Agus Harimurti Yudhoyono

Ki Ageng Similikithi

 

Semoga tulisan singkat ini terbaca oleh Agus Harimurti Yudoyono dan pihak pihak lain yang terkait. Ungkapan pandangan pribadi semata-mata, tanpa pretensi apapun…

Saya bukan pendukung Agus Harimurti, dan sejak semula saya berpikir hampir tidak mungkin dia bisa memenangkan pertarungan pemilihan Gubernur DKI. Ada kekecewaan ketika tiba-tiba dia memutuskan atau didesak untuk memutuskan mundur dari ABRI dan masuk ke pilihan Gubernur, dengan dukungan kelompok partai yang mungkin tidak begitu bersih jejaknya. Karier dia di militer relatif cemerlang. Juga ketika sore ini melihat dia tersingkir di putaran pertama pemilihan, ada rasa iba, meski sudah diduga sebelumnya.

Mengapa? Karena dia adalah representasi anak muda Indonesia yang cerdas dan berkarya cemerlang di bidangnya (militer). Mengapa dia tiba-tiba tertarik masuk dunia politik yang sangat pelik. Agus Harimurti bukan penipu. Bukan koruptor. Bukan politisi busuk. Dia anak muda cemerlang yang ingin berkarya untuk bangsanya. Jangan dihujat dan dibuang setelah kekalahannya. Indonesia membutuhkan orang-orang seperti dia.

Semoga dia telah punya plan B, setelah tersisih dari pemilihan gubernur. Bila belum atau masih ragu, Mungkin ungkapan sederhana (humble expression) ini bisa dipertimbangkan oleh Bung Agus atau para pemangku kepentingan lainnya.

Kekalahan dalam PILKADA bukan akhir dari segalanya. Masih banyak kesempatan untuk mengabdi kepada bangsa dan negara. Tetapi saya cenderung tidak menganjurkan untuk berkarier dalam partai. Orang Jawa bilang “eman-eman”. Terlalu banyak hiruk pikuk dan lika liku di sana. Anda punya banyak bekal pendidikan dan karier yang bagus. Temukan jalan di sektor publik atau swasta untuk mengabdi bangsa dan negara.

Anda memiliki kemampuan komunikasi dan pengalaman yang bagus yang akan sangat bermanfaat dalam diplomasi militer (military diplomacy). Tidak banyak kemampuan seperti ini di Indonesia sehingga kita selalu menjadi pihak lemah dalam negosiasi bilateral maupun multi lateral. Saya tidak berwenang untuk memberi saran lebih lanjut. Tetapi semoga bisa menjadi pertimbangan untuk anda dan pihak pihak terkait di kalangan pemegang kekuasaan politik Republik ini.

Salam damai dan keep moving young man. This is not the end of the world.

 

 

18 Comments to "Agus Harimurti Yudhoyono"

  1. Budiono Santoso  7 March, 2017 at 10:05

    He he saya sama sekali bukan pendukung AHY. Saya kelompok kotak kotak. Hanya merasa iba ketika seorang anak muda, cemerlang dengan pendidikan Barat kok keseret oleh bapaknya masuk dalam lingkar politik partai busuk pencuri anggaran publik untk bangun Hambalang.
    Politisi2 didikan atau turunan domestik gak mungkin diharapkan bersih di masa depan. Dalam pendidikan dan perkembangan mereka, telah dicekoki dengan aroma penipuan, penyelewengan dan korupsi. Itu yang coba dibersihkan oleh AHOK utk sektor publik. Saya pun ketar ketir apakah JKW di tkt nasional atau Ahok di JKT bisa membersihkan aparat publik, yang dari tingkat desa sampai tingkat nasional hanya dirancang untukcari beselan

  2. Swan Liong Be  25 February, 2017 at 19:13

    Bener Alvina, sudah menyeleweng banget,hahaha,,,
    Btw. Ki Ageng ini fan dari AHY keliatannya. Tapi itu legitim, cuma kesanku agak naif atau blue eyes, gak tau apakah istilah ini ada dalam bhs.inggris, dijerman orang bilang “blauäugig” untuk orang yan naif polos.
    Aku ingin tau pengalaman AHY sampai saat ini apa ya?! Na ja, non of my business, thank God!

  3. Alvina VB  25 February, 2017 at 01:53

    Oom SLB: pembicaraan kita dah jauhhhh nyimpang dari judul artikel ini, he..he….thanks buat infonya, ternyata ada tax-refund juga di German ya.
    Saya lagi nungguin komentar dari Ki Ageng yg blm muncul2. Apakah Ki Ageng akan dukung AHY 2019 utk RI no.1?

  4. Swan Liong Be  23 February, 2017 at 17:57

    Alvina, diJerman sami mawon, malah sumbangan sekecil apapun ada tax refund secara theori lho, karena jumlah kecil sudah termasuk pauschal yang tiap pembayar tax dapet., kalo sumbangan melebihi bisa diclaim via tax declaration, aku punya kesan bahwa dijerman soal gengsi gak begitu menyolok, tapi banyak penyumbang tentu memenfaatkan tax refund.

  5. Alvina VB  22 February, 2017 at 23:20

    Oom SLB, ha…ha……itu kan cuman contoh doang…..ya kl punya duit segitu mending digunakan yg lebih baiklah…..org kaya di sini nyumbang cuman buat gengsi aja dan tax-refund lumayan gede. Gimana kl di German, ada tax-refund gak kl nyumbang gede? Makanya negara Canada no.1 kl masalah sumbang menyumbang, he..he….

  6. Swan Liong Be  22 February, 2017 at 18:07

    @Handoko: Agus gak ada option lain karena kekalahannya sudah mutlak sekali, jadi mau cari alasan lain apa lagi? He has no other choice!

  7. Handoko Widagdo  19 February, 2017 at 09:48

    Saya mengagumi keberaniannya untuk mengaku kalah. Sikap seperti itu penting untuk dicontoh oleh semua rakyat Indonesia.

  8. Swan Liong Be  18 February, 2017 at 18:11

    Mau koreksi sedikit; Perusahaan Jerman yang kumaksud itu perusahaan MBB (Messerschmitt-Bölkow-Blohm) dan bukan Dornier.
    @Alvina: gak ah, kalo punya 20M lebih baik duitnya pake sendiri aja, tapi itu bukan masalah, lha wong gak punya duit segitu banyak!

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *