MONACO

Mpek Dul

 

Bendera : merah putih seperti Indonesia

Kemerdekaan       :  8 Januari 1297

Bahasa resmi        :  Perancis

Kepala Negara      :  Pangeran Albert II

Perdana Menteri  :  Jean Paul Proust

Luas wilayah:  1,95 km2

Jumlah penduduk :  32.000

Mata uang:   €uro

Lagu kebangsaan : Hymne Monégasque

 

Kepangeranan Monako (bahasa Perancis: Principauté de Monaco atau Monaco; Monegasque: Munegu atau Principatu de Munegu) adalah negara terkecil kedua di dunia, setelah Vatikan, letaknya  di antara Laut Mediterania dan Perancis di sepanjang Pantai Biru (Côte d’Azur). Monako juga negara dengan kepadatan penduduk terbesar kedua di dunia sesudah Vatican.

Menurut wilayah, Monako adalah negara kedua terkecil di dunia sesudah Vatikan, dan terpadat penduduknya di dunia. Monte Carlo Casino sangat terkenal sekali di dunia.

Agama yang dianut penduduk  Monako hampir seluruhnya Katolik Roma, meskipun seperti di kebanyakan negara-negara barat yang sudah maju, tidak menjadi agama negara, karena adanya pemisahan kekuasaan berdasarkan Trias Politika, dimana agama berada di bawah negara dan tidak menguasai kehidupan kehidupan harian.

Hanya hukum negara yang berlaku untuk seluruh penduduk  negara tanpa adanya perbedaan agama, ras, suku. Hukum agama tidak ada bahkan tidak diakui, satu hal yang berbeda dengan Indonesia dimana aspek-aspek hukum agama diterapkan berada di atas hukum negara. Hal ini jelas bertentangan dengan hukum internasional.

Hukum dasar Monaco menjamin kebebasan agama lain. Katedral Monaco yang terletak di Rue Colonel Bellando Castro 4, Monaco-Ville, sejak pertengahan abad ke 19 adalah  tempat kedudukan uskup agung di Monako. Santo Pelindung Monako adalah Santo Devota.

 

SEJARAH

Pangeranan Monaco pada awal mulanya adalah jajahan dari Republiek Genua ketika pada tahun 1215  benteng  di atas karang Monaco dibangun. Pada tahun François Grimaldi, menyamar sebagai biarawan Fransiskan mengambil alih benteng itu dan dijadikan Rumah Grimaldi. Pada abad 14 kota Menton dan Roquebrune-Cap-Martin ini direbut Grimaldi.  Pada tahun 1848 mereka memproklamasikan kemerdekaan dan pada tahun 1861 diserahkan kepada Perancis melewati perjanjian Perancis – Monegaskisch. Untuk mengisi kas negara, Pangeran Karel III memutuskan untuk menghidupkan area Monte Carlo sebagai pusat turisme yang membawa pemasukan keuangan.

Tahun 1863 Monte Carlo Casino dibuka dan setahun kemudian Hotel de Paris. Tahun 1868 hubungan kereta api dengan kota-kota di sekitar nya mulai dibuka. Sampai tahun 1910, para pangeran penguasa dari Monako yang diktatorial berkuasa dengan mutlak sehingga mengakibatkan revolusi pada tahun 1910 yang dikenal sebagai revolusi Monegaskis. Baru pada tahun 1911  undang-undang dasar diadakan yang menjamin kesejahteraan penduduk. Pada tahun 1918 Perancis menanda tangani perjanjian yang dikenal sebagai Perjanjian Versailles, yang menjamin stabilitas Monako, di bawah pengawasan Perancis yang menjamin stabilisasi di bidang politik, militer dan ekonomi.

Di masa Perang Dunia ke II, pada awal mulanya Monako mengambil sikap netral, baru pada tahun 1942, negara ini diduduki pasukan Itali di bawah Benito Mussolini yang menjadi sekutu Hitler, sehingga banyak penduduk Yahudi banyak yang ditawan dan dideportasi ke Jerman. Baru setelah PD II selesai dan pasukan Jerman menyerah di Itali, Mussolini dan pacarnya ditangkap oleh tentara partisan Itali dan dieksekusi pada tanggal 28 April 1945. Sejak itu memungkinkan Monaco kembali menjadi negara mini berdaulat di bawah lindungan Perancis. Pada tahun 1949, Pangeran Reinier III mengambil alih kembali tahta kepangeranan. Pada tahun 1956 Reinier III menikah dengan bintang sinetron Hollywood terkenal, Grace Kelly.

Di bawah Reinier III  Monako berkembang menjadi negara yang makmur karena tidak mengenal pajak pendapatan, dan banyak hartawan yang tinggal di sana, sehingga Monako sangat mahal sekali untuk hidup.

Pada tahun 1993 Monako menjadi anggauta penuh PBB. Pada tahun 2002 atau perjanjian baru dengan Perancis yang menyepakatkan bahwa jika pangeran Monako tidak mempunyai keturunan untuk melanjutkan kepangeranan negara ini, Monako tetap diakui sebagai negara berdaulat, dimana hanya militer di bawah perlindungan dan tanggung jawab Perancis sepenuhnya. Monako harus mengangkat penguasa baru. Persoalan moneter dan pajak tetap berada di bawah Monako sendiri.

 

Meski terjepit antara Perancis dan Itali, serta memakai mata uang €uro, negara ini sendiri bukan anggauta E.U. (M.E.E) dan tidak mempunyai pasukan tentara, melainkan hanya polisi saja.

Nama Monako berasal dari satu komunitas Yunani Phokaia “μόνοικος” yang berarti “rumah tunggal” Μόνος = tunggal,  οίκος = rumah.

Salah satu sumber pendapatan Monako berasal dari sektor pariwisata; setiap tahunnya banyak yang berkunjung ke situ untuk kasino dan cuacanya yang nyaman. Selain itu Monaco dikenal sebagai salah satu negara yang termahal di dunia dan surga untuk pelarian pajak karena di sini pajak pendapatan tidak dikenal.

Sebetulnya mereka yang tidak mau memakai “Tax amnesty” dapat melarikan seluruh harta kekayaannya ke Monako dan pasti tidak akan dipublikasikan, karena Monako tidak mengenal perjanjian pajak (tax agreement) dengan negara manapun.

Panama papers lebih banyak dikenal dan dituju. Banyak para miljarder Indonesia yang juga tercatat di Panama Papers, terutama mereka yang berkecimpung di dunia media televisi, pembesar aparat negara dll.

Silahkan KPK menyelidikinya sampai sedalamnya, dan saya jamin kas negara Indonesia akan bertambah beberapa triliun rupiah….

Menurut laporan terakhir 2014 rata-rata BNP penduduknya sekitar €  95.000,- atau

US$ 103.000,- atau Rp 1.400.000.000,- setahunnya. Rp 1.100.000.000,-

per bulannya. Berapa gaji rata-rata pegawai yang jujur di Jakarta?  Pendapatan hasil dari korupsi pasti lebih tinggi dan tentu saja tidak usah dibicarakan di sini…

Ferrari, Lamborghini, Rolls Royce, Jaguar, Bugatti, BMW, Mercedez SLS-S, Porsche, Bentley, Spijkers (made in Holland),  Mac Laren, Aston Martin (James Bond car), Hennesy Venom, adalah mobil-mobil yang memenuhi jalan-jalan di Monaco. Banyak di antara nama-nama ini yang tidak dikenal karena terlalu mahalnya. Harga mobil Bugatti Chiron sekitar € 2.200.000 atau sekitar Rp 33 miljard.

Kriminalitas di Monaco, seperti perampokan dan pencopetan adalah satu hal yang hampir tidak dikenal, karena negara ini hanya dihuni oleh miliarder €uro atau $US dan bukan jutawan rupiah. Tugas polisi lebih banyak mengatur lalu lintas, terutama mobil-mobil yang memenuhi jalanan.

Semua faktor ini yang membuat Monako merupakan salah satu dari negara di dunia yang paling aman dan nyaman untuk ditinggali.

Untuk sedikit memberikan gambaran; harga satu apartement dengan 2 kamar tidur yang luasnya sekitar 50 m2 sekitar € 1.000.000.  apartement yang luasnya 100m2  menghadap pantai sekitar € 5.500.000,-

Harga sewa satu apartment yang luasnya sekitar 70m2  hanya satu kamar tidur  yang paling murah € 3.500,- sebulannya.

Satu cangkir teh di café–restaurant  € 4,50 (sekitar RP 60.000).  1.5 liter botol aqua sekitar € 4,00. Tarip ini untuk pengertian Monaco adalah “normal”. Karena BNP tiap penduduk termasuk tertinggi di dunia.

Monako  juga di dunia internasional dikenal dengan perlombaan mobil balap Grand Prix Formula 1  Monaco yang setiap tahunnya diadakan di bulan Mei, tidak jauh dari Roland Garros, tempat pertandingan tennis yang terkenal.

Perlombaan ini adalah salah satu perlombaan mobil balap lewat jalan-jalan raya di Monaco yang dipakai sebagai sirkuit. Hanya night race Singapore saja yang merupakan satu tandingannya.

17% dari penduduknya adalah orang Monaco sendiri, 28% mempunyai ke warga negaraan Perancis, dan 55% terdiri dari orang Italia.

Tempat-tempat lain di Monaco yang dikunjungi turis adalah Monaco Ville, Kathedraal Monaco, Musée Océanographique de Monaco. Istana dari pangeran Albert, Jardin Exotique de Monaco,

Untuk mereka yang berminat dapat melihat harga apartment di Monte Carlo.

Luas, jumlah kamar dan besarnya apartment termasuk garasi untuk satu atau 2 mobil  juga tercantum di bawah.

 

Laporan dari

Mpek DuL

 

 

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerRSS

14 Comments to "MONACO"

  1. mpek Doel  13 June, 2017 at 02:17

    Aduhai mbak Dewi, gue kira kalian udah pindah ke Portugal, kan bahasanya sama dan negaranya lebih tenang, nyaman….nggak tahunya masih ngendok di Brasil ….
    Saya sebetulnya mau ke Fatima Portugal, jadi bisa sekalian mampir. Ya sudah batal saja.
    Eh baru siap in mo backpack lagi ke Guatamala, jalan lewat Honduras dan Nicaragua ke Costa Rica, Panama. Kalau ada kapal murah sekalian nyeberang ke Cuba. Kaki-kaki sudah pegel semua jadi tanda pingin jalan terus.
    Mau ikut tah ?

    Brasil dan Venezuela, dilewat kali ini banyak demo a la Indonesia. Dilma Roussef digeser, diganti Michel Temer, eh malah dia juga didemo. Maduro idem dito.
    Ordem e Progresso?

    Betool…, betool…, mobil-mobil keren di Monaco itu banyak miliknya orang2 gede selbrities Hollywood. Rafael Nadal, Ronnaldo, Novac Djokovic, Leonard Messie, Federer, Louis Hamilton. Lha kalau penghasilan mereka sebulannya saja setidaknya 5 juta Euro, bukan Rupiah lho, kalo dihitung kan sekitar 75 miljar rupiah ya gaji sebulan nya ya pasti bisa beli mobil keren yang cuma 25 miljar rupiah.
    Wah kalo Indon ya jangan dibilang doang. Bang Linglung aja bisa beli Lamborghini, meski gaji nggak cukupi. Jadi jangan di samakan.
    Heran apa mobilnya nggak ambrol, lubang-lubang nya lebih gede dari rodanya, apalagi kalo banjir bisa tenggelam tuh Lambo nya.
    Ya, itu bedanya antara fantasi dan realitas

  2. Dewi Aichi  12 June, 2017 at 16:34

    Mpek Dul..helooooooooooooooo salam kangen, baru sempat komentar hehe…..wah bener-bener reportase perjalanan yang aduhai menarik. Sayang saya ngga diajak, ya sudah cukup baca saja.

    Mpek, lha orang Monaco juga gumunan ternyata ya…lihat mobil-mobil keren pada fotoin haha..kirain cuma di Indonesia saja yang gumunan hahaha..

  3. mpek doel  30 April, 2017 at 18:17

    Alvina,
    Begitulah, memang ada orang2 yang mau jalan2 bepergian, tapi pasang tarip dan syarat2 sendiri: Harus setidaknya hotel 4 *, pemandangan bagus, makan 3 kali nasi, T bone steack yang 1 pon, cari Indonesian, Chinese atau European restoran. Nggak suka roti atau crackers. Banyak makan daging bisa sebabkan gendut dan perut penuh cacing.
    Makan sayur dan buah2an tambah energi.
    Wadooh payah doang, mau backpack ya seadanya, hotel kan cuma buat tidur kalau malam, sekalipun pandangan bagus.
    Lihat pemandangan ya siang hari. Budget bisa ditekan serendah mungkin.
    Lain halnya kalau mau cruise. Betul lah sesuai dengen kndisi dan tuntutan masing2.
    By the way, di Kona nggak ada yg dilihat, tapi kapalnya mondok 2 malam disono, kan payah?

  4. Alvina VB  30 April, 2017 at 05:12

    Kalau jalan2 saya mah ogah repot2 bebawaan banyak, ini dan itu…lah org mau liburan kok, masa mau mikirin study makro dan international moneter economy. YOLO…..(You Only Live Once) mpek Doel….jadi nikmatin aja…..Kl org liburan dah pasti punya budgetlah yg disesuaikan dengan situasi dan kondisinya masing2, he..he….

    Btw, di Kona kan ada mbakyu Lani yg pasti tahulah tempat2 indah dan menarik di sana. Enaknya kl jalan2 ya tanya penduduk lokal yg tahu tempat yg menarik dan asri yg banyak turis gak tahu kl gak ada local guide.

  5. mpek doel  28 April, 2017 at 17:00

    Alvina,
    Kalau kamu mau minum kopi di hotel 5* jelas mahal sekali, tetapi kalau kita jalan2 bawa thermos di isi air panas, tidak usah malu minta, bawa bekal kopi instant dari rumah, pasti tidak usah mahal kan? Ah, besok kalau sdh dirumah sendiri mau minum kopi dengan cangkir dari porselen yg dilapisi emas kan masih bisa?
    Kalau mau makan steack di restoran Michelin 5* pasti harganya sama dengan ongkos makan pagi seminggu yang kita sediakan sendiri, beli roti tomat dan sayur slada mix, buah apel dan pisang di supermarket, bikin sandwich, green salad lebih menambah gizi dan enerji kita? Lebih sehat dari makan di hako-hako bento atau kentuki ciken tok-tok, pisa mawut-mawut dsb.
    Muahal ? Jelas jangan tidur di hotel Hilton Monaco, naik taxi Bugatti, makan yang sehat
    hemat beaya, lihat banyak jalan kaki, murah dan sebagai olah raga. Istilahnya invest serendah mungkin dengan rendement setinggi mungkin. Itu yang diajarkan waktu saya study makro dan international moneter economy. Kalau kita belum mencoba dan berusaha, bagaimana kita dapat menilainya????

  6. mpek doel  28 April, 2017 at 16:46

    James, apa yang mesti dibengong in? Kemewahan ? Kalau kita sudah melihat semua
    “Kemewahan”, didunia ini, membuat kita berpikir bahwa tidak semua yang bercahaya mengkilap itu adalah barang dari emas. Kemewahan bendawi hanya “dipinjamkan” kepada manusia selama masih hidup. Dengan melihat semua ini saya menyadari bahwa betapa “miskinnya pribadi” para manusia didunia ini. 6 kekayaan miljarder didunia ini sama banyaknya dengan kekayaan 60 juta penduduk miskin didunia ini. Keadilan ?
    Terus terang saja, saya berterima kasih diberi anugerah dapat melihat semua ini dengan mata kepala sendiri, tetapi setiap kali bulu kuduk berdiri melihat semua nonsenses ini.
    WYS – N – WYT = What You See is Not What You Think, because it’s far from reality in this life.

    Silahkan coba jalan2 sendiri, tetapi jangan tinggl di hotel 5*, tidur dan makan apa yang kita temukan di perjalanan, tinggal dirumah penduduk setempat, murah, tetapi invest itu begitu berharga sekali untuk bekal hidup kita. Inilah moral dari pesan saya
    Saya anjurkan terutama kepada kaum muda: Bahasa adalah alat2 yang penting sebagai bekal backpack seperti ini: Coba kuasailah dengan fasih bahasa Inggris, Perancis, Spanyol, Jerman, ( bila mungkin: Itali dan Portugis) maka dimana pun kalian berada, hal ini memudahkan komunikasi. Inilah bahasa dunia saat ini. Sulit untuk dipelajari hanya pada awalnya saja. Berkeliling dunia tidak usah membutuhkan modal puluhan juta. Kita harus bersedia sederhana saja.

  7. James  28 April, 2017 at 10:52

    hadir AL, bengong lihat Monaco negara kecil tapi Indah Mewah

  8. mpek Doel  28 April, 2017 at 01:22

    Hi Linda, nice to hear something from you again !
    Terus terang saja mpek cuma lagi malas untuk nulis saja. Terakir kali habis laporan ke Baltyra, backpack lagi ke Norway, salah satu negara favorite saya. Banyak sudah tempat2 yang mpek sejak itu kunjungi: Vancouver, Calgary, Turki, Monaco, Slovenia, Croatia, Austria, Turki, 5 malam mondok lagi di Dubai, terus terbang ke Auckland, Sydney, Melbourne.
    Tahun lalu diundang teman2 ygn tinggal Lembang, Bandung, Semarang, ikut reuni SD di Surabaya – Malang. Kalau di Indon biasanya tidak suka makan, terlalu panas, banyak debu, nyamuk sampai sakit. Waduuh sampah dan banjir di mana2 sampai ke Bandung yang tinggi letaknya. Bandung katanya baru2 ini ada salju dan hujan es?
    Sekarang sedikit ada niatan laporan, karena sekalian bikin rencana pilih mau jalan lagi ke Costa Rica, Trinidad &Tobago, Aruba, Panama, sekalian minta info gimana caranya bisa ikut Panama Paper……. ??? Kali ini Fauna dan Flora safari pumpung masih kuat jalan, atau naik kapal dari Sydney ke Big Island Hawaii – Oahu – Vancouver – Alaska. Rupanya rute kurang mantep. Di Big Island kapal cuman mampir 2 malam di Kona, susah mpek disono, karena nggak ada yg dilihat kalau mpek pelajari, kan buang2 waktu.
    Di Oahu lumayan, jemur badan ke Waikiki beach.
    Rencana mau ke El camino Santiago de Compostella, juga nggak jadi sampe sekarang. Habis nggak ada teman yg diajak jalan. Dibilang jalan 3 minggu menempuh 1.100 km aja sudah grogi. Kan cuma 40 km seharinya. Sama dengan Lembang – Bandung p.p.
    Kamu mau ikut jalan ke Santiago de Compostella ?

    Ya sudahlah pumpug masih kuat jalan – jalan buat tambah pengalaman. Lebih baik hidup “kaya”(pengalaman) dari pada mati “kaya” (harta) buat rebutan yang hidup.

    Sampai jumpa dilain kesempatan

  9. Alvina VB  27 April, 2017 at 23:16

    Absenin para kenthir dulu ya…..bacanya nanti yo….
    Btw, Monaco negara kecil yg makmur dan apa2 muahal euy……

  10. Linda Cheang  27 April, 2017 at 15:52

    horeee… Mpel Dul muncul lagi

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *