Itu Kan Hal Biasa

Dian Nugraheni

 

Indeed…Mungkin banyak orang bertanya, mengapa aku selalu menulis hal-hal yang sangat biasa saja, sederhana, dan, mungkin bagi banyak orang, nggak ada artinya, nothing…

Seperti, merasa begitu amazing dengan sosok Ibu yang dengan hatinya sudah menyisihkan waktunya, meresensi via phone, buku yang mbak Di tulis… Istimewa..? Bagi aku, ya..sangat…

Lalu tentang sosok Perempuan Pendoa, yang dengan ketaatannya pada Tuhan, dia pun mempunyai hati yang indah dan kepedulian yang sangat manusiawi, menawarkan pada teman-temannya, atau siapa pun dia, yang ingin juga disebut namanya dalam doa yang diucapkan oleh Perempuan itu.. Istimewa? Ya, bagi aku, sangat….

Mungkin hal-hal sederhana yang aku alami, dan aku rasakan sebagai istimewa itu, bagi teman-teman, tidaklah istimewa, biasa saja. Mengapa demikian? Ya, pengalaman hidup orang kan sendiri-sendiri ya…Mbak Di juga ga bisa menjudge gimana-gimananya..monggo tanyakan pada diri sendiri masing-masing saja.

Intinya sih, bahasa gampangnya sih, bagi aku, aku akan bilang itu istimewa, baik itu hal besar maupun hal kecil, bila…bila, aku sendiri tidak mampu melakukan hal itu.

Coba tanyakan padaku, apakah aku punya hati dan kerelaan menelepon temanku yang mengirimkan bukunya yang barusan ditulisnya, kemudian memberikan penghargaan, penilaian, resensi secara lisan via phone padanya? Aku ga punya kemampuan itu. Ga sempat, malah mungkin juga ga kepikiran…

Juga tanyakan padaku, apakah aku pernah dengan hatiku menawarkan pada teman-teman, “sampaikan padaku bila memang kamu ingin aku turut serta mendoakanmu..” Pernahkah aku tawarkan itu..? Tidak.., hatiku nggak semulia itu…Yaa, aku akan doakan siapa pun, secara umum, dan baru akan secara khusus bila seseorang memintanya. Tapi, aku tak pernah sampai menawarkannya duluan…

Bla..bla..bla-nya…

Indeed, di tanah asing, terasing, terpenjara raga dan jiwa, kesendirian, kemandirian yang maksimal, meredam rindu kesumat pada negeri sendiri adalah hal biasa…Maka semua itu sangat membawa “derita” jiwa yang tak berkesudahan, maka bila ada hal-hal baik terjadi padaku, duhh, rasanya memang istimewa bangeet…Bersyukur bangeet…

Lebih lagi, kalau yang berbuat begitu itu ke kita, adalah, orang yang sekilas aja kita kenal, atau baru kita kenal…, sedangkan sanak saudara, orang-orang terdekat loe aja, sampai loe babak belur, belom tentu mau nanya, nyapa, apalagi tawarkan bantuan.. Kejadian nggak..? Kejadian, pakai bangeet..! Benar apa benar..?

Maka tentu saja, hal-hal baik begitu sampai bikin air mata leleh ke pipi…

Kalau tulisan ini belom juga bisa mendobrak hati para pembaca, maka yaa, aku harus katakan bahwa, moga-moga saatnya akan tiba, bagi siapa pun yang menginginkan, untuk bisa merasai hal-hal kecil, yang nampaknya remeh, sederhana, sebagai suatu hal yang sangat istimewa dan menghujam rasa bagi diri kita…(dan kalau aku, sekaligus pengen juga bisa belajar melakukan hal-hal seperti itu buat orang lain….)

 

 

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerRSS

4 Comments to "Itu Kan Hal Biasa"

  1. Handoko Widagdo  14 March, 2017 at 15:09

    Yang biasa itulah yang luar biasa.

  2. James  14 March, 2017 at 09:47

    Ci Lani, iya bener tuh kadang2 teman atau orang lain dapat melebihi saudara sendiri, waktu lalu sy punya beberapa teman yang jauh lebih baik dari saudara sendiri

    DN, justru kalau untuk sya artikel semacam begini enak untuk di baca dan di ikuti karena kejadian keseharian dalam hidup

  3. Lani  14 March, 2017 at 08:32

    Menurutmu bagaimana James?? Salam kenthir dan tetap tersenyum ya

  4. Lani  14 March, 2017 at 08:32

    Dian: Menurutku justru hal2 kecil yg dianggap oleh orang remeh spt remahan roti itu yg penting dan menarik (itu menurutku lo ya) mengingat pikiran tiap orang beda2

    Apa yg kamu katakan benar kdg orang lain yg bukan apa2 kita bahkan baru kita kenal dgn itungan detik bisa lebih memberi perhatian dibandingkan dgn sanak saudara kita sendiri yg malah lupa, pura2 lupa, atau melupakan………..dan itu pernah aku alami sendiri.

    Itu dikembalikan pd masing2 pribadi orang2 ybs…….pdhal menurutku orang lain terutama teman2, sanak saudara dgn diingat saja sdh bikin senang/bahagia 1/2 mati……..pdhal mengingat, mengucapkan sesuatu dan membuat orang lain merasa bahagia tidak hrs pakai duit!

    La wong tersenyum wae angel pdhal ora metu duit………

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *