Masih Berkaitan dengan Harta Dunia

Dian Nugraheni

 

Seseorang inbox padaku, menawarkan apakah aku akan membeli sebidang tanah yang ditawarkannya, sekian meter persegi…luas banget kiraku..1250 m2…Iya kan, luas..? Dan harganya sangat miring untuk ukuran tanah seluas itu…

Tapi semiring-miringnya harga tanah, tetep aja kondisi keuanganku ga bakalan sampai saat ini, alias aku ga mampu membayarnya dengan harga itu…

Apa kamu pikir, hanya karena aku di Amrik, duitku banyak..? Hla iya uangku dollar, tapi bayar apa-apa kan juga pakai dollar. Kecuali uangku dollar, belanja dan lain-lain pakai rupiah..lain lagi itu…sisanya sebulan-bulan pasti sudah bisa bikin aku beli harta dunia yang macam-macam…

Kata dia, “Lha itu, kamu aja bisa pulang kampung bertiga dengan anak-anak, pastinya duitmu banyak…Puluhan juta..mungkin ratusan juta..”

Tak kasih tau ya, duit kelas buruh macem aku itu ya hanya cukup untuk sebulan saja, sisa sedikit ditabung-tabung buat kalau pengen pulang kampung. Itu tabung-tabung diniatkan banget…namanya kampung itu kan selalu dirindukan…

Jadi nek pas pulang kampung, sejatinya malah sudah ga punya duit longgar, karena duitnya sudah dibelikan tiket PP buat bertiga dengan anak-anak…

Setiket pesawat PP, karena pulangnya selalu summer, peak season, harga tiket sudah mahal..katakanlah, bisa sampai 1.500 dollar per tiket…

Nek nawarin aku, ya beli Lopis sama Geblek aja, pasti langsung tak samperin dengan cepat..he..he..

_Lopis, tau ya..makanan dari ketan dan kawan-kawannya, dikasih kelapa parut, lalu siram air gula Jawa. Nek Geblek, itu katanya asli dari kotaku Purworejo, sebangsa Cireng, tapi lebih lembut, bentuknya dibikin kayak angka 8, dan memang…ga ada duanya…istimewah sekali, apalagi dimakan dengan disiram bumbu Pecel..sudah..dunia ada di tangan kita.._

 

 

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerRSS

7 Comments to "Masih Berkaitan dengan Harta Dunia"

  1. Linda Cheang  23 April, 2017 at 17:45

    sudah selesai dengan keinginan harta duniawi.

    tapi aku lupa, hidup di indonesia, apa-apa dinilai dengan seberapa banyak harta yang dipunya

  2. Alvina VB  22 April, 2017 at 00:57

    Lanjut komen ya…..yg saya tertarik saat ini adalah investasi di dunia pendidikan, terutama pendidikan anak dan wanita, ubahlah Indonesia dengan pendidikan anak dan wanita!

  3. Alvina VB  22 April, 2017 at 00:52

    GAK TERTARIK sama harta dunia lagi….he..he….semua yg ada bukan milik kita sebetulnya, cuman pinjaman doang selama masih hidup di dunia yg fana ini……….mending makan lopis duluuuu yak…..

  4. Swan Liong Be  21 April, 2017 at 17:19

    Dian, itu memang pikiran banyak orang diIndonesia, kalo kerja diluar negeri otomatis duitnya banyak ber-limpah² lupa bahwa pengeluaran juga tinggi.

  5. Swan Liong Be  21 April, 2017 at 17:13

    James, apa yang kamu tuis itu memang benar untuk pribadimu, tapi tidak mesti berlaku untuk semuanya. Pikiranmu bahwa mencicil rumah itu lebih baik dari sewa itu suatu pikrian yang bukan baru. aku kira tiap orang selalu mikirin option ini dalam benaknya. Tapi kalo keuangan atau penghasilan tidak mencukupi maka tidak ada alternatif lain.

  6. James  21 April, 2017 at 16:14

    Mencicil Rumah jauh lebih baik dari pada Sewa Rumah, karena kalau Sewa Rumah coba dihitung Berapa Uang yang Hilang Tidak Berbekas, sedangkan kalau mencicil pada akhirnya memiliki Rumah dan Tanahnya jadi we own it nothing to loose, itu yang dulu sy lakukan mencicil dengan jangka 21 tahun tapi akhirnya dalam waktu 9 tahun dapat dilunasi

  7. Lani  21 April, 2017 at 14:18

    Dian: lo kok podo? Aku tiap kali pulang juga ada saja orang nawari, ayo beli rumah, beli apartment, mumpung murah kamu pakai dollar………disini kan rupiah………

    Memangnya beli tanah, rumah seharga geblek dan disiram bumbu pecel kkkkkkkk……….ediaaaaan!

    Kdg aku mikir apakah mereka itu pura2 goblog opo yo mmg goblog gawan bayi…………

    Ngomong2 soal geblek adikku buka warung dan jualan geblek serta bikin sambel pecel mmg jozzzzzzzzzz………..sdh dibawa sampai ke LN buat oleh2

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *