Catatan Sunyi

Ida Cholisa

 

Apakah ini yang namanya gejala serangan jantung? Saat stress, panik, terkejut, atau takut, tiba-tiba dada berdebar hebat, tulang belakang sakit menjalar hingga jantung. Dada berdegub kencang, nafas tersengal. Untuk beberapa menit tak bisa beraktivitas apa-apa, selain berjuang menormalkan kembali detak jantung yang melaju kencang. Untuk beberapa saat berjuang menekan dada agar nafas tak tersengal-sengal. Agar sakit segera menghilang. Sepuluh menit kemudian… berangsur-angsur keadaan menjadi normal.

Kualami kejadian ini di sekolah, siang tadi. Aku hampir terjungkal saat menaiki tangga. Kualami hal ini juga beberapa minggu lalu usai mengendarai mobil. Kualami ini juga di sebuah kamar hotel di kota Mekkah. Ketukan berulang kali di pintu kamar hotel di tengah malam membuatku takut dan terperangkap dalam sakitnya tulang belakang hingga nyerinya dada sebelah kiri yang sungguh sangat tak tertahankan.

Beberapa tahun belakangan ini aku memang tak bisa berada dalam situasi yang membuatku lelah, takut, gugup, tegang, panik bahkan sedih atau marah. Aku harus berada dalam situasi datar di mana fisik, pikiran dan perasaanku berada dalam keadaan nyaman. Saat itulah aku akan berada dalam kondisi yang baik. Setidaknya rumah sakit tak lagi menjadi tempat rawat inap untuk memulihkan keadaan atau kesehatan.

Terhadap kelemahan fisikku akibat terganggunya organ jantung yang diakibatkan oleh hiperthyroid yang bercokol di tubuhku, haruskah aku menyerah dan meratapi keadaan diriku? Tidak. Aku tetap menjalani hidup seperti kebanyakan manusia normal lainnya Jika berjuang melawan kanker dengan payahnya efek kemoterapi saja tak menyurutkan bibirku untuk tersenyum; jika menjalani hidup dengan sebelah payudara saja tak membuatku rendah diri terlebih kehilangan harapan; maka haruskah aku bersedih atas ujian berikutnya yang Dia berikan padaku?

Keadaan sulit memang silih berganti kurasakan sejak terganggunya organ dalam tubuhku. Bahkan aku bersiap jika sewaktu-waktu keadaan buruk mendatangiku.

Tapi aku harus tetap optimis. Aku harus tetap tegar sekencang apa pun badai menghajar.

Tentang pertanyaanku di awal tulisan, apakah termasuk gejala serangan jantung atau bukan keadaan “kritis” yang berulangkali mendatangiku, biarlah menjadi pertanyaan yang menghuni hati terdalamku. Bukan jawaban tentang penyakit itu yang sejatinya kuharapkan, melainkan suntikan semangat dan doa yang senantiasa kurindukan.

Semoga Allah mengaruniakan usia panjang dan berkah untukku, agar mampu kubesarkan anak-anakku, agar mampu kuwujudkan harapan semasa hidup suamiku, agar mampu aku beribadah dan berbuat kebaikan bagi sesamaku…****

 

Cileungsi, 24 Maret 2017
-Catatan Sunyi Ida Cholisa-

 

 

One Response to "Catatan Sunyi"

  1. James  5 April, 2017 at 09:15

    semoga diberi ketabahan dalam segala perkara dalam kehidupan ini

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *