INDOSAUDI

Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta

 

PRESIDEN Indonesia sejak Januari 1988 tidak pernah menyambut langsung kepala negara di bandar udara Jakarta. Peraturan protokoler penyambutan kepala negara diberlakukan bulan Januari 1988. Sebelumnya, setiap kepala negara disambut langsung setelah turun tangga pesawat oleh presiden RI. Kini cukup menteri luar negeri atau anggota kabinet lainnya. Nanti setelah dibawa ke Istana Merdeka ada penyambutan resmi bila kunjungan kenegaraan.

Peraturan ini berlaku Januari 1988 dan tamu negara pertama yang kena peraturannya, PM Italia Giovanni Goria. Goria disambut di halaman Istana Merdeka. Sejak itu siapapun kepala negara bila melakukan kunjungan kenegaraan (state visit), termasuk Presiden Bill Clinton dan Barack Obama, tidak disambut presiden RI di Halim Perdanakusumah, kecuali… Raja Salman.

Dalam sejarah penyambutan kepala negara asing, sering heboh penyambutannya oleh rakyat. Kaisar Ethiopia Haile Selassie I (tuhan hidupnya Bob Marley) ditentang menginjak bumi Indonesia, karena menurut penentangnya di Indonesia, sang kaisar yang keturunan Nabi Sulaiman itu, sering membunuhi kaum Muslim di negaranya. Tapi datang juga pada 7 Mei 1968 membawa kuda Ethiopia untuk tuan rumah. PM Jepang Kakue Tanaka juga ditentang datang ke Jakarta pada 15 Januari 1974. Namun tetap ke sini dengan hasil demonstrasi besar di pusat bisnis ibukota dengan kerusuhan membakar mobil dan gedung. Terakhir Presiden AS George Bush pada 26 November 2006 yang heboh didemo orang ketika berkunjung ke Bogor (bukan kunjungan kenegaraan). Bush nekad tak perduli untuk menginjak Kebon Raya Bogor. Kini, ada tamu negara yang sangat heboh dalam sejarah diplomatik Indonesia. Membawa 7 pesawat berbadan lebar, 400 ton lebih barang dengan 1500 orang anggota rombongan. Sang tamu itu… Raja Salman.

Raja Saudi Arabia paling pelit bertandang ke luar negeri. Apalagi ke Timur Jauh. Raja Saudi Arabia terakhir ke Indonesia adalah Raja Faisal (kakak tiri Raja Salman) pada 10 Juni 1970. Jadi ada rentang 46 tahun lebih. Ini kurun waktu paling lama. Mungkin Indonesia dianggap tidak begitu penting? Tidak juga. Indonesia mendapat perhatian istimewa bagi kerajaan yang dipimpin wangsa Saud itu. Justru kebalikanya, setiap presiden RI (kecuali BJ Habibie) selalu sowan ke sana. Dari Soekarno sampai Joko Widodo. Penyambutannya agak berbeda. Seperti lebih diistimewakan.

Soekarno ketika menunaikan ibadah haji pada Juli 1955 sekaligus kunjungan kenegaraan, disambut meriah dengan segala penuh kehormatan. Dipersilahkan masuk ke dalam makam Nabi Muhammad SAW (Soekarno menangis sampai sembab matanya dari makam Nabi. Mengguguk, kata orang Jawa). Soekarno yang mengusulkan agar antara jalan Safah dan Marwah (untuk ritual ibadah haji) diberi atap dan nyaman. Waktu Soekarno di sana banyak warung dan panas terbuka.

Sewaktu Presiden Soeharto pertama kali ke Saudi Arabia (sekalian menjalankan ibadah umrah) pada Oktober 1977, Ibu Tien diijinkan masuk ke dalam Kaabah. Sejak ratusan tahun mana boleh seorang perempuan masuk ke dalam Kaabah?! Bahkan sewaktu ingin berhaji pada 1991, Presiden Soeharto ingin diperlakukan sebagai warga biasa (bukan sebagai presiden RI), tapi ditolak oleh pihak kerajaan dalam artian tetap dikawal seperti seorang kepala negara.

Hanya Ibu Tien yang berani berbusana asli Indonesia saat berkunjung ke Saudi Arabia sebagai tamu resmi kerajaan (FOTO). Ratu atau istri kepala negara selalu dimodifikasi busananya lebih islami bila berkunjung resmi ke sana, kecuali Ibu Tien Soeharto.

Adakah yang berdemo menentang kedatangan Raja Salman? Raja Salman sepanjang 2015 dan 2016 membom penduduk sipil Yaman dan membunuhi banyak anak-anak tidak berdosa. Bagaimana dengan nasib TKI yang selalu kurang tertimpa musibah hukuman penggal di sana?

 

 

5 Comments to "INDOSAUDI"

  1. Lani  2 March, 2017 at 10:03

    James: makanan Sri Lanka mirip Indian food ya?

  2. James  2 March, 2017 at 09:46

    disini ada Restoran IndoLankan (Indonesia SriLankan) bukan IndoSaudi, hanya gak tau siapa pemiliknya ? apa campuran Indonesia SriLankan gitu, gak tau deh

  3. Lani  1 March, 2017 at 15:03

    ISK: apakah ini pertanda negeri ini akan lebih dijajah oleh para onta?

  4. James  1 March, 2017 at 08:12

    Raja Salman (Saudi Arabia) itu manusia biasa bukan Dewa bukan Tuhan, mengapa penyambutan harus di istimewakan ? apa agar Gengsi Indonesia dimata Internasional Naik ? tidak juga malah akan sebaliknya seperti Budak yang sangat Mengemis kepada Raja Salman, hanya buang-buang Duit Uang Negara saja, itu Bukti-bukti yang dituliskan oleh ISK bahwa Raja Salman memiliki Pelanggaran Kemanusiaan dan ada kabar Burung bahwa biar Gubernur DKI Korupsi juga asal dia beragama Islam Muslim saja, macam-macam di Indonesia ini

  5. Alvina VB  28 February, 2017 at 23:36

    Bung Iwan, gak akan pernah didemo, raja Saudi datang akan selalu disambut secara istimewa, krn Saudi erat terkait dengan Islam, jadi bagaimanapun juga bagi rakyat Indonesia yg mayoritas muslim, kaya kedatangan nabi atau tuhan aza….padahal itu negara yg paling bobrok di timteng yg melanggar human rights, woman rights dsb….that’s only my two cents!

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *