Life is A Beautiful Struggle

SW Pratikasari

 

Di dalam kehidupan ini, sering sekali kita merasakan kebahagiaan dan kesedihan yang datangnya silih berganti.
Semua terjadi tanpa kita rencanakan.Bagai air yang mengalir terus bergulir diselingi dentuman air yang saling bertemu.

Melihat satu kehidupan nyata yang terjadi pada salah satu sahabatku, anggap saja bernama Betty.

Betty adalah wanita yang bersahaja, selalu ramah pada semua orang yang dia kenal, sifatnya suka membantu kepada yang sedang terlihat susah. Orangnya tidak pernah diam, selalu ada saja aktivitasnya. Di usia 27 thn, Betty menikah dengan pujaan hatinya yang sudah dia kenal kurang lebih 4 tahunan. Saat itu, akupun merasakan kebahagiaan sahabatku yang sudah seperti saudaraku sendiri.

Aku salut dengan Betty yang berani ambil keputusan bahwa dia akan berhenti bekerja dan fokus pada rumah tangganya. Jujur aku tidak setuju dengan keputusannya, tapi hal ini tidak bisa aku campuri kehidupan sahabatku. Akhirnya aku hanya mengatakan bahwa “Keputusan itu ada di tanganmu”

Ternyata walau Betty tidak bekerja lagi, dia terlihat selalu sibuk bahkan kalau aku ingin ngobrol pun waktunya tidak seleluasa di saat awal dia menikah. Betty selalu diliputi rasa bahagia, dia lakukan pekerjaan sebagai Ibu Rumah Tangga dengan ikhlas dan niat tulusnya. Buah hati mereka hadir dalam kehidupan mereka, dimana dia memiliki 3 anak, yang no 1 dan no 2 anaknya perempuan, sedangkan yang terakhir laki-laki.

Sayang sekali kebahagiaan itu dia rasakan hanya sekitar 18 tahun…karena akhirnya dia berpisah dengan suaminya.
Rasanya aku tidak percaya, melihat perubahan dirinya. Dilaluinya cobaan ini dengan semua keterbatasannya. Saat ini usia anak pertamanya sekitar 24 thn an, sedangkan yang no 2 berusia 22 tahun, dan si bungsu berusia 16 tahun.

Untuk mencukupi kebutuhan hidupnya dia menerima pesanan catering untuk di acara-acara hajatan. Cateringnya belumlah besar, cuma belum terkenal. Setelah berpisah dengan suaminya kehidupan Betty beda. Apalagi mantan suaminya seperti lepas tangan tidak mau memberikan biaya kehidupan buat anak-anaknya.

Aku bisa merasakan kesedihan yang dialami oleh Betty, 2 bulan terakhir yang kelihatan olehku….dia sedang dalam kesulitan ekonomi.

Setelah kami berkirim kabar dan saling melepas kangen kami dia menceritakan apa yang terjadi padanya. Wow….sangat luar biasa dia bisa melaluinya. Katanya….di saat susah jangan pernah deh ingat ama saudara kita, karena mereka tidak pernah akan membantumu. Justru teman dan kerabatmu yang akan membantu.

Kenapa dan kenapa aku selalu bertanya dalam hati. Cobaan yang di alami oleh Betty sangatlah menyentuh perasaanku. Itulah yang namanya Kehidupan…selalu silih berganti. Kita jalani dengan penuh rasa sykur.

 

Salam

SW Pratikasari

 

 

2 Comments to "Life is A Beautiful Struggle"

  1. Sierli FP  7 March, 2017 at 12:33

    Betty, wanita yang hebat.

  2. Handoko Widagdo  6 March, 2017 at 14:02

    Perkawanan sering lebih tulus daripada persaudaraan.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *