Guru Bahasa Inggris

Dian Nugraheni

 

Bersekolah di Amrik, harus bisa berbahasa Inggris, itu pastinya demikian ya…

Seorang teman di sini pernah cerita, bahwa dia pernah bertemu seseorang, taruhlah dia orang dari Philipina. Orang Philipina itu pernah mengambil kelas bahasa Inggris di salah satu community college, dan guru bahasa Inggrisnya adalah orang Indonesia.

Community College, adalah semacam college yang dibiayai oleh “Pemda” setempat, dan sering dipandang “sebelah mata” oleh orang-orang.

Teman yang bercerita di atas, bilang, “Kasihan sekali, wong belajar bahasa Inggris di Amrik kok dosennya orang Indonesia (maksudnya bukan native speaker), kalau grammar mungkin ya bisa, tapi untuk conversation, gimana mutunya..?”

Kalau menurutku dan pandanganku malah beda, nggak perlu merasa kasihan atau kecil hati bila Guru bahasa Inggris kita di Amrik adalah bukan native speaker. Native (American) speaker yang aku maksud di sini artinya orang yang sejak lahir ada di Amerika, sehingga bahasa Inggris merupakan bahasa Ibunya, first language. Apalagi kalau dia tidak pernah belajar bahasa lain selain bahasa Inggris.

Tapi kalau Guru bahasa Inggrisnya itu, taruhlah orang Indonesia, atau orang mana pun yang dulunya tidak berbahasa Inggris, kemudian dia belajar, lalu mampu mengajar, Guru seperti inilah yang aku mau, soalnya, dia pasti banyak mengalami kesulitan ketika belajar bahasa Inggris dulunya, jadi dengan pengalamannya itu, dia bisa menemukan, dan memberikan teknik atau trik belajar bahasa Inggris secara lebih simpel dan efektif…

Kalau masalah conversation, kan udah tinggal di Amrik to..ya sama siapa aja bisa memperlancar praktek conversation…

Itu sih pendapatku, ya..Bagaimana pendapat teman-teman..?

 

NB:
Seperti waktu pas datang di Amrik, Alma kelas 3 elementary school, setelah dites bahasa Inggris, ternyata Alma dianggap ga tau apa-apa. Maka dia masuk kelas intensive, 3 anak, satu Guru. Dan Gurunya waktu itu berasal dari Vietnam. 3 bulan kemudian, masuk kelas isi 7 anak, satu guru, dan seterusnya, dalam 6 bulan dia sudah dianggap mampu masuk kelas “regular” dengan teman-temannya yang sudah mahir atau memang lahir di Amrik dan berbahasa Inggris sebagai bahasa Ibu.

 

 

5 Comments to "Guru Bahasa Inggris"

  1. Alvina VB  1 February, 2017 at 12:57

    Saya sich gak peduli mau belajar bhs Inggris bukan sama nativenya, kl pengetahuan bhs inggris dia bagus dan luas, why not? lah malah kadang native speaker bhs Inggrisnya amburadul gitu kok, coba dech ke US bagian selatan, Inggris cow-boy, grammarnya amburadul punya. Dengerin aja country songs banyak kesalahan grammarnya, lah penulisnya kebanyakan native speaker tuh. Pertama kali belajar bhs Inggris masih SD sama org Chinese totok. Kl ada yg tinggal di Jakarta (terutama Jakarta Timur thn 40an-80an) pasti tahu nich, krn guru ini ngajar bhs Inggris dari jaman bahela, lah wong tante dan oom saya berguru dgn dia juga kok. Namanya Tjung Sa Klin (kl gak salah ya….) orgnya lucu dan demen guyonan, jadi murid2nya gak bosen dan inget gitu…. ajarannya dia Inggris Cambridge/Oxford punya, bukan Inggris America.

  2. Handoko Widagdo  1 February, 2017 at 09:52

    Wah..aku harus belajar bahasa Inggris lagi karena bahasa Inggrisku sangat parah. Marpasir-pasir kata orang Simalungun.

  3. Dj. 813  1 February, 2017 at 03:32

    Jadi ingat saat pertama datang ke Jerman .
    Guru bahasa Jerman nya , juga bukan orang Jerman .
    1 orang dari Jugoslovakia dan di smester 2 gurunya dari Prancis .

    Tapi orang tidak mendengan perbedaan dengan suara dengan orang Jerman aslinya:

    Salam manis dari Mainz

  4. Lani  1 February, 2017 at 01:06

    Dian: pengalamanku belajar bhs Inggris, 3 tahun di SMP dan 3 tahun di SMA. Spt diketahui itulah pelajar di Indonesia pd zamanku belajar dan mengenal bahasa Inggris untuk pertama kalinya.

    Pd dasarnya hanya diajarkan menulis, membaca, tdk mengenal percakapan.

    Sempat belajar bahasa Inggris dgn native speaker selama 2 tahun di Semarang hingga akhirnya diajak ke America bersama bbrp muridnya

    Pertama kali menginjak Negara paman Sam ditahun 1982, mendengar orang berbicara bhs Inggris diajak ngomong aku mengerti artinya akan ttp sgt amat kesulitan ktk hrs menjawab balik, krn otakku sll berpikir bolak-balik ke bahasa Inggris dan Indonesia, bisa dibilang acak kadut hahaha………dan belepotan.

    Kemudian balik lagi menginjak Negara paman Sam sampai detik ini. Krn tinggal di San Francisco aku langsung ambil ESL selama 6 bulan khusus mengasah utk praktek/berbicara, jurus kedua aku menghindari utk berada dilingkungan orang Indonesia selama 2 tahun, aku kerja dgn orang America aku paksa utk tdk berbicara bahasa Indonesia, belajar dr TV, sampai akhirnya aku ganti visa student pd zaman itu visa turis msh bisa utk diganti visa student, hingga aku mendptkan perpanjangan visa 2.5 tahun.

    Akhirnya setelah menetap 2 tahun bisa berbicara lancar walau msh dgn aksen Indonesia sampai detik ini, yg penting selama ngomong/berbicara mereka mudeng dgn pembicaraanku malah sering mendptkan pujian bahasa inggrisku sgt bagus mengingat aku orang asing hahaha……..jd aku tdk peduli klu ada orang mengkritik, atau meledek bahasa inggris medhok Jawa EGP!

  5. James  31 January, 2017 at 15:28

    1….saya belajar Inggris di Bioskop sembari Nonton

    Note : mengapa komen saya sebelumnya Hilang yah ?

    para Kenthirs belajar dimana ?

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *