Degan – Bukan The Gun

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

HALLO ANDA SEMUA YANG BERBAHAGIA…

Sudah sejak beberapa tahun ini, di Asia toko di Jerman di jual buah kelapa muda (degan dan bukan) yang masih segar. Dan sejak tahun lalu Dj. juga sering lihat sudah ada di super market di Jerman. Buah kelapa muda (bukan the gun) adalah buah kesukaan kami sekeluarga. Apalagi saat mudik, kami selalu mencarinya, selain rasa yang enak, menghilangkan rasa haus dan orang bilang air degan itu sehat.

Silahkan saja, siapa yang mau percaya, tidak ada yang melarang…Hahahahahahahaha…!!! Wong beli juga dengan diuit sendiri kok, mosok akan ada yang melarang.

Buah kelapa di Indonesia, bisa ditemukan di mana-mana, mungkin karena di mana-mana atau setiap pulau pasti banyak ditemukan pohon kelapa. Bahkan ada nyanyian “nyiur melambai “…Hahahahahahahahahahaha…!!!

Dj yakin di Hawaii juga banyak ya yu, tapi Dj. yakin dengan banyaknya kepulauan di Indonesia, Dj. yakin masih lebih banyak di Indonesia. Bahkan saat jalan-jalan di pantai Kuta / Bali pun orang bisa temukan buah kelapa.

Saking banyaknya…Buah kelapa itu tidak ada yang memperhatikan, seandainya itu di Mainz, sudah pasti dipungut orang. Hahahahahahahahaha…!!!

Di Pasar dan di pinggiran jalan, banyak juga dijual kelapa muda. Jadi ingat masa kecil, kalau dari Semarang ke Bandung, sebelum masuk kota Tegal, di pinggir jalan tepi pantai banyak dijual degan.

Namun sayang saat ini kalau lewat di tempat tersebut, jangankan degannya, pantainyapun yang luas juga sudah tidak kelihataan lagi, tertutup dengan banyaknya bangunan.

Okay, kita kembali ke degan yang dijual di Super Market di Mainz. Degan ini sudah bersih dan tidak ada kulit luarnya yang cukup keras dan sudah dibungkus dengan plastik.

Kadang kami beli sekaligus 5 buah dan kami bagi-bagi juga untuk anak-anak. Sayang sekali, saat kami ke Super Market hanya sisa 3 buah dan 1 buah sudah bocor…Hahahahahaha…!!! Malam nya kami buka dengan mudah dan hanya dengan pisau biasa sudah bisa dibuka.

Saat seratnya sudah sedikit terkupas dan ujung atasnya sudah bisa kelihatan dagingnya.

Saat kami bikin lubang diatasnya, maka airnya bisa langsung dituang ke dalam gelas. Dan buah degan bisa dibelah.

Hanya sayang sekali ini buah kelapa muda, dagingnya sudah tebal, jadi sudah sedikit padat. Biasanya sangat lunak dan bisa diambil dengan sendok saja.

Okay, daging buah kelapa muda ini, akhirnya bisa Dj keluarkan juga dan bahkan bisa dipotong-potong.

Walau airnya hanya setengah gelas, tapi masih bisa dibagi untuk kami bertiga. Hahahahahahahahahaha…!!! Padahal kalau di Indonesia, 1 orang minum air degan dan makan dagingnya sampai puas.

Dan ini saat tahun 2008 di Benoa (Bali) dengan suhu udara yang sangat panas, kami bisa dengan puas menikmati air dan buah degan. Satu saat yang sangat indah ditemani dengan degan…Hahahahahahahaha…!!!

Okay…Itulah kebahagiaan kami, saat kami juga bisa menikmati buah kelapa muda di Mainz. Kalau diingat, bahkan sampai 5 tahun yang lalu kami belum bisa mendapatkannya. Kalau hanya airnya, memang sudah lama ada yang di kaleng, tapi kadang rasanya terlalu manis. Mungkin juga sudah dicampur dengan gula atau entah campuran aroma apa lagi.

Dan ternyara bukan hanya kami saja yang suka minum air degan, tapi saudara satu ini rupanya suka juga. Lihat…betapa dia menikmati air degan dengan se ”dot” an nya. HALLOooooooo…. Bagi-bagi dong, mosok dihabiskan sendiri…??? Hahahahahahahahahahahaha…!!!

Nah di sini sekarang Dj. tahu, mengapa ini orang suka kerja keras dan pantang mundur, jujur dan tanpa ada rasa takut…Ooooooo…rupanya dia suka minum air degan…Hahahahahahahahaha…!!!

Terimakasih kepada pengasuh Baltyra dan anda semua yang selalu memberi perhatian untuk oret-oretan Dj.

Mohon maaaf bila banyak kata-kata yang tidak berkenan. Semoga Berkat dan Kasih TUHAN, selalu menaungi kita semuanya.

 

Salam degan manis dari Mainz.

Dj. 813

 

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

26 Comments to "Degan – Bukan The Gun"

  1. Dj. 813  2 March, 2017 at 15:01

    Hallo Linda…
    Hatir Nuhun Linda …
    Idee yang sangat bagus Lind…
    Tapi jangan terlalu banyak ya…
    Nanti bisa bikin jantung deg degan … hahahahahahaha….!!!+

  2. Dj. 813  2 March, 2017 at 14:59

    Yu Lani….
    Dj maklum.kalau di Hawaii kelapq m6ds mahal….
    Apalagi wanita muda yang pakai jula-hula……
    Pasti lbh mahal lagi to…. hahahahahahaha….!!!

    Serius…
    Kan di Hawaii tempat tourist….
    Untuk Tourist $ 5,- tidak berarti…
    Aoalagi jalau baeangnya tidak ada di negaranya….
    Dan mereka menikmati degan hanya saat lijuran saja….

  3. Linda Cheang  2 March, 2017 at 14:54

    baiklah, sebelum harga kelapa di sini jadi kemahalan, aku akan segera minum air kelapa dan minum es kelapa muda, hehehehehe

  4. Lani  2 March, 2017 at 10:02

    James, mas DJ, Al: aneh tp nyata harganya lebih mahal di hawaii, kemungkinan krn di Hawaii kelapanya segar tiap hari dipetik, mungkin juga ongkos orang memanjat dan memetik itu jg diitung labor.

    Benar Al di Indonesia mmg banyak dan segar, tinggal nyuruh org utk memanjat dan memetik, air kelapa kaleng mmg jelas tdk sesegar air kelapa muda degan yg baru dipetik krn lebih segar fresh from the pohon hahaha

  5. James  2 March, 2017 at 09:43

    ci Lani, Degan juga ada disini sih cuma yang impor dari Thailand dan Fiji kan lebih murah ? disini buah-buahan juga ada yang impor misal Mandari China, Apel China, Garlic China sampai Udang, Prawn, Locster, Mussel dan Oyster juga ada yang Impor karena lebih murahnya itu loh, sama bersaing tinggal pembeli mau beli yang mana ? sama seperti mobil segala jenis dari berbagai merk seperti Haval, Cheri, Great Wall itu semua asli made in China mulai banyak di jual, harga lebih murah tapi Kualitas bersaing

  6. Dj. 813  2 March, 2017 at 02:32

    Hallo Wid…
    Hallo dimas Josh Chen…
    Terimakasih utk jempolnya…
    Salam.manis dari Mainz…
    TUHAN MEMBERKATI….!!!

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *