Macro Bonsai (Asam)

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

HALLO ANDA SEMUA YANG BERBAHAGIA….

Salam jumpa dengan oret-oretan Dj. di hari Selasa yang indah ini.

Dj. belum lama ini telah bercerita tentang mini bonsai (macro bonsai). Anda bisa buka link di bawah ini, agar bisa nyambung, dengan apa yang Dj. maksudkan.

http://baltyra.com/2016/12/20/mini-bonsai/

Kali ini Dj. juga ingin sedikit bercerita tentang “CALON” mini bonsai yang baru-baru ini Dj. tanam. Ini cerita Dj. kirim, karena saat Dj. cerita di WA banyak teman dan saudara yang bertanya, bagaimana caranya. Jadi dari pada menjelaskan satu persatu, maka Dj. kira lebih baik Dj. tulis dan yang ingin tahu, bisa baca sendiri-sendiri. Hahahahahahahahahahahaha…!!!

Dan untuk menanam pohon asam dari biji, juga pernah Dj. ceritakan di Baltyra, silahkan buka link di bawah ini, bila ingin tahu. Agar Dj. tidak harus mengulangi, tahap demi tahap, okay….Dengan thema KEHIDUPAN 1 dan 2

http://baltyra.com/2013/09/10/kehidupan-1/

http://baltyra.com/2013/09/17/kehidupan-2/

Okay…Kali ini biji asam yang Dj. ingin atau harapkan satu saat akan menjadi macro bonsai. Dan dengan sengaja, Dj tanam di pot mini, jadi akan bisa melihat atau menikmatinya dari awal.

Biji asam yang sudah Dj. persiapkan, kemudian Dj. tanam ada beberapa pot dan ini ada 4 yang sengaja Dj. pisahkan untuk ambil foto. Dua ada di pot rendah dan 2 di pot yang lebih tinggi, atau disebut juga pot untuk bonsai yang berbentuk cascade.

Biji-biji ini hanya butuh waktu beberapa hari saja, dan akan kelihatan kepalanya yang muncul dari tanah yang lembab. Baik yang di pot rendah…

Maupun yang di pot cascade.

Selang hanya 2 hari kemudian…

Mengapa Dj. tidurkan lagi…??? Atau bahkan…. bila diperlukan…visa juga Dj. balikkan potnya…

Nah ini juga untuk menjawab teman yang bertanya, bagaimana caranya untuk membentuk…? Ya…agar pohon tersebut nantinya kelihatan dalam bentuk miring atau tidur…?? Dengan demikian, maka kepala pohon asam ini akan mencari cahaya ke atas.

Jadi sementara belum perlu dipaksa dengan kawat, karena masih terlalu muda. Dan di bawah ini bisa dilihat, bagaimana setelah beberapa hari kemudian. Daunnya pun semakin besar. Nah ya, sampai di sini Dj. tidak akan paksa lagi dan kemudian Dj. campur dengan tanaman yang lainnya.

Tanaman atau calon bonsai ini, masih di dalam ruangan, mengingat di luar masih sangat dingin. Dan untuk itu, Dj. harus sediakan tempat yang cukup hangat dan juga penarang dari lampu neon atau LED (Light Emitting Diode).
Nah…di sinilah kebahagiaan itu, sangat sederhana, tapi menenangkan dan anti stress…Hahahahahahahaha…!!!

Okay…Itu tadi sekedar cerita tentang Macro bonsai yang Dj. tanam sendiri, agar bisa dinikmati dari awal. Satu kebahagiaan tersendiri bisa melihat pertumbuhan mereka setiap harinya.

Bila anda masih ingin tahu cerita minggu depan, maka Dj akan ceritakan saat Dj. menanam biji nangka dengan suka dukanya. Hahahahahahahahaha…!!!

Nah ya…Terimakasih untuk perhatian anda semuanya dan mohon maaf bila membosankan. Bila tokh membosankan, maka silahkan lihat lagi dan tengok oret-oretan Dj. minggu depan. Terimakasih kepada pengasuh Baltyra yang selalu menayangkan oret-oretan Dj. yang sangat sederhana ini.

Semoga Berkat dan Kasih TUHAN, selalu menaungi kehidupan kita semua setiap hari.

 

Salam manis dari Mainz
Dj. 813

 

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

16 Comments to "Macro Bonsai (Asam)"

  1. Dj. 813  7 February, 2017 at 02:15

    Terimakasih untuk jempol anda semuanya , maka Dj. tidak bisa sebut nama anda satu persatu.
    TUHAN MEMBERKATI KITA SEMUANYA :

  2. Dj. 813  7 February, 2017 at 02:13

    Hallo Sierli . . .
    Tterimakasih ya . . .
    Dj apalagi, dengan macro bonsai ini selalu bikin hati gembira .
    Salam manis dari Mainz untuk keluarga dirumah .

  3. Dj. 813  7 February, 2017 at 02:11

    Hallo Alvina . . .
    Ya, benar sekali . . .
    Apa saja kalau namanya hobby itu memang harus telaten .
    Tapi kaarena mengerjakan dengan senang hati dan tidak ada paksaan,
    jadi ya, bikin hati senang dan tidak terasa, berapa lama pun .
    Salam manis dari Mainz

  4. Dj. 813  7 February, 2017 at 02:09

    Handoko Widagdo 1 February, 2017 at 09:27

    Maturnuwun Kangmas Djoko, saya juga suka bonsai, tapi tidak punya cukup waktu untuk merawat.

    —————————————–

    Mas Handoko . . .
    Matur Nuwun mas, sudah mampir .
    Banyak cara mas, itu bonsai mini, jadi kalau mas Handoko dinaspun masih bisa dibawa .
    Hahahahahahahahaha . . . ! ! !

    Salam manis untuk keluarga diirumah .

  5. Sierli FP  2 February, 2017 at 14:54

    Ngliat taneman2 Om Djoko, senangnya hatiku…*mata berbinar2 hahaha..

  6. Alvina VB  1 February, 2017 at 12:42

    Cuman satu kata aja: TELATEN….

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *