Minion Menumbangkan Tiang Listrik

Fire – Yogyakarta

 

Mads Conrad-Petersen, tinggi badan 186 cm. Mads Pieler Kolding, tinggi badan 203 cm. Kevin Sanjaya Sukamuljo, tinggi badan 170 cm. Marcus Fernaldi Gideon, tinggi badan 167 cm.

Menyaksikan pertandingan antara ganda putra Denmark berhadapan dengan ganda putra Indonesia di semifinal All England 2017 kemarin, bagaikan melihat dua kurcaci melenting kesana kemari dengan lincahnya di hadapan dua raksasa, dengan hanya dibatasi jaring net. Yang terbayang di benak mungkin betapa sangarnya jumping smash duet jangkung dari Denmark.

Dengan postur se-bongsor itu nggak perlu pake “jumping” pun, smash-nya sudah tajam. Kenyataannya ganda Denmark justru pontang-panting menahan gempuran duet minion. Tubuh boleh pendek, tetapi napas tetap panjang, jumping smash juga nggak kalah dahsyat. Raksasa Denmark ini kewalahan dalam adu drive, terutama menghadapi pukulan-pukulan Kevin yang “menyiksa punggung”. Seandainya pertandingan berlangsung lima set, mungkin ganda Denmark bakal minta ampun karena kepuntir-puntir terus punggungnya. Tapi, seandainya kita punya teman seperti ganda Denmark tersebut, mungkin bisa diundang saat musim mangga apa rambutan, nggak perlu repot pake galah …. wakakak …

Di final, lawan yang dihadapi Kevin/Gideon tak kalah tingginya dari di semifinal. Li Junhui, tinggi badan 195 cm. Liu Yuchen, tinggi badan 192 cm. Seandainya adu slam-dunk mungkin pasangan China lebih unggul. Tetapi adu drive, lain ceritanya, apalagi pukulan-pukulan ajaib Kevin yang arahnya entah kemana nggak terduga, kayak bajaj saja … Return smash Kevin/Gideon juga cukup alot menghadapi jumping smash menghunjam dari pasangan China. Memang pada pertarungan ganda putra, “bahasa” yang berlaku adalah jumping smash dan adu drive. Kevin/Gideon cukup cerdik nggak terlalu memforsir jumping smash, tetapi variasi dengan dropshot tajam, saat lawan kurang sempurna memungut bola sehingga kembaliannya tanggung, itulah saatnya dihabisi … Terlihat sekali kelenturan tubuh Kevin berjingkrak-jingkrak di depan net, sementara lawannya kesulitan menekuk-nekuk punggung.

Pada All England 2016, pasangan “raksasa” Vladimir Ivanov/Ivan Sozonov dari Rusia, yang berhasil meraih gelar di ganda putra. Vladimir Ivanov, tinggi badan 190 cm. Ivan Sozonov, tinggi badan 184 cm. Era di bawah tahun 90-an mungkin kita jarang sekali mendengar pemain Eropa di luar Denmark dan Inggris. Setelah bulutangkis dipertandingkan dalam olimpiade, banyak negara yang berlomba mengirimkan atlet bulutangkis ke berbagai kejuaraan. Saat ini kita bisa melihat ada atlet yang berasal dari Amerika latin, Afrika, bahkan Arab. Dengan makin mendunianya bulutangkis, sepertinya makin tinggi saja postur para atletnya.

Dulu kita mengenal permainan atraktif dari Ricky/Rexy, pukulan aneh-aneh dari pemain berkarakter slengekan Sigit Budiarto. Kevin/Gideon memperagakan semuanya. Meski kadang Kevin masih sering “overdosis” dengan pukulan-pukulannya yang di luar “text-book”. Sigit Budiarto sendiri pernah melatih Kevin. Jika Taufik Hidayat dikenal dengan pukulan backhand smash-nya, maka overhead backhand-smash Kevin juga akrobatik. Entah bagaimana anak ini bisa meliuk-liukkan tubuh tanpa khawatir bakal salah urat.

Bermain ganda putra nggak boleh mudah gentar menghadapi jumping smash lawan. Di semifinal kelihatan banget bagaimana defence Kevin/Gideon membuat ganda Denmark “putus asa” atau mungkin kehabisan napas saat mesti memforsir jumping smash, maklum dari segi usia juga beda generasi. Kalo dilihat di siaran langsung pertandingan semifinal, ekspresi ganda Denmark seolah menyiratkan nggak percaya, bagaimana mungkin mahluk “sekecil” itu bisa memaksa para raksasa jungkir balik.

Dulu kita mengenal legenda ganda Christian Hadinata dan Park Joo Bong. Dipasangkan dengan pemain manapun tetap jago. Ganda putra oke, ganda campuran juga oke. Belum lama Lee Young Dae, yang sering disebut sebagai “the next Park Joo Bong”, pensiun sebagai atlet. Semoga saja Kevin Sanjaya bisa sehebat Christian Hadinata.

Senangnya kalo kita bisa makin sering menyaksikan aksi para minion yang tak gentar menghadapi kepungan raksasa. Terimakasih untuk KompasTv yang makin rajin menyiarkan siaran langsung pertandingan bulutangkis. Tapi atlet Indonesia juga kudu berprestasi, jangan sampe sudah disiarin live di tipi, jebul nggak ada wakil Indonesia yang tampil, kan ….. assyemmm rasanya …

 

 

About Fire

Profile picture'nya menunjukkan kemisteriusannya sekaligus keseimbangannya dalam kehidupan. Misterius karena sejak dulu kala, tak ada seorang pun yang pernah bertatap muka (bisa-bisa bengep) ataupun berkomunikasi. Dengan tingkat kreativitas dan kekoplakannya yang tidak baen-baen dan tiada tara menggebrak dunia via BALTYRA dengan artikel-artikelnya yang sangat khas, tak ada duanya dan tidak bakalan ada penirunya.

Arsip Artikel

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerRSS

6 Comments to "Minion Menumbangkan Tiang Listrik"

  1. Lani  3 April, 2017 at 13:16

    Al: klu tidak salah Roy Suryo? Klu salah ya mohon dipermaklumi……….mungkin member yg lainnya bisa memberikan jawaban yg benar

  2. Alvina VB  3 April, 2017 at 01:05

    James n mbakyu Lani, kayanya badan bulutangkis Indonesia butuh cari bibit dari kecil dan dilatih dengan baik (utk yg berpotensial). Negara butuh kasih jaminan buat para pelatih bulutangkis, krn mereka2 ini yg bisa membawa pebulutangkis muda Indonesia maju lagi. Talent without training ya gak bisa maju2, makanya hapuskan korupsi donk pak mentri olah raga; bukan mendirikan GOR yg diutamakan (siapa tuch mentri olah raga yg terlibat korupsi di jaman SBY?), atlit dan pelatihnya juga diperhatiken donk….

  3. Lani  1 April, 2017 at 13:58

    Al: suka tp skrng nontonnya via you tube………..tdk penggila hanya sekedar nonton agar jgn ketinggalan berita.

    Kang Geni: gimana satu saat sampeyan jd wasitnya…….jd pas krn yg main minion dan wasitnya juga minionkah?

  4. James  1 April, 2017 at 05:45

    Al, belakangan ini jarang nonton Bulu Tangkis karena Indonesianya banyaknya kalahan saja

  5. Handoko Widagdo  31 March, 2017 at 12:56

    Kalau minion kan boleh kirim kok lewat bawah net.

  6. Alvina VB  31 March, 2017 at 11:02

    Jadi mas Fire kesimpulane, minion gak berhasil menumbangkan tiang listrik kali ini ya?
    Para kenthirs suka nonton bulutangkis gak?

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *