Hilangnya Sebuah Kebahagiaan

SW Pratikasari

 

Hai sobat…sudah lama ya kita tak jumpa…

Semoga sahabatku semua dalam keadaan sehat dan bahagia…Bahagia….apa sih yang ada dalam benak kita tentang bahagia? Banyak macam definisi tentang bahagia….intinya di saat kita bisa tersenyum…tertawa…itulah saat-saat kita merasakan adanya kebahagiaan tapi semua itu tidak kita sadari. Adapula tangis bahagia, karena rasa haru yang kuat dalam hati kita saat itu…

Mudahkah kita mendapatkan rasa bahagia? Sangat mudah…karena dengan kita mensyukuri nikmat dan karunia Allah lah kita bisa merasakan bahagia itu.

Berbagai tipe karakter sifat manusia…ada hal-hal yang seharusnya dinikmati dan diterima dengan ikhlas akhirnya hilang begitu saja seiring hilangnya sebuah kebahagiaan. Yang tinggal hanya tetesan air mata yang tidak bisa terelakkan seiring langkah melewati kenangan-kenangan indah bersama.

Kebersamaan itu sudah tidak ada, begitu mudahnya hilang tanpa meninggalkan kesan. Seperti halnya lagu Titik Puspa…Bing….

“Kita jalani kehidupan kita sendiri-sendiri ya…karena aku sudah tidak kuat hidup bersamamu…”

Sebuah kalimat yang tidak ada dalam benak pikiranku…pikiran normal manusia. Ya Allah…Engkau Yang Maha Mengetahui semua ini….Inilah kiamat kecil bagiku. Engkau hilangkan kebahagiaan ini…mungkin selama ini aku lupa akan Dirimu Ya Allah…

Perjalanan ini terlalu pendek…banyak suka duka pengorbanan yang aku alami…apakah hanya sampai di sinikah perjuanganku meraih kebahagiaan? Di usia menjelang senja…semua sudah ku lalui…dan aku tidak tahu manakah ujung kehidupan ini? Hanya air matakah yang mendampingiku?

Bermunculanlah pertanyaan-pertanyaan yang tidak ada jawaban…Ya Allah….andai tidak Engkau pertemukan aku dengannya…mungkin pagi ini bukan air mata yang ada..tapi senyum kebahagiaan. Dua kali pertemuan ini terjadi…dan dua kali pula kebahagiaan yang aku genggam sejenak terlepas bersama waktumu.

Beri aku kesempatan merasakan kebahagiaan ini ya Allah…sehingga aku bisa selalu tersenyum dalam sisa umurku…
Langkah kakiku yang entah mengarah ke mana…hanya kenangan-kenangan manis yang menemani. Apakah ini juga ada dalam benakmu? Atau sudah hilangkah semua itu dalam hatimu?

Bimbing aku Ya Allah….agar ku dapatkan kembali kebahagiaan ini menggantikan tetesan air mata dengan senyum…

 

Salam

SW Pratikasari

 

 

6 Comments to "Hilangnya Sebuah Kebahagiaan"

  1. Evi Irons  16 April, 2017 at 11:34

    Cobalah utk meluangkan waktumu dgn mengisi kegiatan hobby mu.
    kalau hobby mu menyanyi, menyanyilah, punya hobby me masak, masaklah,nonton tv dsbnya!

    Kalau sedang sedih atau sedang punya masalah segeralah alihkan ke kegiatan yg menyenangkan.

    Bagi yg beragama; cobalah membaca kitab Suci Karena disitulah kita mendapat bimbingan Dari Tuhan.

    Taklukkan hidup ini, Jangan terbalik ditaklukan oleh hidup!

  2. Lani  12 April, 2017 at 00:07

    Al: Aku setuju banget dgn komentarmu yg ini “punya badan sehat” menurutku KESEHATAN adl assets paling penting dibandingkan yg lain2nya………tanpa kesehatan sungguh amat, sgt menderita……….biarpun banyak duit klu badan tdk sehat bagaimana mau menikmati hidup?????????

  3. Alvina VB  11 April, 2017 at 13:22

    Bahagia/gak tergantung manusianya masing2, sangat relatif…. Kl para kenthirs bahagia krn easy going dlm hidup ini…nikmatin/syukurin aja yg kita punya, bersyukur punya badan sehat (amat sangat penting banget), punya tempat tinggal yg aman (bukan di war zone), ada keluarga di rumah dan di rumah ini, he..he….peace dah…..

  4. Lani  11 April, 2017 at 07:18

    James: betul sekali James para kenthirs bahagia dirumah ini

  5. Dewi Aichi  10 April, 2017 at 20:48

    Salam hangat mba Ning…

  6. James  10 April, 2017 at 10:04

    para Kenthirs bahagia berada di Baltyra

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *