Tigabelas Tahun yang Lalu

SW Pratikasari

 

Pagi teman dan sahabatku di Baltyra…senang sekali sudah bisa bergabung di sini. Semoga bisa tetap membuat catatan-catatan kecil di sini. Mas Djoko Paisan banyak membantu untuk akhirnya saya bisa menulis di sini.

Dengan segala rutinitas dan kesibukan kita, akhirnya waktu berlalu tanpa terasa…bergulirnya pagi…siang…malam tanpa terasa anakku yang bungsu kemarin genap berusia 13 tahun. Usia remaja yang dia tunggu-tunggu, karena dia bosan dengan sebutan “adek tuh masih kecil…”

He…he…saya memiliki 3 putri yang sulung bulan depan berusia 23 tahun, yang tengah berusia 21 tahun ini dan si bungsu usia 13 tahun. Saat mereka berkumpul ada saja yang membuat aku senyum dan selalu mengucapkan syukur pada Allah SWT, karena telah mempercayakan aku untuk menjaga 3 putri.

Acara rutin kami jika ada yang berulang tahun, adalah membuat nasi kuning dengan plecing ayam, telur dadar, kering tempe perkedel kentang, bihun goreng dan ayam panggang. Tapi kemaren malam ada menu baru…nasi arab yang dibuat oleh adek iparku Debra.

Sebelum makan kami lakukan berdoa bersama mengucapkan rasa syukur, alhamdulillah kami semua tetap dilimpahkan kesehatan dan kebahagiaan yang tak terhingga. Thami anakku yang bungsu memeluk aku dan mengatakan : “Bunda…. terimakasih ya …adek bisa menjadi anak bunda. Bunda sudah melahirkan adek, menjaga dan merawat adek hingga saat ini adek bisa sekolah dan sehat dan tetap bersama Bunda. Maafin adek ya bunda selama ini adek suka buat bunda khawatir, kesal ataupun marah. Inshaa Allah…adek nggak berbuat itu lagi. Bunda adalah my hero…yang selalu dan paling adek sayangi…love you Bunda…”

Thami mengucapkan semua itu sambil memelukku erat dan lama sambil berlinang air mata…Ya Allah…berikanlah kemudahan anak-anakku dalam meraih cita-citanya, jauhkan mereka semua dari pengaruh yang negatif, jadikan mereka anak-anak yang sholeha dan selalu sayang dan ingat dengan orang tuanya, aamiin….

Setelah usai acara yang memang hanya untuk keluarga…menjelang mata terpejam karena lelah seharian…kenangan 13 tahun yang lalu muncul kembali…

Dua hari sebelum tanggal 22 Febuari, aku belum menunjukkan tanda akan melahirkan. Dokter memintaku untuk memeriksakan diri dan ternyata saat itu, ternyata tensi ku sangat rendah sampai 4 suster secara bergantian memeriksa tensiku sambil bertanya, “Ibu tidak pusing? Ibu nggak berasa mau pingsan kan?”

Aku jawab ” nggak suster, saya merasa baik-baik aja”. Suster melaporkan ke dokter, dan aku diberi suntikan penguat agar tidak terjadi apa-apa pada bayi dan diriku. Harusnya aku langsung disuruh opname hari itu juga untuk dipantau, mengingat saat itu aku berusia 37 tahun. Tapi aku bilang sama dokternya…besok aja ya dokter, karena saya belum siap-siap di rumah. Setelah mendapat arahan dari dokter apa yang harus aku lakukan di rumah, akupun pulang dengan rasa khawatir juga. Sambil terus berdoa semoga kami berdua tetap sehat dan selamat.

Tanggal 21 Febuari 2004, aku datang kembali untuk melakukan suntikan untuk lebih menguatkan bayiku. Dan ternyata aku tidak boleh pulang lagi, langsung opname. Saat itu aku hanya ditemani supir saja, karena suami masih ada meeting yang tidak bisa ditinggalkan.

Supir aku suruh pulang dan mengambil perlengkapa untuk aku opname dan melahirkan. Aku memberi kabar pada suami dan anak-anak. Ternyata hari itu semua kamar penuh, karena sedang musim Demam Berdarah, jadi banyak sekali pasien yang opname karena penyakit itu. Alhasil aku gak dapat kamar dan menginapnya di ruangan yang untuk melahirkan…

Walau ditemani oleh suami aku tetap tidak bisa tidur, karena ada 4 ibu-ibu yang melahirkan, dimana mereka semua berteriak kesakitan…. walahhhhh tambah takut aku. Suster beberapa kali memeriksa tensi dan detak jantung bayiku…”bu coba tidur bu, nanti tensinya tidak bagus jadi bahaya juga buat bayi ibu…” Aku pejamkan mata sambil berzikir…akhirnya aku bisa tertidur juga…alhamdulillah.

Jam 5 pagi aku sudah dibangunkan oleh suster untuk persiapan aku melakukan operasi caesar. Karena bayiku sungsang. Akupun mandi, sambil terus memohon pada Allah SWT dan zikir yang tak pernah putus dari bibirku.

Hari itu tanggal 22 Febuari 2004, hari Jumat jam 7. 30 aku sudah dibawa ke ruangan operasi. Ada ibuku…bapak mertuaku…anak-anak dan suamiku…aku merasa lebih tenang karena berada dan ditunggu oleh orang-orang yang aku sayangi. Mereka semua ikut mendoakan aku.

Jam 9. 00 pagi bayi mungil perempuan telah lahir…suamiku ikut melihat dan masuk di ruangan operasi. Bayi mungil dengan berat 2, 1 kg. Kecil sekali dibandingkan kakak-kakaknya dulu… Alhamdulillah…anakku lahir dengan sempurna, sehat tidak kurang apapun. Anakku Nana yang besar loncat kegirangan saat bapaknya menunjukkan adeknya. Sasha antara gembira dan sedih. Sasha sudah menjadi anak bungsu selama 8 tahun, dia takut kalau tidak lagi disayangi oleh kami semua.

Hari itu adalah hari yang sangat membahagiakan aku dan semua keluargaku…Terimakasih Ya Allah atas rejeki yang Engakau berikan pada kami.

Sambil tersenyum akupun mulai tertidur, waktu 13 tahun tanpa terasa telah berlalu…

Inilah kenangan indah dan perjuangan seorang ibu yang sedang mengandung hingga melahirkan. Kesakitan apapun yang dirasakan saat itu langsung hilang saat melihat anak yang kita dambakan telah lahir sehat.
Salam

SW Pratikasari

 

Note Redaksi:

SW Pratikasari, selamat datang dan selamat bergabung di rumah kita bersama BALTYRA ini. Semoga betah dan kerasan ya…ditunggu artikel-artikel lainnya. Terima kasih pak Djoko Paisan yang sudah mengajak dan mendorong SW Pratikasari (Ning) untuk ikut berkontribusi di sini.

 

 

15 Comments to "Tigabelas Tahun yang Lalu"

  1. James  28 February, 2017 at 09:23

    mbak Lani, gak tau tuh sy baca di Detik.com bahwa Hyundai rilis new car dinamakan seri Kona, mungkin dalam bahasa Korea nya ada suatu arti gak tau deh, atau apa benar inspirasi Kona Hawaii

  2. SW Pratikasari  28 February, 2017 at 08:11

    Ibu Nurwati Rosni

    Iya bu….kita harus tetap semangat mendampingi mereka ya bu….
    Salam sayang buat ibu dan kel

  3. SW Pratikasari  28 February, 2017 at 08:10

    Mba Alvina VB

    Makasih banyak mba…senang sekali bisa gabung di Baltyra.Semoga mba dan kel sehat ya…

  4. SW Pratikasari  28 February, 2017 at 08:07

    Mba Lani……iya jadi ketularan ama mas Djoko ya….
    ntar nyusul ya foto Nasi Arabnya

  5. Alvina VB  28 February, 2017 at 04:43

    Selamat datang mbak Ning di Baltyra. Ditunggu tulisan2nya yg lainnya. Cuman 2 kata utk putrinya yg manizzz: Time flies….
    Kasih ibu sepanjang jalan…

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *