SAXOPHONIST

Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta

 

ANDAI masih hidup, Njoto minggu ini berusia 90 tahun. Dia seorang tokoh flamboyan dalam dunia komunis Indonesia. Jabatannya tinggi di partai terkadang itu: Wakil Ketua II CC PKI. Namun jabatan dan pengaruhnya dilucuti jelang geger 1965, karena tercium aroma urusan ‘extramarital’. Kaum komunis Indonesia saat itu mengharamkan ‘extramarital’.

Njoto dari keluarga yang menjunjung tinggi kualitas pendidikan. Tidak heran Njoto gila baca. Koleksi bukunya di rumah kadang harus pakai tangga tinggi untuk mengambilnya. Dari buku Gogol, Dostoevsky, HB Jassin bahkan karya Hamka dikaguminya. Njoto yang membela Hamka dari serangan kaum komunis atas tuduhan kasus plagiat ‘Tenggelamnya Kapal van der Wijck. Dia juga yang menghalangi kebrutalan kaum komunis yang hantam kromo terhadap budaya barat dengan menyelamatkan film-film Hemingway. Pokoknya Njoto tokoh komunis yang agak “lain”. Cakrawalanya universal. Dia disayang Soekarno.

Ibu dari sahabat baik ayah saya, Om Tom Anwar (pemred koran ‘Bintang Timur’) dibantu penuh menunaikan rukun haji. Jack Lesmana (ayah Indra) adalah sahabatnya dalam bermain musik. Njoto pawai memainkan banyak alat musik, termasuk saksofon, keahlian Presiden AS Bill Clinton.

Ayah Njoto bangsawan keraton Solo. Istrinya yang cantik super setia, Soetarni, berasal dari kerabat Mangkunegaran. Waktu mereka menikah 1953, RM Soemoharjomo dan RAy Hatmanti (orangtua Ibu Tien Soeharto) menjadi pendamping kedua mempelai. Padahal awal suami Ibu Tien berkuasa, nasib Soetarni sangat tragis menanggung kesalahan yang tak dilakukannya bersama anak-anaknya yang masih kecil di dalam sel penjara yang berpindah-pindah.

Tuhan memberi anugerah kepada Indonesia dengan manusia manusia unik yang brillian. Ratusan tokoh terkenal dalam bidang agama, ulama, nasionalis, feudalis, marxis, teosofi, traditionalis, ilmuwan, bla bla bla yang semua hebat-hebat. Mereka membuat Indonesia riuh, dinamis dan kaya pengalaman sejarah. Njoto ada di dalamnya.

 

 

7 Comments to "SAXOPHONIST"

  1. Alvina VB  24 January, 2017 at 05:02

    Thanks buat tulisan ini, jadi tahu saxophonist Indonesia, Nyoto. Idem, mbakyu Lani, gak kenal tokoh ini, kl Jack Lesmana tahu, krn dia salah satu Oomnya dari temen jadul namanya Lemmers bukan Lesmana loh.., ttp krn pergantian nama asing ke Indonesia ya jadi Lesmana. Duluuuuu anaknya si Indra demen berat sama si Titi Dj, gak jadian krn beda agama dan beda ethnic kl gak salah ya….

  2. Lani  24 January, 2017 at 04:02

    James: sama, aku jg hanya bs mendengarkan, menikmati alunan musik akan ttp tdk bs bermain salah satu instrument music

  3. Lani  24 January, 2017 at 04:01

    Han: hahaha……..yuk nyoto………aku jd eling bbrp kali nyoto diberbagai tempat ktk mudik………semuanya enak dan wuenaaaaaaaaak

  4. Handoko Widagdo  23 January, 2017 at 18:53

    Nyoto suka nyotokah?

  5. James  23 January, 2017 at 15:04

    ci Lani, aku kagak bisa main seluruh alat musik apapun….hiks masa kanak-kanak yang hilang lenyap ditelan masa, hanya bisa senang mendengar musik saja

  6. Lani  23 January, 2017 at 12:15

    ISK: Kalau tidak membaca artikel ini aku tidak tahu sama sekali ada seorang saxophonist Indonesia bernama Nyoto………mahalo sdh dituliskan disini ya ini sgt mengedukasi

  7. Lani  23 January, 2017 at 11:57

    James: apakah kamu suka saxophonist ini?

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.