Pamer Pohon Cabe (Bukan Cabe-cabean)

Enta Nola – Bogor

 

Halo Baltyrans semua….

Apa kabar? Semoga semuanya sehat-sehat aja ya.

Lama tak menulis di sini tapi saya tetap rajin baca Baltyra a.k.a jadi silent reader.

Selagi masih ada waktu luang, sesuai dengan judul di atas saya mau pamer pohon cabe ke mas Fire  karena setelah baca artikelnya tentang mahalnya harga cabe dan nyeplus duit aja karena harga cabe melambung tinggi…..Maaf ya mas Fire, boleh donk sesekali saya pamer pohon cabe ke dirimu…

Saya tertarik menanam dan memelihara binatang mungkin karena sering lihat papa dan nenek (ibu dari papa) saya yang memang suka memelihara binatang dan menanam. Dari mulai memelihara ikan, burung, anjing, ayam, kucing sampai kelinci dan menanam segala jenis tanaman dari pohon cabe, sirih, kemuning sampai bunga Wijaya kusuma semuanya lengkap ada di rumah ortu walau kini ortu saya hanya memelihara ular dan kura-kura dan tanaman hanya ala kadarnya karena faktor usia yang tidak memungkinkan untuk memelihara semua binatang dan tanaman sekaligus karena merawat semua itu membutuhkan ekstra tenaga.

Kembali ke judul, setelah menikah saya hanya bisa menanam dan memelihara binatang yang tidak bisa berkeliaran karena suami tidak suka binatang dengan alasan rumah jadi kotor dan bau alhasil saya hanya memelihara ikan lele sebanyak 200 ekor yang saya pelhara dari seukuran ibu jari sampai sekarang sebesar paha orang dewasa. Kenapa saya pelihara ikan lele?

Karena ikan  lele paling gampang beradaptasi dan angka kematiannya rendah dan air kolamnya dipake buat siram tanaman sekaligus pupuk jadi murni organic.

Baru-baru ini juga nambah koleksi peliharaan anak ayam kampung sebanyak 11 ekor yang saya beli dari DOC, usia 2 minggu mati seekor jadi tinggal 10 ekor. Mudah-mudahan bertahan sampai besar nanti.

Kembali ke pamer pohon cabe berikut foto-fotonya:

Pohon cabe jablai kalo kata orang sini, cabenya gede-gede dan pedasnya mantap jiwa, pohon ini lagi mau panen ( satu pohon bisa dapat 20 – 25 buah cabe)

Kalau yang ini lagi belajar berbunga, belum sampai berbuah

Kalau pohon cabe merah yang ini terlalu cepat berbuah, tinggi pohonnya 16 cm (sengaja pake meteran di fotonya) panjang cabe merahnya hampir sama dengan tinggi pohonnya.

Akhir kata, saya juga mau mengucapkan GONG XI FA CAI dan terimalah angpao saya yang berwarna merah ini

Salam pedas buat semuanya !!

 

 

9 Comments to "Pamer Pohon Cabe (Bukan Cabe-cabean)"

  1. Enta Bogor  14 February, 2017 at 22:23

    Sierli, kbr baik…kpn main ke bogor lagi? Sm sy juga sdh tidak bisa makan pedas cuma anak2 msh suka makanan yg agak pedas jd nanam cabe, tomat, baqang merah, sereh kalo mau bikin sambel sudah lengkaplah & dijamin super organik.
    Pak DJ, sy hobinya coba2 dan baru berhasil menanam tanaman yg buat bikin sambel sedangkan jeruk sama jambu kristal masih dlm proses blm tau berhasil atau tdk

  2. Sierli FP  14 February, 2017 at 19:50

    Eh Shinta nongolnya dimari, pa kbr ceu ?
    Gw doyan cabe tp biasa ajah..makan ga pake pedes ga masalah, krn masakan menyesuaikan lidah si kecil.
    Dari pertama berumahtangga sampe skrg ga pernah beli cabe..*parah..
    Klu mao makan pake sambel, beli yg sambel ulek sachetan. Inipun 1 bungkus ketengan bisa bwt 1 bln *ck..ck..ck..
    Klu mao masak indomi pake cabe rawit, cabenya metik di pabrik. Cabenya tumbuh subur di sana..*gag modal, ngisin2in…*harap maklum yak..hehehhe

  3. daripada nunggu kiriman .Hahahahaha  14 February, 2017 at 02:09

    Ini dia yang Dj. tunggu-tunggu . . .
    ternyata ada yang hobby menanam juga . . .
    Salute . . . ! ! !
    Dj. sangat suka melihat pohon cabe yang berbuah .

    Hanya sayang kami tidak punya lahan untuk pohon cabe .
    Orang Jawa bilang, tidak boleh menanam cabe didalam rumah .
    Karena cabe akan membawa suasanya panas dalam rumah tersebut .
    Entah benar atau tidak, terserah masing-masing .
    Pernah satu saat Ulang Tahun Dj. ada yang menghadiahi pohon cabe yang masih kecil, tapi sudah berbuah .
    Langsung Dj. tempatkan di balkon diluar .
    Setelah itu, Dj. tidask pernah melihat teman kerja Dj. lagi, entah dia ada dimana .
    Hahahahahahahahaha . . . ! ! !

    Ini juga satu rencana Dj. nanti kalau musim semi akan coba menanam di pot .
    Dj. yakin Dj. bisa .
    Hahahahahahahaha . . . ! ! !

    Selamat bercocok tanaman .

  4. Enta Bogor  9 February, 2017 at 08:44

    Ci Lani, sy ga tau ular apa yg dipelihara sama ortu. Tidak pernah Tanya karena saya juga agak ngeri kalau lihat ular.
    Kalau lele jenis apanya saya tidak tahu, kata teman sih dari indukan F1 Africa dengan lele dumbo soalnya dia yang breeder dan tahu saya suka aquaponic jadi dia kasih tuh lele buat kolam saya jadi cuma dipelihara, ga tega makannya. Yang tega makan tuh ikan cuma anak-anak dan suami tapi itu pun makannya yang kecil.
    Kalau cabe, sukanya dikeringkan lebih awet dan bias disimpan di luar kulkas, kalau mau pake tinggal rendam air sebentar baru diolah.

  5. Alvina VB  9 February, 2017 at 07:41

    Wow…..pohon cabe. Saya selalu suka cabe, tanpa cabe kaya makan tanpa garem….

  6. Lani  9 February, 2017 at 04:14

    Shinta: akhirnya mencungul lagi artikelmu orang tuamu menurunkan kedirimu utk senang memelihara binatang dan bercocok tanam/berkebun bagus!

    Nah org tua pelihara ular? Ular apaan? Segede apa? aku plg takut sama binatang melata dan keluarganya, serta jijik melihat apalagi menyentuhnya.

    Itu ikan lele dipelihara utk disantap? Atau hanya sbg binatang peliharaan? Klu ikan lele nya sampai sebesar paha manusia apakah itu ikan lele dumbo?

    Nah utk urusan percabai-an=Lombok sampai skrng aku belum bisa menghapuskan sama sekali utk tdk menikmati cabai baik dgn nyeplus atau sambal, msh suka tp mungkin tdk separah ktk msh menetap di Indonesia.

    Baru saja beli jalapeno yg warna merah krn langka dijual di supermarket jd saya pesan 3 kg sekaligus utk di frozen dan tiap saat mau pakai sdh tersedia. Harganya $ 5.00/pound mahal atau murah?

    James: cabai? harus……..tanpa cabai hambar

  7. Enta Bogor  8 February, 2017 at 16:07

    Saya juga tdk boleh makan cabe karena masalah kesehatan tapi anak-anak doyan sambal walaupun tdk pedas untuk ukuran saya jadi pohon cabenya tetap diurus jadi kapanpun ingin sambal tinggal petik cabenya

  8. Linda Cheang  8 February, 2017 at 15:18

    Ya, turut senang aja atas hasil tanam cabenya. Karena aku nggak santap cabe

  9. James  8 February, 2017 at 14:56

    Enta, keren euy Cabe nya, suka sekali makan cabe, Gong Xi Fa Cai juga, terima kasih Angpao Cabenya

    hayo para Kenthirs pada makan disertai cabe nih

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *