Jomblo Waspada

Dian Nugraheni

 

Dalam satu minggu ini, sepulang kerja, aku sudah tiga kali ketemu dengan seorang pemuda kulit hitam, alias item, masih muda, sekitar 28an tahun deh, yang sedang berdiri menunggu pintu lift terbuka di building apartemenku.

Pemuda berkulit item bermuka manis yang kedua tangannya berhias tattoo itu, berperilaku sangat sopan dan nice.

Ngomongin soal lift di building apartemenku ini, agak mengesalkan memang, sebab harus nunggu agak lama sampai pintu lift terbuka. Dan ini satu-satunya lift di depan yang bisa dipakai. Satu lagi lift ada di belakang sana, di ujung building. Jadi mau ga mau ya, nunggu.

Nah, sambil nunggu itu, entah gimana, aku dan si pemuda item bermuka manis, sempet berkenalan, dan ngobrol. Ahh, yaa, aku inget, dia mengulurkan tangan duluan, dan sebutin nama.

Dan sampai pertemuan ke dua, bahkan kami sempat berolok-olok dan saling tertawa ngakak. Entah gimana, pokoknya sampai aku bilang, “I’m old, almost fifty…”

Trus si pemuda item bermuka manis itu, “Nooouuuu…! Aku taksir usiamu sekitar 32…”

Aku, “Nouuuu…but, thank you dibilang usia 32an, duhh, diskonnya banyak banget…ha..ha..ha…, aku benar-benar menjelang 50, dan anak-anakku sudah besar, satu di college, satu di SMA…”

Pemuda item manis itu, ternyata enggak tinggal di apartemenku, tapi dia adalah supervisor yang bertanggungjawab terhadap satu lagi pekerja, mungkin semacam caregiver, bagi seorang difabel yang ada di lantai 2 apartemen ini.

Sore tadi, sepulang kerja, kembali aku bertemu di depan lift dengan si pemuda item bermuka manis. Dia menyambutku…kukira mau salaman, maka kuangsurkan tangan, tapi ternyata dia mendekat, kemudian memberiku big hug, pelukan sesaat. Hal seperti ini, di Amrik adalah hal yang biasa-biasa saja, jadi nggak perlu ge er, ya…

Pas dia mau keluar lift di lantai 2, “have a nice week end, beautiful eyes…”

Aku, “Thaanks…same to you…”

Dia masih nyaut, “huuh.., I’m working…”

Demi mendengar dia menyebutku beautiful eyes, aku terdiam, ngungun, terseret arus kenangan masa lampau.

Bertemu lelaki muda, si item bermuka manis ini, adalah “cycle” yang serupa, yang beberapa kali sudah terjadi dalam hidupku, bahkan sejak aku masih sangat belia, ketika waktu itu masih jomblo “pemula” alias belom begitu mengenal hubungan dengan laki-laki.

“Cycle” yang awalnya adalah biasa saja, lalu membawaku berada dalam rasa mula yang indah, dan rasa jatuh di akhirnya.

Bla..bla..bla..
Kali ini, aku bukan ge er. Sebab tak ada alasan sama sekali bagi perempuan hampir seket untuk merasa ge er, tapi pelajaran hidup mengingatkanku untuk “waspada” dan selalu siaga untuk stay away from trouble….

Lelaki muda usia,
aroma sunyi sorot mata,

telaga…

Dan aku tak akan mengijinkan kau,
untuk berenang pada pedalamannya…


Pesan :
Jomblo muda masih boleh foya-foya,
Jomblo tua hanya boleh berwaspada…hixiixixi…

 

 

5 Comments to "Jomblo Waspada"

  1. James  29 April, 2017 at 05:23

    ci Lani, kan istilahnya Cuci Mata wkwkwk…..menikmati keindahan ciptaan Sang Pencipta kan ?

  2. Lani  28 April, 2017 at 13:07

    Al: komentarmu betul……..plg hanya dimanfaatkan saja, wanita pria sami mawon=podo wae……….hahaha hanya diporotin!

    James: hahaha……..ngakak baca komentarmu James……….ternyata kamu msh nge-fans sama wanita cantik dan mudaaaaaaa….msh sexy bin bahenol yak?

  3. James  28 April, 2017 at 11:03

    mbak Lani, ya di Ozi juga sama lah big-hug itu umum apalagi kalau dikasih big-hug nya sama yang cuantik banget gitu serasa dunia sedang ke pihakku

  4. Lani  28 April, 2017 at 01:54

    “Dia menyambutku…kukira mau salaman, maka kuangsurkan tangan, tapi ternyata dia mendekat, kemudian memberiku big hug, pelukan sesaat. Hal seperti ini, di Amrik adalah hal yang biasa-biasa saja, jadi nggak perlu ge er, ya…”

    Dian: diatas aku kutipkan dr sepenggal artikelmu. Aku setuju mmg hal biasa mendptkan pelukan di America, aku sgt memakluminya itu. Apalagi di Hawaii penduduknya sgt amat ramah dan murah hati, tdk hanya wanita/prianya, berpelukan adl boleh dibilang hal keseharian, muda, tua, tdk menjadi masalah, bahkan tdk hanya untuk sesama teman, org yg baru dikenal jg bs langsung berpelukan klu mmg sama2 menghendakinya jd tdk ada masalah ini itu dst………

    Hanya ada satu masalah utk ku klu org tsb sdg berkeringat gojos2, aku mmg agak menjaga jarak merasa tdk nyaman saja dipeluk dgn orang yg sdg gojos2 adus kringet. Dgn kata lain emoh berpelukan dgn orang yg sdg mandi keringat hahaha………

    Bagaimana menurutmu James? Tentunya di Australia jg hal lumrah orang berpelukan……

  5. Alvina VB  27 April, 2017 at 23:12

    Jomblo muda masih boleh foya-foya,
    Jomblo tua hanya boleh berwaspada…hixiixixi…

    Ha…ha……ini yg saya nasehatkan murid2 saya yg dah berumur (mature students). Masih adaaaa aja yg jatuh cinta sama org item/latino (biasanya ketemu pas liburan) yg jauhhh lebih muda dari dia. Masih muda dan diporotin gak ngeh krn “cinta’. Ttp setiakah org muda ini? ya gak lah…..cuman aji mumpung doang….habis manis sepal dibuang. Begitu dpt landed immigrant status/citizenship, good bye darling….Buanyak banget kasus kaya gini. Siapa bilang wanita muda cari pria yg lebih tua krn berduit, pria muda juga sama aja cari wanita yg jauh lebih tua dan mapan, enak punya bank berjln, ha…ha…..

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *