Mendongeng

Hennie Triana Oberst – Shanghai

 

Sambil menemani anakku tidur aku biasanya membacakan cerita. Sering juga aku ceritakan kisah yang tidak ada di buku, dongeng anak-anak yang masih tersimpan di kepala. Kadang kalau tertidurnya butuh waktu lama, ceritapun bisa berulang atau berganti dengan cerita lain. Tak peduli bosan atau tidak, tetap harus membaca, sampai anak tertidur. Saking seringnya satu cerita dibacakan berhari-hari, maka hafallah dia dengan jalan ceritanya. Jadi bila ada bagian yang (sengaja) terlewatkan, dia akan bilang „sebelum kejadian itu, mestinya begini dulu..“Ternyata anak-anak itu selalu menyimak apa yang kita katakan…

Ketika dia sudah mulai bisa membaca (saat dia duduk di kelas 1 Sekolah Dasar), aku mulai membiasakan dia untuk membacakan cerita. Jadi kami bergantian, mulanya per kalimat kemudian paragaf demi paragraf. Sebenarnya ini salah satu cara untuk melatihnya membaca. Juga membiasakannya untuk gemar membaca. Maka saat ia sudah mulai lancar membaca, aku minta ia membacakan satu cerita pendek.

Kegiatan sebelum tidur ini memang membutuhkan waktu yang lumayan panjang sampai akhirnya ia tertidur. Karena kebiasaan ini bukan hanya sekedar membaca, tetapi lebih komunikasi antara Ibu dan anaknya, saling bercerita.

 

SH, 20170114

 

 

6 Comments to "Mendongeng"

  1. HennieTriana Oberst  30 January, 2017 at 19:49

    Tammy, berbagi tugas ya. Yang penting anak senang didongengi ya, mama atau papanya, anak akan bahagia. Mereka bisa membayangkan apa yang kita bacakan.

    Mas Handoko, iya sepertinya kebiasaan nonton sinetron di Indonesia masih lumayan tinggi ya. Saya rela melepaskan kebiasaan nonton berdua dengan suami, yang biasanya kami lakukan setelah makan malam. Sampai sekarangpun masih saya lakukan rutinitas menemani tidur anak. Walaupun sebagian kawan saya bilang ini berlebihan, karena dia sudah cukup besar. Tapi nggak apalah, toh bentar lagi dia nggak mau ditemani tidur. Masa mandirinya akan datang dengan sendirinya.

  2. HennieTriana Oberst  30 January, 2017 at 19:40

    Alvina, hehehe tau aja ya. Iya mesti tahan dengarin anak cerita, kadang nggak habis-habis

    James, betul. Lha sering juga aku sedang seru membahas sesuatu dengan suamiku, dan anakku sedang asyik sendiri bermain, tapi tiba-tiba ikut nyeletuk juga Tanpa kami sadari ternyata walaupun sibuk bermain, dia juga bisa mengikuti pembicaraan kami.

  3. Handoko Widagdo  30 January, 2017 at 14:49

    Kebiasaan yang semakin menghilang. Kebanyakan ibu-ibu sekarang sibuk menonton sinetron daripada menemani anaknya tidur.

  4. Tammy  29 January, 2017 at 08:02

    Kalo di keluargaku ini bagian papanya. Kalo papa lagi ga di rumah baru mamanya yg nemani baca buku.

  5. James  28 January, 2017 at 09:49

    memang seorang anak itu sangat cepat dan peka men dikte ucapan ortunya, meski si anak sedang melakukan suatu kegiatan tapi dia masih tajam sambil mendengarkan apa yang ibunya sedang bicara dengan tamu misalnya

    ada dongeng Kenthirs di Baltyra

  6. Alvina VB  28 January, 2017 at 01:37

    Sekarang gantian ibunya yg diceritain anaknya, he..he….

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *