[Lost in Translation] Séngét

Hennie Triana Oberst

 

Selama di Shanghai ini aku punya teman dari Singapura dan Malaysia, jadi kalau kami berbicara bahasa Indonesia dan Melayu hampir semua istilah bisa aku mengerti. Orang Medan itu bisa dipastikan mengerti hampir semua (hampir lho ya) kata-kata dan istilah bahasa Melayu.

Sering mereka tanya aku, apakah aku mengerti maksud kata yang mereka ucapkan? Karena ada beberapa orang Indonesia lain yang sama sekali nggak mengerti apa maksud dia. Orang-orang Indonesia yang lain itu memang asalnya dari pulau lain di Indonesia.

Di Medan kata “senget” dipakai (kebanyakan) untuk menyatakan bahwa seseorang itu ‘otaknya miring’ atau gila.

Misalnya gini nih;

“Oh dasar, senget kau!”

Jadi, suatu hari aku pergi dengan seorang temanku yang berasal dari Singapura. Ketika dia memarkirkan mobilnya, dia tanya aku, apakah mobilnya terparkir dengan baik atau tidak.

“Senget nggak?“ begitu ucapnya.

Saat itu aku pingin ketawa ngakak karena ingat istilah di Medan.

Yang aneh dan lucu siapa? Ya orang Medan lah.

Dalam KBBI kata senget/se·nget/ /séngét/, artinya miring; condong; sendeng (tentang letak sesuatu)

 

Shanghai, 23042017

 

Foto (wikimedia)
Schiefes Haus Ulm (bangunan miring) dibangun pada abad 14. Sejak 1995 difungsikan sebagai hotel.

 

 

5 Comments to "[Lost in Translation] Séngét"

  1. HennieTriana Oberst  2 May, 2017 at 09:30

    Hai Tammy… iya SH mulai hangat, malah udah pernah panas..seharian. Nyamuknya itu yg nggak tahan

    Iya, kata ini juga udah jarang dipakai. Tapi utk Melayu mungkin biasa dipakai. Ini orang-orangnya yang turunan melayu tetap berbahasa Melayu antar mereka juga. Kalau udah ribet, yah pakai bhs Jerman hehehe…

  2. Tammy  30 April, 2017 at 14:16

    Hennie, aku baru tau ada kata ini. Aku kalo ngomong sama teman2 dr Mls selalu pake bhs Inggris. Bingung kalo mrk ngomong Melayu.
    SH udah mulai anget ya, spring kali ini lebih anget dr biasanya kayaknya.

  3. HennieTriana Oberst  29 April, 2017 at 13:44

    Mas Sumonggo…hahaha..bukan saya yang bilang ya…

    James, iya betul. Kadang-kadang pingin ketawa juga, karena bahasanya kadang kata-kata yang sudah tidak dipakai di Indonesia.

  4. James  28 April, 2017 at 10:57

    lucu kalau mendengarkan Orang Singapore atau Malaysia berbahasa Melayu

  5. Sumonggo  28 April, 2017 at 04:59

    Di Baltyra juga banyak yang senget …. ha ha ……

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *