St. Helena

Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta

 

DI RUMAH itu, Longwood House pada 5 Mei 1821, Napoleon Bonaparte, pemimpin militer dan politik Prancis, meninggal dalam kesepian di St Helena. Pulau terpencil di Laut Atlantik. Sepinya sepi.

Napoelon mengusai Eropa pada jamannya dan kalah di Waterloo karena perangnya terganggu abu letusan Gunung Tambora. Pada 1812, tentara Napoleon jauh-jauh berlayar ke Jawa, mendarat di Cilincing (bayangkan tahun segitu Cilincing kayak apa). Tentara Napoleon berperang dengan tentara Inggris habis-habisan di daerah yang sekarang di sebut Jatinegara. Lokasinya beberapa puluh meter dari rumah saya yang dulu di Pisangan Lama, Jatinegara. Mayat-mayat tentara Napoleon yang tewas menempuk dan membangkai sampai dinamakan Rawa Bangke (kini Rawa Bunga, sentra batu akik).

Lapangan Banteng yang akan dijadikan RPTRA terbesar di Indonesia oleh Gubernur Basuki Purnama, dulunya adalah Waterlooplein, lapangan mengenang kemenangan atas Napoleon di Waterloo. Ada patung singanya seperti di Bukit Waterloo (Belgia). Pengaruh Napoleon sangat besar di Jawa, khususnya di kerajaan-kerajaan Mataram Islam (Mangkunegara, Jogjakarta).

Wajar ada buku di toko buku terkenal menjual buku. Isinya tenang Napoleon yang sebenarnya orang Makassar dan agamanya Islam.

Saya hampir berak di celana.

 

 

5 Comments to "St. Helena"

  1. Lani  22 March, 2017 at 09:26

    ISK: hahaha……alinea terakhir numpang tanya kenapa emangnya sampai mau berak dicelana? Apa ditahan kelamaan kkkkk……….

    Bukannya dilapangan Banteng itu ada patung pembebasan Irian Jaya dgn orang spt Hercules bisa medhot rantai ditangannya? Aku baru saja melihat animasi rencana Ahok utk mengubah lapangan itu jadi sgt indah banget………..

    James: aku jg punya pertanyaan yg sama dimanakah dirimu pd saat Napoleon Bonaparte mampir ditanah Jawa?

  2. James  22 March, 2017 at 05:01

    Sejarah becanda

    Para Kenthirs ada dimama tahun segitu?

  3. James  22 March, 2017 at 04:57

    Sejarah becanda nih

    Para Kenthirs ada dimana ditahun segitu?

  4. IWAN SATYANEGARA KAMAH  22 March, 2017 at 04:55

    Justru Napoleon itu tinggi. Dia “dipendekkan” oleh musuh-musuhnya: Inggris dkk.

  5. Alvina VB  21 March, 2017 at 23:01

    Ha…ha…..sejarah bisa dibikin-bikin sendiri bung Iwan….dari history jadi HIS-STORY.
    Saya liat pameran Napoleon lengkap dengan patung lilinnya, orgnya pendek kecil mungil, mungkin cocok jadi org Indonesia, ha…ha….

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *