Apakah Mamah akan Ikut-ikut?

Dian Nugraheni

 

Ketika aku buka-buka FB, sering kali aku panggil anak-anak, aku tunjukkan satu per satu teman-temanku, yang juga adalah Mamah-mamah teman-teman SD mereka dulu waktu masih sekolah di Indonesia.

“Masih kenal ini nggak.., ini..ini..?” tanyaku.

Alma, “Waa…, aku nggak tau lagi…, semuanya sekarang kerudungan…”

Alma, lagi, “Waaaa…, di mana ini, restorannya baguuus…, waaa, Ibu-ibunya juga seragaman semua..acara apa ini..?”

Cedar cuma senyum-senyum aja. Alma yang waaa-nya banyak beeng.

Aku, “Dulu, kalau habis anter kalian sekolah, kalian masuk kelas, nah, Mamah-mamah yang ga ada kerjaan, ya Mamahmu ini juga, karena biasanya Mamah yang nyetir, trus jalan ke GOR (Gelanggang Olah Raga), makan di lesehan Empal Gentong atau sate ayam. Atauuu.., ke ayam goreng Tantene, sambil pulangnya bawa makan siang dibungkusin buat anak-anaknya…Kayaknya, sekarang di Purwokerto banyak hotel baru, yang ada restorannya. Mamah liat temen-temen banyak yang acara ngopinya pindah ke hotel-hotel bagus itu…”

Alma, “Waaa…mewah…sippp…” Sipp..itu kata-katanya kalau dia “kagum” dan nggak bisa ngungkapin dengan kata-kata bahasa Indonesia yang tepat.

Alma, “Mamah, kalau kita tetap di Indonesia, Mamah ikut kerudungan ga..? Ikut ngopi di hotel..?”

Aku, “Yang jelas Mamah tetep senam dan fitness. Kerudungan..? Sejak dulu Mamah suka kerudungan, terutama kalau kondangan, biar rambutnya ga sah disanggul, udah rapih. Kerudungan itu kan gaya busana, itu bagi Mamah…kalau pas pengen, ya pakai, kalau ga pengen, ya ga usah pakai..”

Senam dan fitness adalah acara rutin mandiri yang aku lakukan ketika masih banyak waktu luang di Indonesia. Seminggu, bisa lima kali aku datang ke gym, kombinasi antara aerobik, BL, dan fitness.

Alma, “Kalau ngopi di hotel..?”

Aku,”ha..ha.., kasihan hotelnya, Mamah kan biasa jins, kaos, jaket, kethu, bukan dress code yang tepat untuk duduk ngopi di hotel.., kalau Mamah disuruh rapih cantik terus, ya ga nyaman…, juga mobil kita kan bukan mobil cantik, ntar parkir di parkiran hotel, bikin jelek pemandangan…”

Aku, “tapi ya ga tau ding…I’m not sure…mungkin juga Mamah berubah kayak gitu..”

Alma, “Menurut Mamah, itu bagus nggak..?”

Aku, “Apa..? Perubahan-perubahan itu..? I have no comment, Alma, bagus dan enggaknya kan kembali pada pribadi masing-masing. Bagi Mamah, kalau memang mau, pengen, bisa, dan juga bisa bertanggungjawab atas apa yang kita lakukan, ya..silakan saja..”

Alma, “Mamah seneng di mana…, di Purwokerto apa di Amerika..?”

Aku, “to be honest, lebih suka di Amrik..he..he..Mamah belajar banyak tentang kehidupan selama tinggal di sini..”

Alma, “Sipp..”

Sipp maning…! Hixixixi…

_Nggak usah pada tersinggung, ini cuma cuitan antara ibu dan anak, lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya, dalam laut bisa diduga, dalam hati siapa yang tau.._

(Lha kok malah berpepatah..)

 

 

3 Comments to "Apakah Mamah akan Ikut-ikut?"

  1. James  5 April, 2017 at 09:13

    enjoy life

  2. Lani  4 April, 2017 at 11:14

    Dian: nikmati saja hidup ini, hidup cuma sekali, dan singkat lagi………jalani saja mengalir bak air

  3. sugiarto goh  4 April, 2017 at 10:40

    “….umur itu seperti es batu !, dipakai atau tidak dipakai akan tetap mencair. Begitu juga dengan Umur, digunakan/tidak digunakan umur kita akan tetap berkurang….”
    Hal yang harus dilakukan setiap hari : Tersenyum dan Berfikir positif

    Air yang mengalir tidak dapat berbalik arah, itulah hidup kita. Tidak dapat berbalik menjadi muda lagi.
    Ketika ada kesempatan, pergilah bersama teman teman lama, kumpul kumpul bukan sekedar makan dan ngobrol, tetapi ingat waktu hidup kita semakin singkat. Mungkin lain waktu kita tidak bisa bertemu lagi. Mungkin lain waktu kita sudah semakin susah untuk berjalan……

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *