Donor Darah, Akhirnya Berhasil Juga

Enta Nola – Bogor

 

Hai Baltyrans semua,

Apa kabar / Semoga semuanya sehat selalu ya.

Sejak kecil, saya selalu mendengar om saya setiap 3 bulan sekali selalu menyumbangkan darahnya alias ikut partipasi menjadi donor darah di PMI. Mendengar penjelasan beliau bahwa dengan menjadi donor darah kita bisa ikut membantu orang lain yang sedang membutuhkan tambahan darah dan pendonor pun menjadi lebih sehat karena darah dalam tubuh akan tergantikan oleh darah yang baru sehingga badan menjadi lebih segar begitu kata beliau, maka saya bercita-cita suatu hari saya pun ingin menjadi pendonor darah seperti om saya karena saya tidak takut disuntik (maklum sedari bayi sering keluar masuk RS jadi sudah kebal dengan yang namanya jarum suntik).

Setelah beranjak dewasa, kesempatan datang untuk ikut berpartisipasi menjadi ikut donor darah ketika ada ibu dari salah satu rekan kerja yang membutuhkan darah golongan A dan kebetulan saya golongan A maka saya ikut ke PMI daerah Warung Jambu (Bogor) untuk ikut di tes apakah saya bisa ikut menyumbangkan darah.

Sampai di sana, kami disuruh timbang badan – lolos, cek tekanan darah-lolos, giliran tes H – jari kita ditusuk jarum seperti mau cek golongan darah dan diteteskan ke sebuah alat untuk dibaca berapa kadar Hb-nya, Hb saya mentok di angka 10 – gagal maning…kandungan Hb harus minimal 12 untuk pendonor wanita dan 12.5 atau 13 untuk pendonor laki-laki. Gagal deh saya menjadi pendonor.

Di berbagai kesempatan setiap  ada acara donor darah, saya pasti ikut dan selalu gagal karena Hb mentok di angka 10. Akhirnya saya capek, tidak tertarik untuk menjadi pendonor lagi sampai  akhirnya di tahun 2015 di mana saya harus menjalani operasi besar dan membutuhkan transfusi darah sebanyak 2 liter, saya sadar betapa sulitnya untuk mencari golongan darah yang cocok buat saya karena sekarang untuk penjadi penerima sumbangan darah, tidak hanya dilihat dari golongan darah tapi dilihat dari rhesus juga jadi golongan A yang tersedia bila rhesusnya tidak sama maka tidak bisa ditransfusikan pada saya.

Sampai RS tempat saya menjalani operasi harus mengambil darah ke pusat (di Kramat – Jakarta), untung Bogor masih dekat dengan Jakarta coba kalau jaraknya jauh bisa repot.

Karena saya menyadari susahnya untuk mencari transfusi darah maka saya berjanji kalau nanti saya sudah sehat maka saya mau mencoba kembali untuk ikut partisipasi di setiap kesempatan donor darah yang ada.

Kesempatan pertama datang dari acara donor darah di kantor, ternyata gagal maning juga karena saya belum melewati masa satu tahun setelah operasi besar jadi otomatis mereka menolak. Setelah masa satu tahun setelah operasi terlewati, kesempatan donor darah datang dari kegiatan kantor juga.

Saya masih deg-degan juga apakah saya lolos atau tidak, karena sejak menerima transfusi darah, Hb saya selalu bagus setiap kali cek darah.

Giliran dipanggil pun tiba no antiran 5, cek tekanan darah –lolos, cek Hb ternyata di cek menggunakan larutan cupri sulfat. Saya lihat teman saya yang lebih dulu di tes, jarinya di tusuk jarum trus darah yang keluar diambil menggunakan pipa kapiler kecil trus darahnya ditetes ke dalam larutan cupri sulfat, darah teman saya terlihat melayang di dalam larutan tersebut. Selanjutnya sisa darah di cek golongan darah dan rhesusnya.  Teman saya – lolos, lalu giliran saya, pada saat darah saya di tetes ke dalam larutan, dengan cepat darah saya meluncur ke dasar larutan, waduh pikir saya bisa ga lolos nih karena di dalam larutan tersebut ada darah yang mengambang  dan melayang saja, Cuma darah saya yang tenggelam ke dasar larutan. Ternyata si mbak yang tes darah kasih lampiran kertas yang berisi data-data saya dan berkata silahkan ke bed bu untuk diambil darahnya.

Horeeeee….berhasil…berhasil…horee…seperti nyanyian si Dora. Setelah diambil darah, kami diberi bingkisan dari PMI berupa popmie, susu kotak dan vitamin penambah darah sedangkan dari kantor mendapat sekotak makan siang.

Nih mau pamer (demen pamer melulu)

Kartu peserta donor darah yang wajib dibawa setiap mau donor

Bagian dalam kartu

Bingkisan

Pas diambil darah

 

 

12 Comments to "Donor Darah, Akhirnya Berhasil Juga"

  1. Alvina VB  10 March, 2017 at 07:34

    Brava n bravo buat semua yg berhasil nyumbang darah. Kl saya mah gak akan bisa nyumbang darah krn lahir dengan tekanan darah yg abnormal- tekanan darah rendah terus (udah dari sananya), ttp untungnya masih sehat.)

  2. Lani  9 March, 2017 at 11:56

    Bravo James! Karena barusan temanku yg punya pabrik gula krn malas tdk mau disiplin sampai kena serangan jantung dampak dr diabetesnya…….msh untung temanku tdk bablasssssssss………

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *