Besarnya Nomor Sepatu

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

HALLO…. HALLO…HALLO….

Salam jumpa dengan oret-oretan Dj. di hari Selasa yang indah. Setelah minggu lalu carita tentang Paskah, maka hari ini Dj. ingin sedikit cerita tenntang sepatu baru.

Percakapan dengan sahabat Dj. di WA.

Oooooalaaaah…Dj., Dj….., beli sepatu saja kok akan diceritakan. Itu kata sobat Dj. saat dia bertanya, minggu depan cerita oret-oretan nya tentang apa…? Dan dia mungkin sedikit heran akan jawaban Dj. Hahahahahahahaha…!!!
Tunggu dulu dan baca oret-oretan nya, baru nanti silahkan dikomentari, ya…(itu juga jawaban Dj). Lalu dia masih menulis…, apa anehnya sih…Dj. jawab juga…Kamu kan tahu kalau Dj. lah yang aneh…Hahahahahahaha…!!!

Okay…Ini ceritanya…Seperti biasanya setiap hari Sabtu, kami berbelanja mingguan, biasanya kami sedikit relax dengan jalan-jalan ke Mal. Juga seperti biasanya, Dj. lebih banyak mnunggu di Starbucks Coffee daripada ikutan jalan keluar masuk toko.

Kebetulan tempat Starbucks Coffee bersebelahan dengan toko “Camp David“ toko pakaian favorit Dj. Jadi kalau sudah bosan duduk ngobrol di WA dengan pacar, ya jalan ke toko Camp David, tapi kebanyakan hanya lihat-lihat saja, kecuali ada model baru yang bagus yang Dj. belum punya.

Nah…hari itu, saat mau lihat di toko Camp David, salah satu penjaga tokonya yang berdiri di depan pintu, segera menyapa, dengan selamat siang dan senyum. Waaaaah…Malah jadi malas masuk, Dj. jawab selamat siang, tapi Dj. jalan melaju…Hahahahahahahaha…!!!

Jalan…jalan berlenggang… tanpa arah tujuan…namanya juga di Mal (Susi bilang cuci mata, lha mata kok dicuci…Hahahahahahaha…!!!). Akhirnya tertarik satu pandangan di toko sport yang cukup besar (Inter Sport) dan Dj. pun masuk.

Karena toko sport ini cukup besar, jadi tidak ada pelayan yang menyapa dan ingin melayani, kalau tidak ditanya… Nah ya, setelah keliling kiri-kanan…Maka mata Dj. tertuju di bahagian sepatu untuk jalan kaki atau Jogging.

Merk Asics sudah punya, tapi warna biru muda dan jujur malah jarang Dj. pakai, karena sudah keenakan dengan salah satu sepatu untuk sport, walau sudah tua. Tiba-tiba HP Dj. berdering dan Susi rupanya telah mencari Dj di Starbucks Coffee dan Dj tidak ada di sana.

Setelah Dj. kasih tahu, maka Susi, Eva dan Daniel pun datang ke toko Inter Sport dan kami berjumpa di sana. Tidak lama kemudian mata Dj. tertuju di sepatu yang ada tertulis “MADE IN INDONESIA“

Nah ini yang bikin Dj. penasaran dan ingin tahu. Dan setelah Dj. buka karton nya dan Dj. lihat warnanya orange…
Tapi Susi berkata, coba lah, siapa tahu cocok dan lebih nyaman dari yang sudah kamu punya. Jadi Dj. dibantu anak-anak, mencari yang no. 43 itu ukuran atau besar kaki Dj. Setelah dapat dan dicoba, terasa kekecilan, ya cari no. 44, tapi juga kekecilan dan akhirnya no 45 baru pas. Gilaaaaa…datang ke Jerman pakai sepatu no. 41, kok sekarang bisa jadi no. 45. Saat dari no. 41 ke no. 42 dan kemudian 43 itu sudah bikin Dj. heran…Lha kok sekarang malah no. 45…??? (apa yang terjadi ?)

Dalam hati belum sreg, mosok 45 dan yang ke 2…mosok orang tua pakai sepatu warna orange… Hahahahahahahaha…!!!

Tapi keluarga memberi semangat dan bagus (katanya), bahkan si Eva langsung berkata…Coba dua-duanya pa dan pakai jalan keliling di dalam toko, apakah nyaman atau tidak. Benar saja, setelah jalan keliling, kok terasa ada yang mengganjal di bahagian atas kaki kiri dan kanan, lumayan sakit kalau lama dipakai. Dj. copot, raba dan lihat…ternyata ada benjolan jahitan yang cukup aneh. Puji TUHAN…!!! (pikir Dj.). Jadi ada alasan untuk tidak beli…Hahahahahahahaha…!!! Tapi Susi sudah cari yang lain dan berkata, coba yang ini, jahitan nya rapi dan tidak ada benjolan nya.

Haaaaach…!!! Made in China, nggak mau ah…(maaaf rasis ya hahahahahahaha…!!!)

Tapi satu istri ini meyakinkan Dj. dan berkata, coba dulu, kalau tidak nyaman ya tidak usah dibeli. Terpaksalah Dj. coba kiri dan kanan, kemudian mengulangi jalan keliling di dalam toko…Waaaaaaaw…ternyata…. ternyata…jauh lebih nyaman…(dasar China…). Nyaman dipakai.. Hahahahahahahaha…!!! Dj. masih berusaha menolak dangan alasan, sepatu sport di rumah lebih dari 10 pasang dan semua merk ada. Tapi yang warna ini papa belum punya…(kata Daniel). Dj. jawab, papa beli untuk kamu saja, bagaimana…??? Dia malah menolak, karena dia juga cukup punya banyak, walau jarang dipakai untuk olah raga.

Inilah sepatu yang akhirnya Susi bayar di Kassir.

Dalam perjalanan pulang, sambil stir mobil, pikiran Dj. masih pada no. sepatu, kok bisa no. 45…??? Tidak sadar ngomyang sendiri…Hahahahahahahahaha…!!! Lalu si Eva menjelaskan, kalau untuk sepatu jogging atau jalan kaki, memang memang tidak boleh terlalu pas pa, malah disarankan agar besaran sedikit.

Ada-ada saja, karena memang belum pernah Dj. dengar dan sepatu yang lain di rumah kebanyakan no. 43 atau 44.
Tapi si Eva masih ingin meyakinkan Dj., papa coba untuk jogging nanti kan terasa bedanya…

Ternyata memang benar dan tidak ada salahnya, sesekali Dj. nurut sama istri dan anak-anak…Walau sekarang Dj. tidak lagi Jogging dan hanya jalan kaki saja, tapi ini sepatu no. 45 sangat okay…Hahahahahahaha…!!!

Dj. sangat bersyukur kepada TUHAN yang telah memberi keluarga yang sangat memperhatikan Dj. Bahkan sepatupun mereka sangat perhatikan. Inilah juga pujian ucapan syukur Dj.

TUHAN menetapkan, langkah-langkah orang…
Yang hidupnya berkenan kepadaNya…
Apabila ia jatuh, tak sampai tergeletak…
Sbab TUHAN menopangkan tangan Nya…

Tangan Nya…Tangan Nya…
Sbab TUHAN, mmenopangkan tangan Nya…
Apa bila ia jatuh, tak sampai tergeletak…
Sbab TUHAN, menopangkan tangan Nya

Bagaimana dengan anda…???

Terutama yu Lani yang Dj. tahu setiap pagi lari, tapi juga anda semua yang senang jalan kaki atau Jogging, apakah benar, sepatu Jogging 1 no. lebih besar dari sepatu yang biasa setiap hari dipakai…??? Kalau tidak, ya bisa dicoba, siapa tahu lebih nyaman dan baik untuk kesehatan kaki.

Okay…Itulah…mengapa Dj. cerita hari ini tentang no. sepatu. Apakah ini hanya kaki Dj. yang semakin melar…Hahahahahahahaha…!!!

Terimakasih untuk perhatian anda semuanya…Terimakasih kepada pengasuh Baltyra yang selalu menayangkan oret-oretan Dj. Mohon maaf kalau ada kata-kata yang tidak berkenan di hati anda semuanya.

Semoga TUHAN selalu menompangkan tangan Nya di atas setiap langkah kita. Agar jalan kehidupan kita selalu dipenuhi dengan damai sejahtera Nya…!!!

 

Salam semangat beraktivitas dari Mainz.
Dj. 813

 

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

21 Comments to "Besarnya Nomor Sepatu"

  1. Dj. 813  27 April, 2017 at 16:54

    Hallo Linda . .
    Terimakasih sudah mampir…
    Kan Dj hitam…
    Jadi kalau jalan pagi…
    Agar bisa dilihat oleh orang lain kl disitu ada Dj.
    Hahahahahahahahahaha….!!!!
    Salam.manis dari Maibz

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *