Buku Indonesia Menarik Perhatian Penerbit Asing

Rieska Wulandari

 

Milan –  Buku karya penulis Indonesia menarik perhatian penerbit Internasional, demikian dikatakan oleh delegasi Indonesia pada pameran buku Tempo di Libri di Milan Italia, Jumat (21/4/2017), Alda Trisda, Pembina Yayasan Trisda Literatur.

Pada kesempatan pameran buku yang pertama kali dilaksanakan di Rho Fiera, Milan, 19-23 April ini, Indonesia membawa karya buku fiksi dan non fiksi.  Beberapa karya yang telah mendapatkan sinyal positif yang akan diterbitkan di luar negeri yaitu buku berjudul “Bandar. Keluarga, Darah dan Dosa yang Diwariskan” karya Zaky Yamani, untuk negara Italia, Perancis dan Ukraina. Sementara itu, buku berjudul “Dari Kirara untuk Seekor Gagak” karya Erni Aladjai juga mendapat sinyal positif dari penerbit Italia, buku karya Martin Alaida berjudul “Mati Baik-baik, kawan” juga mendapat sinyal positif dari Georgia serta negara-negara berbahasa Spanyol.

Selain itu, penerbit buku dari Makedonia dan Albania juga tertarik pada buku-buku karya penulis Oka Rusmini, sementara buku karya Anton Kurnia berjudul Insomnia diminati peneribit asal Albania dan Italia.

Adapun karya M. Adnan Akmar berupa tulisan non fiksi berjudul “Kepulauan Rempah-rempah” diminati oleh penerbit Italia yang telah menerbitkan buku “History of Seeds”.

Yayasan Trisda Literatur dibentuk September 2016 di Bogor sebagai yayasan yang bergerak dalam usaha mempromosikan produk literatur dan film Indonesia dan memiliki jangkauan kerja di Eropa. Beberapa pameran yang telah diikuti antara lain, Turin Book Fair, Frankfurt Book Fair, London Book Fair dan Milan Book Fair.

Alda juga menyebutkan, buntut dari pameran buku di Frankfrut, buku karya Zaky Yamani berjudul “Johny Mushroom dan Judul Lainnya,” akan diterbitkan di Cuba pada Februari 2019.

Kegiatan pameran buku di MIlan ini diikuti oleh 500 peserta berupa 170 operator asing dan 330 pengusaha buku dari 34 negara antara lain Austria, Bulgaria, Kanada, Cina, Kroasia, Denmark. Mesir, Finlandia, Perancis, Georgia, Jerman, Yunani, italia, Latvia, Luxemburg, Norwegia, Belanda, Polandia, Portugis, Makedonia, Rusia, Serbia, Slovenia, Sepanyol, Amerika Serikat, Swedia, Swiss, Turki, Ukraina dan Hongaria.

Pameran Buku Tempo di Libri Milan dilaksanakan sebagai upaya Italia dalam menyaingi pameran buku di Jerman dimana Italia dalam kesempatan yang pertama kali ini berhasil mengumpulkan 6500 pertemuan diantara sesama peserta, sehingga dapat dikatakan sangat berhasil.

Presiden Asosiasi Penerbut Italia Federico Motta kepada pers mengatakan sangat bangga dan optimis bahwa apa yang mereka lakukan dapat melebihi kompetitor terkuat yaitu Jerman yang telah menjalankan tradisi pameran buku selama 150 tahun.

“Hari ini adalah hari yang membanggakan, karena kegiatan yang telah disiapkan selama enam bulan telah memberikan kontribusi yang lebih tinggi dalam mengangkat Milan sebagai simbol kesatuan ekonomi, sosial, dan budaya,” ujarnya. (Rieska Wulandari)

 

 

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerRSS

5 Comments to "Buku Indonesia Menarik Perhatian Penerbit Asing"

  1. rieska wulandari  15 May, 2017 at 07:30

    Apapun medianya apakah elektronik atau buku normal yang penting baca buku ya, Sebab itulah cara memperkaya diri paling baik, dengan membaca

  2. rieska wulandari  15 May, 2017 at 07:29

    Mas Handoko, Milan baru memulai dan kelihatannya startnya langsung baik ini .. keliatan kalau pamerannya benar benar serius, profesional dan menghasilkan. Pameran yang efektif

  3. Handoko Widagdo  3 May, 2017 at 09:48

    Terima kasih untuk informasinya. Ternyata bukan hanya Jerman yang memiliki tradisi pameran buku internasional. Semoga melalui kegiatan di Milan ini para penulis Indonesia bisa mendunia.

  4. Alvina VB  26 April, 2017 at 23:05

    Senangnya masih banyak peminat buku, krn sekarang dah marak sama e-book. Bau buku yg khas gak bisa digantikan sama e-book, he……he…….
    James dan mbakyu Lani: deman baca buku di tangan atau e-bookon line)?

  5. James  25 April, 2017 at 13:30

    H a d i r

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *