mental atasan dan bawahan dua-duanya harus bisa di revolusi bukan hanya satu pihak aja oke?

 

Salam Bhinneka Tunggal Ika

 

 

About Audry Djayasupena

Dulu dikenal dengan nama La Rose Djayasupena, kemudian menggunakan nama Pingkan Djayasupena dan sekarang menjadi Audry Djayasupena. Tinggal di Negeri Kincir Angin. Pemikirannya yang ‘progresif’ terlihat dari artikel-artikel dan buku-bukunya. Sudah menerbitkan karyanya berupa beberapa buku, di antaranya yang cukup ‘sangar’ judulnya adalah “Bedroom Fantasy”.

My Facebook Arsip Artikel

6 Comments to "Pejabat Ngamuk Nggak Zaman"

  1. Alvina VB  24 January, 2017 at 05:24

    Kalau pejabat marah2in org yg salah masih mending, walaupun kurang elok lah, udah gak jaman….ttp kadang pejabat yg salah weh…marahan dia loh…..ngeles sambil marah2….ini yg refot

  2. rino  23 January, 2017 at 19:26

    mungkin cara nya salah atau sudah PUNYA NIAT LAIN untuk di share kemudian…” biasa promosi gratis”. tetapi orang yg bertugas malam kemudian sebagian besar tidur juga kurang bertanggung jawab.. mereka diberi kepercayaan oleh keluarga dan di bayar untuk memastikan keluarga nya yang sakit mendapat penjagaan 24 jam.
    Pencerahannya oke… terima kasih sudah berbagi

  3. Handoko Widagdo  23 January, 2017 at 18:49

    AD, saya suka salammu di akhir tulisan.

  4. James  23 January, 2017 at 14:58

    mbak Lani, Pejabat yang Bentak-bentak itu hanya ada di Indonesia, sudah sampai terkenal di Thailand juga tuh kelakuan Pejabat Indonesia, jadi Malu nih karena mereka sok Pejabat

    ci Lani saya kalah cepet sama Pejabat Bentak dan Pejabat Gebrak

  5. Lani  23 January, 2017 at 12:11

    Menurutku didalam hal ini adalah soal tanggung jawab pada pekerjaan, apapun nama pekerjaan itu. Memang tdk mudah kerja dimalam hari karen harus melek, apalagi di RS yang dijaga adalah pasien/penderita sakit harus lebih bertanggung jawab lagi.

    Kalau perkara bentak2nya sampai tendang ini-itu, gebrak meja, nguncalke kursi hehehe………seharusnya tidak begitu.

  6. Lani  23 January, 2017 at 11:57

    James: sudah sampai dimana?

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *