Koin Tembaga Penjaga Tidur

Henky Honggo

 

Makna Pemberian Ang Pao

Setiap perayaan tahun baru Imlek, orang tua biasanya selalu menberikan ang pao untuk anak-anaknya, terutama bagi yang belum menikah. Adat istiadat ini sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Dahulu, bentuk ang pao sendiri hanya menggunakan kertas merah tipis biasa untuk membungkus uang, namun sekarang sudah banyak jenis bentuk dari ang pao tersebut seiring dengan perkembangan zaman. Mengapa ada ang pao di tahun baru Imlek?

Ang pao  dalam bahasa Tionghoa disebut  紅包 (hóng bāo) yang artinya amplop merah. Kata ang pao sendiri berasal dari dialek suku hok kian. Budaya pemberian ang pao juga disebut 壓歲錢 (yā suì qián), dari mereka yang lebih tua ke anak kecil. Pada zaman dinasti Ming bentuk ang pao adalah koin uang yang bagian tengahnya berlubang dan diikat dengan benang merah.

Makna dari ang pao sendiri adalah pemberian hadiah untuk acara sukacita, misalnya pada saat pernikahan, pemberian bonus dan lain-lain. Untuk tahun baru Imlek, dalam keluarga, biasanya pemberian ang pao dari orang tua kepada anaknya pada malam hari tepat pukul 00.00 hari pertama Imlek.

 

Legenda Ang Pao

Konon menurut legenda, ada hantu kecil bernama sui ( suì) pada malam tahun baru Imlek keluar. Hantu sui memegang kepala anak kecil yang sedang tidur, dan anak kecil tersebut terbangun karena terkejut dan menangis. Setelah itu anak kecil mengalami sakit kepala dan demam tinggi yang mengakibatkan anak tersebut berubah menjadi anak yang bodoh. Sejak saat itu setiap keluarga pada malam tahun baru Imlek ini jaga malam tidak tidur supaya tidak muncul hantu sui yang disebut 守祟 (shǒu suì).

Ada satu keluarga yang sudah lama menikah dan baru punya anak, sehingga begitu menyayangi putranya saat lahir. Pada saat malam tahun baru Imlek, mereka takut anak mereka diganggu oleh hantu sui ini, sehingga mereka bersama anaknya bermain dengan delapan koin uang tembaga. Setelah lelah bermain, anak pun tertidur pulas, dan orang tuanya menggunakan kertas merah membungkus koin uang tembaga tersebut dan lalu menempatkan di bawah bantal anak mereka yang sedang tidur.

Saat anak tertidur pulas, kedua orang tua khawatir dan tidak berani tidur, pada tengah malam bertiup angin dingin, sampai pintu kamar pun terbuka dan lampu minyak pun mati. Hantu sui mulai melakukan tindakan untuk memegang kepala anak kecil itu, tiba-tiba hantu sui terkejut melihat kilatan sinar yang muncul dari koin uang tembaga tersebut dan langsung lari.

Pada keesokan harinya, kedua orang tua ini memberitahukan ke teman-temannya untuk melakukan hal yang sama mengantisipasi gangguan dari hantu sui, sehingga anak kecil dapat tidur dengan tenang tanpa gangguan. Cerita ini menjadi menyebar ke mana-mana sehingga menjadi suatu kebiasaan setiap orang tua memberikan ang pao kepada anaknya pada saat itu.

Budaya pemberian ang pao ini akhirnya turun temurun dan menjadi suatu budaya setiap malam sehari sebelum tahun baru Imlek. Pada zaman sekarang makna pemberiang ang pao sudah berubah seiring dengan perkembangan zaman, para orang tua memberikan ang pao kepada anak-anak mereka yang belum menikah, dengan tujuan di tahun yang akan datang mendapat berkah dan kesehatan serta jodoh. (henky honggo)

 

 

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerRSS

5 Comments to "Koin Tembaga Penjaga Tidur"

  1. Ami  29 January, 2017 at 10:01

    Selamat merayakan Imlek teman2…
    Gong xi fa cai

  2. Dj. 813  26 January, 2017 at 01:59

    Belum pernsh teerima Angpao . . .
    Tapi memberi sudah serring .
    Hahahahahahahaha . . . ! ! !

  3. James  25 January, 2017 at 08:37

    mbak Lani sudah lamaaa banget kagak dapet Ang Pao lagi sudah 50 tahun berlalu

  4. Alvina VB  25 January, 2017 at 06:10

    Di belakang mbakyu Lani.
    Thanks Hengky buat tulisannya, jadi tahu legenda ang pao.

  5. Lani  25 January, 2017 at 00:32

    James: hayooooooo bangun2 nanti kaga dpt Angpau lo

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *