Kakak Cedar Jadi Tutor

Dian Nugraheni

 

Kalimat ini, sungguh awal dan dangkal, alias yang nulis sebenere belom tau, apa dan gimananya…

Si Kakak Cedar itu maunya banyak, pakai beeng, jadi judulnya banyak beeng. Sejak kecil kemauannya keras. Aku baru tau, ya si Kakak itu, anak kelas satu SD bacaan sebelom tidurnya adalah buku pelajaran. Kalau udah ngantuk, bukunya dia selipkan di bawah bantal. Trus dia pernah tanya padaku, Mamah, cara menghafal itu gimana..?” Dia bertanya ketika kesulitan dalam pelajaran agama, menghafal surat dari Al Quran, 6 atau 7 ayat waktu itu, aku agak lupa.

Jawabku sambil nyengenges, “Ya cari tau sendiri dong gimana caranya..” Kejam, dan nggak sadar bahwa yang dihadepin adalah anaknya yang baru kelas satu SD. Kontan aja dia nangis, mangkel, sebal, dan panik, karena besok pagi dia sudah harus hafal dan maju satu-satu di depan kelas.

Itu dulu, ketika si Mak belom terdidik secara emosional dan masih tinggal di Indonesia. Indeed, si Mak memang menerima pendidikan tentang kecerdasan emosional itu ya sejak tinggal di Amrik, si Mak belajar dari nol besar tentang hal-hal baik, termasuk berkata-kata.

Soal si Kakak, kemauan kerasnya itu tetap dia bawa sampai sekarang. Usia limabelas setengah tahun, sudah cari kerja sendiri dengan bayaran 8.50 dollar per jam, dan kerjanya adalah dari pulang sekolah sore sampai sampai malam sekitar jam 11. Kalau pulang kerja, aku jemput si Kakak. Sebetulnya hatiku menangis-nangis ga terima, liat anak kecilku ini sudah mulai kerja keras di usia remaja, sampai malam pula..tapi wong dianya mau, ya gimana lagi..

Lalu dia beberapa kali pindah kerja. Saat ini dia kerja kasir di sebuah groseri. Kasir groseri itu ya lumayan berat, kalau harus bagging juga barang-barang yang kadang berat, apalagi kondisi badan si Kakak itu memang lumayan ringkih. Alhasil, Kakak sering bilang badan sakit dan emang beneran sakit dan nggak masuk kerja. Maka si Mak sarankan, “jangan ngotot kerja, sekali aja dalam seminggu, Kakak ga perlu cari uang sekarang, Kakak masih harus sekolah…Udah, Mamah aja yang kerja full, Mamah masih bisa…”

Si Kakak nurut, tadinya dia kerja kasir 3 kali dalam seminggu, sekarang cuma sekali seminggu. Yaa, itung-itung belajar kerja di sela-sela kuliah, dan cari uang buat bayar bill telepon dia, plus kadang jalan makan di luar.

Nahh, malam ini si Kakak pulang, lalu laporan, “Mah, aku dapat kerjaan jadi tutor di college-ku…, kan aku nglamarnya cuma tutor untuk mata kuliah Ekonomi, tapi mereka bilang, nilai Mathku bagus, maka aku disuruh jadi tutor Math dan Ekonomi…”

Wahhh…, senang sekali si Mak dengarnya. Ternyata si Kakak sudah mulai meningkat kualitas kerjaannya, nggak cuma yang pakai tenaga doang, tapi sudah mengunakan keilmuan yang didapatnya di college tempat dia kuliah.

Si Mak, “emang ada mahasiswa yang perlu tutor Kak..? Mereka bodo-bodo apa..?”

Si Kakak, “Ya enggak bodo-bodo sih Mah, tapi kan kadang orang perlu dibantu dalam memahami sesuatu…”

Si Mak, “Ohhhh…”

Okay, tunggu kisah selanjutnya ya, gimana si Kakak kerja jadi tutor.

Ingat ya Kakak, hidup ini adalah punya Gusti Allah, jadi apa-apa harus matur, minta ijin, dan sekaligus bersyukur, matur sembah nuwun kepadaNya..

 

 

4 Comments to "Kakak Cedar Jadi Tutor"

  1. Handoko Widagdo  19 February, 2017 at 10:06

    Dian, airmataku menetes membaca cerita Kakak Cedar.

  2. Alvina VB  17 February, 2017 at 12:07

    Wah…kl jadi tutor di sekolah sich gpp, bagus…..sekalian ngasah otaknya dia; ttp kl jadi kasir jangan dech, krn mereka masih remaja, tulangnya masih perlu berkembang kl ngangkat yg berat2, jangannnnnn dah mak Dian. Jadi tutor aja yg serius.

  3. Lani  17 February, 2017 at 04:22

    Dian: bagus perlu dan disupport utk latihan kerja, asal jgn lupa tujuan utama adl kuliah dan mendptkan, meraih pendidikan setinggi mungkin

  4. James  16 February, 2017 at 12:26

    Cedar maju terus pantang mundur yah, masih muda harus berjuang untuk masa depan

    ayo para Kenthirs beri dorongan dong

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *